
riko tidak menghirau kan ayana, ia langsung duduk di meja makan melihat masakan yang dimasak oleh ayana.
dari tampilan dan bau nya, makanan ini cukup menggugah selera, tapi aku tidak yakin dengan rasa nya batin riko
ayana yang melihat riko duduk langsung ikut mendudukan diri nya di kursi seberang riko
"siapa yang menyuruh mu duduk disana" ucap riko tanpa melihat ayana, karena saat ini ia sedang menyendokan makanan di piring nya
"maaf tuan, saya... " ucap ayana menggantung
riko menatap ayana dengan datar
"jika kau ingin makan tunggu saat aku sudah selesai" ucap riko
ayana kembali bangkit dari kursi nya dan berdiri kembali, tatapan mata nya tak beralih dari riko, ia harap harap cemas karena takut makanan nya tak di sukai riko dan benar saja
prannngggg....
__ADS_1
piring yang tadi sudah di isi penuh makanan di lempar riko ke arah ayana, jika saja ayana tidak menghindar mungkin akan fatal akibat nya
"apa kau memang berniat meracuni ku ha?" tanya riko dengan emosi
"a..aku... akuu tidak bermak... " ucapan ayana langsung di potong oleh riko
"kau akan bilang bahwa kau tidak bermaksud meracuni ku, lalu apa ini? masakan pedas ini yang kau hidang kan padaku ha? dasar tidak berguna" ucap riko
riko bangkit dari duduk nya dan mencekal tangan ayana untuk mendudukan nya di kursi yang tadi ia duduki
"mas aku ga tau, maafin aku mas" ucap ayana
"aku sudah bilang pada mu, jangan melanggar batasan mu, dan kau tidak mengerti. dan itu artinya kamu sudah berani melawan ku" ucap riko penuh emosi
riko ridak memperdulikan apa yang ayana ucapkan, ia mengambil makanan dengan porsi yang besar dan langsung menyendokan makanan itu ke mulut ayana
"buka mulut mu" tegas riko
__ADS_1
"mas aku minta maaf, aku ti... " ucapan ayana segera di potong oleh riko
ayana memang sudah berniat untuk membuat riko jatuh cinta pada nya, bukan karena ayana mencintai nya, tapi ia berusaha meluluh kan hati riko agar tidak lagi menyiksa nya
"buka mulut mu atau aku yang memaksa untuk membuka nya" ucap riko
ayana masih tetap tidak mau membuka mulut nya, karena takut jika ia mengkonsumsi makanan pedas itu maka asam lambung nya akan kambuh, riko emosi dan langsung mencengkram dagu ayana, memasukan makanan yang tadi ia sendok untuk ayana makan.
"habis kan makanan itu jangan sampai ada sisa, jika sampai ada sisa maka kau akan merasakan hal yang jauh lebih menyakit kan dari pada ini" tegas riko, riko langsung keluar dari rumah, entah kemana tujuan nya saat ini, yang pasti ia tidak mau melihat wajah ayana, karena setiap kali ia melihat wajah ayana yang kesakitan maka ia akan merasa iba yang berlebihan di hatinya
ayana menangis karena perlakuan riko kali ini benar benar kasar, tapi ayana sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan mengikuti apapun keinginan riko sebagai bentuk terima kasih nya kepada keluarga riko
ayana terpaksa memakan makanan itu dengan deraian air mata
ya allah, mengapa cobaan hamba begitu berat ya allah, mengapa? mengapa hamba tidak berdaya untuk melawan nya? mengapa hamba selalu menangis jika dia menyakiti hamba? batin ayana menangis
ayana benar benar menghabis kan makanan itu, ia tidak peduli dengan asam lambung nya yang pasti akan menolak saat rasa pedas itu datang
__ADS_1
ia tidak peduli akan keselamatan organ nya, ia hanya bertekad untuk menuruti apapun keinginan riko, salah satu nya adalah menghabis kan makanan ini