Cinta?

Cinta?
25


__ADS_3

sedang kan riko, setelah tadi ayana masuk ke kamar meninggal kan nya ia juga memasuki kamar nya sendiri.


berbeda dari kamar yang di tempati ayana, kamar yang ia tempati tidak pantas di katakan kamar, tapi lebih tepat nya sebuah hotel, hanya pintu kamar nya saja yang terlihat seperti kamar biasa, namun ternyata di dalam nya benar² luar biasa


kasur empuk, sofa, televisi dan semua jenis barang mewah ada di sana, kamar itu juga berdinding beton bukan kayu, memang jika dilihat dari luar kamar itu akan terlihat berdinding kayu sama seperti yang lain, tapi tidak ada yang tahu bahwa kamar itu di lapisi dengan beton yang indah


"aku ingin lihat, sekuat apa dia bertahan dengan penderitaan yang akan ia derita" ucap riko sinis


setelah memberes kan kamar nya, ayana langsung menuju dapur, ia bingung


bagaimana cara memasak dengan tungku? batin nya


ayana memang tidak bisa memasak walaupun alat masakan nya modern sekalipun, karena selama ini ia tinggal di mansion megah yang semua pekerjaan di kerjakan oleh pembantu nya.


tapi ayana juga bukan tipe gadis yang manja maksimal, ayana juga pernah membantu pembantu nya menyiap kan makanan walaupun hanya sesekali, tapi itu semua dengan alat² modern seperti kompor, tevlon dan segala macam nya.

__ADS_1


sedang kan di rumah ini ia harus memasak menggunakan tungku? lalu ia juga harus menanak nasi? karena tidak ada magic com disana, benar² awal penderitaan yang menyedih kan fikir nya


ia langsung menuju tungku mencoba menghidup kan api nya, beberapa kali ia mencoba namun tak juga bisa, dan setelah 7x percobaan ia menghidup kan api, barulah api nya hidup.


ayana langsung mencari beras karena ia akan menanak nasi,


setelah hampir satu jam berada di dapur, akhir nya masakan nya selesai.


dan semua itu tak luput dari pandangan riko, ia selalu mengawasi ayana dari semenjak ayana menghidup kan api bahkan sampai masakan nya selesai.


"huh, akhir nya selesai juga" ucap nya


ia menghidang kan makanan itu di atas meja kecil yang ada di dapur, yang mulai saat ini akan menjadi meja makan di rumah itu


ia segera menuju kamar riko dan mengetuk pintu nya

__ADS_1


"ma.. eh tuan masakan nya sudah selesai" ucap nya dari depan pintu


riko yang mendengar panggilan ayana, segera keluar untuk mencoba masakan pembantu baru nya itu, ya lebih tepat memang jika di sebut sebagai pembantu


"jangan pernah sentuh apapun jika itu berhubungan dengan ku, bahkan pintu ini sekalipun" ucap riko dengan wajah datar


"maaf tuan, aku hanya takut tuan tidak mendengar.. " belum sempat ayana melanjut kan kata² nya sudah di potong oleh riko


"jadi kau fikir aku ini tuli ha? berani sekali kau" ucap nya penuh amarah


"tu.. tuan bu.. bukan begitu" ucap ayana menunduk, ia tak mau melihat mata riko lebih lama lagi karena ia takut jika ia juga tersulut emosi saat melihat kemarahan di mata riko


"lalu apa?" benrak riko


belum sampai riko menyelesai kan kata² nya, ia mencium seperti ada sesuatu yang gosong, ia segera menuju dapur dan benar saja dindinh kayu yang ada di dapur itu sudah setengah nya habis di makan api, riko segera menyiram api itu untuk memadam kan nya

__ADS_1


__ADS_2