Cinta?

Cinta?
24


__ADS_3

"tu.. tuan maaf" ucap ayana menunduk, karena ia merasa bahwa ia mungkin telah berbuat salah karena melihat raut wajah datar tanpa ekspresi yang di tunjukan riko


riko masih setia dengan wajah datar nya


"untuk kali ini saja, aku membiar kan mu memakai kamar mandi ku, tapi tidak untuk lain kali, setelah ini beres kan semua barang² mu dan ingat jangan sekali² kamu menyentuh barang² ku, ingat itu! sampai kau menyentuh barang² ku, maka siap² saja karena aku tidak akan membiarkan tangan kotor mu utuh lebih lama lagi" ucap riko penuh penekanan


ayana bingung, memberes kan pakaian? apa maksud nya? akhir nya ayana memberanikan diri untuk bertanya


"tuan maaf, apa maksud tuan untuk memberes kan pakaian ku? apa.... " tanya ayana menunduk


"apa? apa yang kau fikir kan ha? kau fikir aku akan mengusir mu begitu?" tanya riko


"jangan pernah berharap untuk terbebas dari ku, karena sekali kau sudah terjerat maka selama nya akan seperti itu. aku tidak akan melepas kan mu sebelum aku puas dengan penyiksaan ku terhadap mu, hingga akhir nya kau memilih untuk mengakhiri hidup mu" sinis riko

__ADS_1


jedarrr...


bagai di sambar petir di siang hari, entah mengapa hatinya begitu sakit saat mendengar itu


dia akan menyiksa ku hingga aku yang memutus kan untuk mengakhiri hidup ku? ayahhh betapa luar biasa penyiksaan mu terhadap keluarga nya, hingga kini ia balik menyiksa ku untuk memuas kan balas dendam nya


entah saat mendengar kata² sinis yang dilontar kan riko, membuat hati ayana begitu sakit sekali, bahkan ia ingin menangis saat mendengar itu, namun sebisa mungkin ia tahan agar tangis nya tak pecah


"maafkan saya tuan, saya akan memberes kan pakaian saya segera" ucap ayana lalu segera pergi menuju lemari pakaian nya dan mengemasi nya


kini mereka tiba dirumah yang di maksud oleh riko, rumah yang sangat sederhana, dan yang lebih dahsyat lagi ternyata rumah itu berada di pelosok kota, butuh sekitar 2jam perjalanan untuk mencapai nya. rumah itu hanya terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga & dapur, dan 2 ruang kamar yang sangat kecil


mereka langsung memasuki rumah tersebut, ayana melihat isi rumah nya yang benar² jauhh dari kata mewah.

__ADS_1


rumah kayu tua yang di perkirakan ayana bahwa rumah ini sudah lama tidak di huni, peralatan dapur yang terlihat sangat kuno, bahkan tidak ada kompor disana, disana hanya tersedia sebuah tungku dengan beberapa potong kayu bakar.


riko melihat wajah ayana yang tidak bisa ia jelaskan apa arti tatapan nya pada rumah tersebut, riko menyungging kan senyum sinis nya seolah mengatakan


disini lah penderitaan mu di mulai batin riko


ayana masih mengamati setiap sisi rumah itu, rumah itu benar² akan menjadi saksi atas penderitaan yang ia alami, fikir ayana


"kamar mu di ujung sana" tunjuk riko pada kamar yang berada di ujung ruangan itu, lebih tepat nya di samping dapur


"baik tuan" jawab ayana


ayana langsung berjalan menuju kamar nya, ia membuka pintu kamar nya dan terlihat lah kamar yang sangat kecil, kumuh, ayana rasa ini adalah bekas gudang, entah gudang apa. disana hanya tersedia satu lemari kecil, ia membuka lemari itu dan melihat ada 1 buah kasur lantai yang sudah sangat tua bahkan bisa di bilang bahwa kasur itu sudah tidak layak pakai.

__ADS_1


ayana segera membersih kan kamar nya hingga benar² bersih, ia menaruh pakaian nya di lemari dan menggelar kasur nya


__ADS_2