Cinta?

Cinta?
22


__ADS_3

dikamar, riko nampak gelisah memikir kan perasaan nya karena saat memandang wajah ayana tadi saat ia akan melangsung kan ijab qabul jantung nya berdegup kencang, bahkan tadi saat ia di minta untuk mencium kening ayana, ia lebih baik melengos dan melihat ke arah lain agar tidak melihat wajah ayana, ia tidak mau jika sampai muncul perasaan iba pada dirinya jika ia melihat wajah ayana, karena tujuan nya menikahi ayana adalah untuk membalas kan dendam kedua orang tua nya.


kepala nya pusing saat memikir kan itu, akhir nya ia memutus kan untuk mandi, selesai mandi ia langsung mengganti pakaian nya dan duduk di sofa kamar nya, menunggu ayana. tak lama yang di tunggu pun datang


tok... tok...


lama ayana mengetuk pintu namun tak ada jawaban, ia langsung memasuki kamar dengan pelan karena takut riko akan terganggu. saat masuk ke kamar ia melihat sekeliling mencari sang tuan kamar, dan pandangan nya berhenti pada sofa di kamar itu yang saat ini di duduki oleh riko,


ayana menatap riko tak berkedip, ia mengagumi ketampanan riko yang benar² tampan di matanya,

__ADS_1


ya allah kenapa pernikahan ini harus di awali dengan perkara yang tidak baik seperti ini? andai saja pernikahan ini tidak berawal dari balas dendam, hamba janji walaupun hamba tidak benar² mencintai nya, tapi hamba akan mengabdi dengan sukarela terhadap nya. batin ayana


riko melihat ayana berdiri mematung dan memandang kearah nya, ia memandang ayana dengan takjub karena ayana benar² cantik dengan gaun pengantin yang ia kenakan


kenapa tuhan? kenapa dia harus menjadi anak dari musuh terbesar ku? jika saja pernikahan ini terjadi karena cinta maka aku berjanji untuk menjaga dan melindungi nya bahkan dengan nyawa ku sekali pun, tapi... kenyataan nya adalah kamu putri dari musuh besar ku, aku berjanji tidak akan pernah membiar kan mu bahagia selama nya, aku akan membuat mu merasakan susah nya hidup yang sebenar nya, hingga kau menyerah dan memilih mengakhiri hidup mu dengan sendiri nya. batin riko, riko segera memasang wajah datar nya


"apa yang kau lihat, kau ingin mata mu itu aku keluar kan dari tempat nya, haa?" bentak riko


"mas?" riko bertanya sambil menyungging kan smirk nya lantas tertawa terbahak bahak

__ADS_1


"siapa yang mengizin kan mu memanggil ku dengan sebutan menjijikan itu, ingat kau bukan siapa siapa disini jadi jangan pernah bertindak layak nya orang dekat ku, kau memang istri ku secara agama dan secara hukum, tapi tidak dengan hati ku, karena sampai kapan pun kau adalah putri dari musuh terbesar ku, ingat itu! jadi jaga batasan mu" ucap riko penuh penekanan


mendengar itu entah mengapa membuat hati ayana terasa sakit sekali,


apa ini? kau harus kuat ayana, ini baru permulaan mu, setelah ini akan lebih banyak lagi hal yang harus kau lakukan untuk nya, kau harus menjadi babu nya demi keselamatan keluarga mu, ingat itu" peringat ayana pada diri nya sendiri


"hei! apa kau bisu dan tuli?" tanya riko dengan amarah karena dari tadi ayana bengong tidak merespon perkataan nya


"maaf tuan, saya mendengar semua yang tuan katakan, dan saya berjanji bahwa saya akan menjaga batasan saya" ucap ayana

__ADS_1


"bagus, sekarang juga bersih kan kamar ini, jangan sampai ada 1 kelopak bunga pun tertinggal disini, dengar itu" ucap riko dan langsung keluar dari kamar meninggal kan ayana sendiri


__ADS_2