
'kebodohanku berhasil menusuk jantungku sendiri menciptakan rasa sakit'
***
"hoooaammm, aishh aku mengantuk" ucap somi sambil menguap.
"pelajaran saem choi sangat membosankan, bagaimana menurut mu yeri?" ucap sinb sambil menutup buku pelajarannya dan melirik yeri yang sedari tadi melirik ke arah jendela.
"hmm...sangat membosankan dan bikin mengantuk" balas yeri tanpa mengalihkan pandangan dari jendela.
"apa yg kau lihat?, dari tadi ku perhatikan kau sangat sibuk melihat kejendela" tanya somi sambil melirik ke jendela.
"tidak ada, kajja ke kantin" jawan yeri cepat dan berdiri dari tempat duduknya sambil menarik tangan somi dan sinb.
"hm, aku sangat lapar" jawab sinb sambil memegang perutnya, sementara somi masih penasaran apa yg dilihat yeri. Tapi somi sempat melihat keluar jendela, disana hanya ada Jimin dan pinky.
Setelah sampai di kantin. Mereka duduk di tempat yg telah di jaga oleh dua sahabat mereka yg lain yaitu joy dan sowon. Mereka pun segera duduk di tempat itu dan menyantap makanan yg telah tersedia diatas meja. Karena sebelumnya joy dan sowon telah memesan makanan. Mereka saling tahu makanan kesukaan masing masing.
"kenapa kalian lama sekali keluarnya?" ucap joy
"biasa, pelajaran saem choi" jawanb somi sambil mengangkat kedua bahunya dan di balas anggukan oleh sinb dengan wajah kasihan yang di buat buat.
"cacing cacing di perut ku harus mendemo karena itu" ucap sowon sedih sambil memegang perutnya.
"oh y apa kalian tahu, tadi Jimin dan Pinky resmi sebagai pasangan kekasih. Aku senang sekali, mereka pasangan yg serasi" ucap joy penuh antusias.
"jinjja?" ucap somi dengan mata yg membulat.
"aishh, karena saem choi kita ketinggalan moment itu" ucap sinb kecewa di ikuti dengan somi.
__ADS_1
"bahkan tadi jimin memberi pinky sebuket bunga yg indah" ucap sowon dengan mengambarkan sebesar apa buket bunga itu.
"bukankah kau lapar, makanlah cepat. Tidak kasihan kah kau dengan cacing cacing di perut kau itu?" tanya yeri sambil menyuapi mulut sowon makanan. Lalu mereka semua tertawa karena melihat mulut sowon yg di penuhi dengan makanan membuatnya tidak bisa bicara. Sementara somi memperhatikan yeri yg diam sambil menyatap makannya. Diantara mereka semua hanya somi dan yeri yg paling peka terhadap beberapa hal. Sekarang somi tahu yeri sedang tidak baik baik saja.
'sejauh apa pun aku menghindar tetap saja aku melihat moment itu. Moment yg membuat harapanku hilang seketika. Seperti debu yg tertiup angin. Menghilang begitu saja. Sakit, pasti sakit.'
'Melihat orang yg kau sukai memberikan bunga kepada wanita lain didepan mata mu. Apakah ini cinta bertepuk sebelah tangan? Tidak, aku bodoh, aku sudah tahu dia menyukai wanita lain tpi tetap saja....'
Aku bahagia melihat dia bahagia. Selamat....semoga perasaanku pada mu bisa gugur seperti dedaunan yg berguguran dan meninggalkan sang pohon."
****
"tae, kenapa kau belum pulang?" tanya sinb yg sedang membawa beberapa buku ditangannya.
"ah, aku sedang menunggu seseorang" ucap tae dengan tangannya yg mengaruk garuk kepalanya yg tidak gatal
"oh, kalau begitu aku duluan" jawab sinb sambil berjalan melewati sinb
"memangnya apa urusannya denganku?" tanya sinb dengan nada kebingungan.
"aku menunggu mu" ucap tae.
"aku? Ada apa?" tanya sinb sambil berhenti berjalan.
"aku mendapat tiket gratis ke taman hiburan untuk dua orang" ucap tae dengan tersenyum membuat siapa saja yg melihat akan menjerit jerit minta di jadikan kekasihnya.
"lalu?" tanya sinb dengan penuh kebingungan.
"kenapa kau jadi wanita sangat tidak peka" ucap tae pelan sambil tersenyum kecut.
__ADS_1
"apa yg kau katakan?" tanya sinb sopan "aku tidak mendengarnya" sambung sinb.
"karena aku belum kenal siapa siapa dan cuman kau yg kukenal, jadi aku ingin mengajak mu ke taman hiburan bersamaku" ucap taehyung sambil tersenyum.
"aku?" tanya sinb sambil menunjuk dirinya.
"hmm, aku tunggu di depan gerbang taman hiburan, besok pukul 2 siang. Jangan telat" ucap taehyung "sampai jumpa besok" sambung tae dan melangkah pergi meninggalkan sinb.
"tapi...."ucap sinb namun tae sudah jauh "y sudahlah, lumayan gratis" sambung sinb tersenyum.
'apa aku terlihat seperti wanita bodoh tadi, di hadapan tae? Aishh sudahlah, jadi wanita harus jual mahal. Tapi kenapa dia harus tersenyum seperti itu? Membuat jantungku hampir copot saja' batin sinb sambil berjalan ke halte.'
***
'apakah dia tidak peka atau bodoh? Tapi dia snagat manis dan imut' ucap tae dalam hati sambil berjalan dan kemudian tersenyum.
"kenapa kau tersenym? tersenyum sendiri seperti orang gila?" tanya seseorang yamg berhasil mengangetkan taehyung.
"kau seperti hantu, bagaimana dengan tadi? Apa berhasil? Apa dia menerima mu?"
"coba tebak" jawab pemuda yg ditanyai oleh taehyung.
"hei beri tahu aku..." ucap taehyung sedikit kesal.
"sudahlah bibi sudah lama menunggu mu, ayo pulang" jawab nya sambil berjalan meninggalkan taehyung.
"yaaa....PARK JIMIN, ingat aku yg membantumu memilih bunga itu" ucap taehyung dengan nada kesalnya sambil menyamai langkahnya dengan Jimin.
****************************
__ADS_1
TBC
Thanks udh mampir😉🤗♥♥♥