
"nyonya terlalu banyak mengkonsumsi pedas tuan, hingga asam lambung nya kumat, namun tenang saja saat ini keadaan nyonya sudah baik baik saja karena saya sudah memasukan obat kedalam infus yang sudah saya pasang. sebentar lagi nyonya akan sadar tuan dan dia pasti akan merasa lebih segar" ucap dokter ber nametag dea itu
mendengar pernyataan itu, muncul rasa bersalah dalam hati riko
"baiklah, kalau begitu terima kasih. jack antar kan dia pulang" ucap riko
setelah kepergian jack, riko langsung menggendong ayana kembali ke kamar nya. riko tidak mau kalau sampai ayana besar kepala nantinya karena bisa tidur di kamar riko.
riko menggendong ayana dengan kedua tangan nya sedang kan kaki riko ia gunakan untuk mendorong gantungan infus
setelah sampai di kamar ayana, riko langsung merebah kan ayana di kasur nya.
riko mengamati wajah ayana dengan dalam, ia benar benar mengagumi kecantikan ayana.
lama riko memandang wajah ayana, riko bermaksud untuk keluar dari kamar ayana karena takut ayana menyadari akan keberadaan nya, namun entah mengapa ia merasa tidak tega meninggal kan ayana.
akhir nya riko meredam rasa egois nya dan memilih membaring kan diri di samping ayana, diatas kasur yang sangat tidak nyaman itu
__ADS_1
apakah aku keterlaluan menempat kan dia disini? batin riko
riko terus memandangi wajah tenang ayana hingga ia pun terlelap kedalam mimpi nya.
*
ayana mengerjap kan mata nya perlahan, menyesuai kan pencahayaan di ruangan itu.
setelah kesadaran nya terkumpul sepenuh nya, ia baru menyadari bahwa ia tidak tidur sendiri karena ia mendengar dengkuran halus di sebelah nya, ia langsung menengok ke arah sumber suara dan betapa terkejut nya ayana mengetahui bahwa riko tidur bersama nya
ayana memandangi riko, tak terasa air mata nya keluar begitu saja, di tengah keasikan ayana memandangi wajah riko, tiba tiba riko menggeliat,
riko bangun dari tidur nya dan memandang kearah ayana. riko tidak merasakan ketidak nyamanan tidur di kasur itu, namun ia yakin bahwa ayana pasti merasa tidak nyaman, karena selama ini ayana di besar kan di keluarga yang berada, sedang kan riko memang dari awal di besar kan oleh ibu asuh nya dengan kemiskinan & penderitaan.
apa selama ini dia nyaman tidur disini? dia tidur di kasur tidak nyaman ini selama beberapa hari terakhir ini namun ia tidak pernah mengeluh, kenapa dia melakukan ini? aku yakin bahwa dia tidak nyaman berada di tempat kumuh dan sempit ini, tapi dia tetap menjalani hari nya dengan baik.
betapa jahat nya aku menyiksa nya, apa bedanya aku dengan ayah nya yang sudah menyiksa ibu ku? aku benar benar menjijikan.
__ADS_1
aku sangat membenci ayah nya karena telah berani menyiksa ibuku, lalu apa ini? aku malah menyiksa nya, anak yang tidak tahu apa apa.
riko mengusap wajah ayana dengan penuh perasaan, kemudian ia mencium kening ayana. ayana terperanjat dengan tindakan riko barusan, namun ia mencoba bersikap senormal mungkin agar riko tidak mengetahui bahwa dirinya hanya berpura pura tidur
"maaf kan aku" ucap riko
"aku berjanji akan menebus semua nya, aku tidak akan memperlakukan mu dengan buruk lagi. aku tahu kesalahan ku" ucap riko sedih
ayana merasakan hati nya mencelos mendengar pernyataan riko, ia bahkan tidak bisa membendung air mata nya untuk tidak menetes.
riko menyadari bahwa ada air mata di mata ayana yang masih terpejam
"sayang, kau kenapa?" ucap riko panik
persetan dengan dendam fikir riko, saat ini yang menjadi titik fokus nya adalah rasa cinta nya kepada ayana
untuk pertama kali nya riko memanggil ayana dengan sebutan sayang, rasa cinta benar benar mengalah kan ego nya.
__ADS_1
riko mengguncang tubuh ayana untuk menyadar kan nya, ayana langsung membuka mata nya dan bbrrruuukkkk.... ayana langsung memeluk riko dengan erat, riko membalas pelukan ayana dengan suka rela. ia benar benar bahagia karena ayana memeluk nya