Cinta?

Cinta?
Tersenyumlah


__ADS_3

'mulai sekarang tersenyumlah untuk dan karena ku'


****


Sebuah tempat yg jauh dari kata bising. Tempat yeri menghabiskan waktunya jika ingin sendiri. Perpustakaan adalah rumah kedua baginya jika dia sedang dalam keadaan tidak baik baik saja. Dengan earphone menempal di telinganya dan buku ditangannya. Membaca setiap huruf yg terusun menjadi sebuah kalimat yg tertera pada buku yg ia baca sambil mendengarkan musik.


"cewek pendek" bisik jungkook ketelinga yeri sambil membuka earphone yg menempel ditelinga yeri, membuat kegiatan membaca gadis itu terhenti. Yeri pun menoleh ke arah jungkook. Jungkook memberikan senyuman ala kelinci khasnya. Namun hanya tatapan membunuh yg ia dapatkan dari gadis itu.


"bukankah sekarang malam minggu? Kenapa kau disini?" Tanya jungkook.


"bukan urusanmu, pergilah!" balas yeri ketus sambil melanjutkan kegiatannya yg terhenti karena kehadiran jungkook.


Jungkook pun tersenyum kecut, kemudian menutup buku yeri dan menarik tangan yeri. Jungkook membawa yeri keluar dari perpustakaan. Sementara yeri hanya pasrah. Jujur dia tidak mempunyai tenaga sekarang untuk berdebat dengan jungkook.


Jungkook terus membawa yeri ke suatu tempat. "kita sampai" ucap jungkook setelah sampai ketempat tersebut dan melepaskan tangan yeri.


Yeri terdiam dan melihat sekitar "tempat apa ini? Ini sangat indah" ucap yeri kagum. Sebuah pantai dengan deburan ombak yg cantik ditambah dengan pantulan lampu lampu kapal nelayan yg menambah kesan indahnya. Pasir yg begitu halus, pemandangan yg membuat mata sejuk dan terasa damai.

__ADS_1


"tempat yg selalu kudatangi jika aku sedang ingin sendiri atau pun sedih" ucap jungkook dengan senyuman yg sedikit kecut. Lalu yeri menatap jungkook dengan menaikkan satu alisnya. "sekarang aku sedang tidak sedih" sambung jungkook membalas tatapan yeri.


"oh" ucap yeri singkat


"teriaklah"ucap jungkook menatap lurus kedepan. "jika kau sedih teriaklah, kata orang jika kau teriak maka kesedihan kau akan terasa sedikit lega" sambung Jungkook sambil menatap yeri.


"tapi aku sedang tidak sedih" ucap yeri sambil menatap deburan ombak yg menghempas batu karang.


"jangan berbohong aku bisa melihat dari pancaran matamu" ucap Jungkook menatap yeri kemudian menatap ke arah ombak "AAAA.......KENAPA HIDUP INI TERASA BERAT?!!!" teriak jungkook kemudian menatap ke yeri.


Jungkook menemani yeri melepaskan rasa sedihnya. Membiarkn gadis itu membagikan kesedihannya kepada semesta. Meski semesta tidak akan pernah peduli.


Jungkook sangat menikmati setiap moment yg diciptakan oleh tuhan malam ini. Bagaimana ia menikmati senyuman yg gadis itu ciptakan, senyuman yg begitu manis didukung oleh angin pantai yg membuat rambut gadis itu melambai lambai menambah kesan sempurna di mata jungkook. Bagaimana ia tidak menikmati itu. Ia sangat menikmatinya bahkan tatapan jungkook tak pernah lepas dari gadis itu. Gadis yg berada di sampingnya sekarang sambil meneriaki semesta yg memilih diam.


'Tersenyumlah, kau terlihat sangat cantik jika tersenyum seperti itu. Tapi jangan terlalu sering karena jantung ku belum terbiasa menerimanya. Setiap kau tersenyum, jantungku menjadi berdegub tak karuan.


'Dan jangan pernah tersenyum kepada pria selain aku, itu akan membuat aku mempunyai saingan. Karena setiap senyuman mu mampu membuat siapa saja jatuh hati.'

__ADS_1


'Oleh karena itu, biarkan aku saja yg jatuh hati terus menerus pada mu. Aku akan membuat mu tersenyum kepadaku, untukku dan karenaku'


***


Setelah selesai menghabiskan waktu bersama Jungkook. Yeri melangkah kan kakinya menuju sebuah tempat yg sangat ingin ia datangi sekarang. Ia ingin menceritakn semuanya kepada seseorang yg setia menghuni tempat itu.


Yeri pun sampai ditempat itu. Didepan pintu yg bertuliskan angka 307. Yeri mengenggam ganggang pintu itu. Sebelum masuk ia menarik napas dan membuangnya. Lalu ia langkahkan kaki munggilnya dan tidak lupa dengan sebuah senyuman.


"annyeong eomma".


******


TBC....


Jgn lupa tinggalkan komen dan saran, author butuh saran dari kalian ♥


Thanks♥

__ADS_1


__ADS_2