Cinta?

Cinta?
14


__ADS_3

"ayah, aku rasa aku tidak menyukai zian, entah mengapa setelah melihat wajah nya aku menjadi sangat tidak suka dengan nya" ucap ayana "ayah, sesuai dengan apa yang ayah katakan kelada ku bahwa jika aku tidak menyukai nya, maka perjodohan ini tidak akan terjadi bukan?" tanya ayana


"emm... nak, apa tidak sebaik nya kau mengenal nya dulu lebih dalam? karena ayah rasa kau tidak menyukai nya hanya karena kau belum mengenal dan belum faham dengan sikap serta kepribadian zian" ucap wijaya


"ayah, bukan kah ayah berjanji waktu itu?" ucap ayana mengingat kan ayah nya akan janji nya soal perjodohan ini waktu itu


"baiklah nak, ayah akan mengatakan penolakan ayah terhadap keluarga zian" ucap wijaya tersenyum paksa.


"ayah kau tahu aku tidak bisa melihat mu sedih, aku sangat menyayangi ayah, aku tidak mau mempermalu kan ayah, apalagi menentang keinginan ayah. dan jika memang menurut ayah dia pantas untuk ku maka aku akan mencoba menerima nya" ucap ayana tertunduk


tuan wijaya tidak tega melihat anak nya seperti itu


"kau adalah putri ku satu² nya. segala keinginan mu ayah anggap perintah untuk ayah nak. jika kau tidak mau berhubungan dengan zian, maka ayah akan memutus kan nya segera" ucap wijaya yakin

__ADS_1


mendengar itu ayana langsung memeluk ayah nya "terima kasih ayah, i love you" ucap ayana


"we love you to sayang" ucap ibu yang juga langsung memeluk putri dan suami nya


...****************...


"nak, boleh kakek menanyakan sesuatu?" tanya kakek kepada riko


"apa yang ingin kakek tanyakan? tanyakan saja aku tidak keberatan" ucap riko


"tanya kan saja kek, aku akan menjawab nya selagi aku mengetahui jawaban atas pertanyaan kakek tersebut. aku sudah menganggap kakek sebagai orang tua ku sendiri, dan aku tidak merasa harus menjaga rahasia dengan keluarga ku" ucap riko


kakek menatap riko dengan tatapan yang sulit di artikan

__ADS_1


"nak, apa kau mengetahui siapa orang tua kandung mu?" tanya kakek


riko nampak menghela nafas,


"aku tidak tahu kek, aku bahkan tidak pernah melihat wajah mereka sama sekali. jangan kan melihat wajah mereka, mendengar cerita nya pun aku tidak pernah" ucap riko


kakek nampak prihatin dengan riko, hingga akhir nya ia memberani kan diri untuk bertanya "nak, apa kedua orang tua angkat mu tidak pernah mengatakan apapun kepada mu tentang orang tua mu?" tanya kakek


"entah lah kek, ibu pernah menceritakan kepada ku bagaimana bapak dan ibu menemukan ku saat itu.........(riko menceritakan semua nya kepada kakek)" cerita riko


"lalu apa kedua orang tua angkat mu tidak menemukan apapun saat menemukan mu waktu itu?" tanya kakek penasaran


sebenar nya kakek widodo punya feeling kalau riko adalah anak dari rekan bisnis nya yang saat itu pernah menolong nya saat perusahaan kakek sedang dalam masa² hampir bangkrut, karena ia melihat garis wajah riko seperti tidak asing baginya. namun ia tak berani menyimpul kan sendiri sebelum ada bukti

__ADS_1


"ibu pernah bilang, bahwa saat ibu menemukan ku, aku memakai sebuah kalung yang bandul nya berbentuk bulan sabit, dan ia menemukan sebuah kertas yang bertulis kan nama riko, maka dari itulah ibu memberiku nama riko" ucap nya


__ADS_2