
"keputusan yg kuambil tanpa kusadari membuatnya terluka, aku dengan sengaja menghunuskan pedang tepat ke jantungnya"
*****
Pagi yg cerah, tanda perjuangan untuk masa depan di mulai. Murid murid sudah ramai memasuki gerbang sekolah dan menuju kelas masing masing.
Diruang kelas dengan nuansa putih sudah di penuhi oleh penghuni masing masing. Saatnya pelajaran yg membosankan dimulai bagi yg tidak menyukainya. Namun, sangat menyenangkan bagi yg menyukainya.
"sowon, apa kau sudah membuat tugas dari saem choi?" tanya taehyung kepada sowon sambil berbisik.
"sudah" jawab sowon singkat sambil meyerahkan buku tugasnya kepada taehyung.
Taehyung pun tersenyum, kemudian mengambil tugas sowon dan menyalin semunya. Sowon hanya bisa diam, dia sudah terbiasa dengan kelakuan taehyung. Sudah 2 minggu taehyung menetap di kelas itu.
Sudah hampir 2 minggu pula taehyung dan sowon akrab satu sama lain. Sowon heran dengan taehyung, padahal dia pintar tapi kenapa selalu menyontek tugas kepada sowon.
Bel istirahat pun berbunyi, semua siswa berhamburan ke kantin. Merasa terbebaskan dari pelajaran pelajaran yg membosankan.
"sinb bagaimana perkembangan hubunganmu dengan taehyung?" ucap somi
"ya, bagaimana? Apa taehyung sudah mengutarakan isi hatinya?" tanya joy sambil menatap lekat sinb.
"y, beberapa hari yg lalu, bukankah kau dengannya ke taman hiburan" ucap yeri ikut memojokkan sinb.
"kalian bicarain apa?" ucap sinb cuek sambil memakan makannya.
"hey, lihat itu siapa" ucap sowon sambil memlirik kearah pintu masuk kantin.
__ADS_1
"bukankah itu kim taehyung, apa dia akan menuju kesini?" ucap joy sambil melirik sinb. Sementara wajah sinb mulai memerah dan jantungnya mulai tak karuan.
"tapi, kenapa taehyung berjalan bersama jimin?" tanya somi bingung.
"tidak tahu, tanya saja langsung" jawab yeri acuh.
Taehyung dan jimin pun berjalan ke meja meraka. Lalu medudukan pantatnya di kursi yg kosong didekat mereka berlima.
"apakah kami boleh bergabung?" tanya jimin sambil tersenyum manis khasnya. Membuat jantung yeri sedikit tak karuan.
'aishh, pabo. Jangan tersenyum seperti itu. Membuat aku susah berpaling' batin yeri.
"oh tentu boleh," ucap sowon.
Sementara sinb menjadi salah tingkah dan berusaha tidak peduli. Namun, sahabatnya tahu jika sinb sedang berusaha untuk menyembunyikan perasaanya. Bahkan jimin juga tahu akan hal itu. Tapi kenapa dia tidak peka terhadap yeri?.
******
"tidak tahu" jawab taehyung singkat.
"jika kau hanya main main dengan sinb, maka menjauhlah" ucap Jimin tegas sambil mengganti baju.
"hey, ayolah. Jangan terlalu serius" ucap taehyung santai sambil melempar bola ke dinding.
"aku sudah menggap mereka berlima sebagai adikku sendiri, jadi jika kau menyakiti mereka maka kau akan berurusan denganku" ucap jimin sambil mengantungkan baju sekolahnya. Taehyung hanya menaikkan bahunya acuh.
"oh ya bagaimana hubungan mu dengan pinky?" tanya taehyung.
__ADS_1
"lancar lancar saja" jawab jimin sambil duduk di atas kursi meja belajarnya. "kenapa?" tanya jimin
"tidak apa apa, aku hanya bertanya" ucap taehyung.
"apa kau menyukai sinb?" tanya jimin kembali.
"tidak, sepertinya dia yg terlalu terbawa suasana?" ucap taehyung enteng.
"yaaa...sudah kukatkan..."belum sempat jimin menyelesaikan kata katanya, taehyung langsung memotong perkataan jimin "jangan menyakiti mereka, lalu bagaimana dengan yeri? Bukankah kau sangat menyayanginya?" ucap taehyung menatap jimin sinis "bukankah kau tahu dia menyukaimu?" sambung taehyung.
"aku punya alasan akan itu" ucap jimin sambil menatap kearah jendela.
"alasan apa? Katakan" ucap taehyung "dan kenapa kau menjadikan pinky sebagai kekasihmu, bukankah kau tidak menyukainya?" sambung taehyung.
"kalau masalah yeri bukankah kau sudah tahu, dan pinky, karena dia juga menyukai ku dan dia wanita yg baik, kalau masalah perasaan bisa tumbuh seiring berjalan waktu" ucap jimin "oleh karena itu bertanggung jawablah pada sinb, aku mengenal sinb. Dia sangat jarang menyukai orang, kau beruntung bisa disukai oleh wanita seperti dia" sambung jimin.
"bukankah kau juga beruntung di sukai oleh yeri" ucap taehyung santai.
"terserah kau saja" ucap jimin kesal lalu pergi meninggalkan taehyung.
'aku terlalu menyayanginya sehingga aku takut kehilangannya. Oleh karena itu, aku menyakitinya agar hubunganku dengannya bertahan lama'
'keputusan yg kuambil tanpa kusadari membuatnya terluka, aku dengan sengaja menghunuskan pedang tepat ke jantungnya demi sebuah hubungan adik kakak'
'aku menyayanginya dan aku tidak ingin melukainya lebih dalam lagi, oleh karena itu aku berharap penyembuh luka untuknya segera datang'
'dan semoga dengan kedatangannya luka yg ku buat bisa menghilang. Semoga ia tidak menyembuhkan sebentar dan kembali menambah luka yg lebih besar. Semoga saja tidak'.
__ADS_1
TBC.....
Gomawo♥♥🤗