
benar saja, belum saja makanan itu habis ia sudah meringis menahan sakit di perut nya yang terasa di iris iris. namun ayana berusaha untuk tetap menghabis kan makanan nya
setelah makan nya habis, ayana sebisa mungkin mencuci piring terlebih dahulu, setelah mencuci piring barulah ia kembali ke kamar nya.
di kamar ayana benar benar kesakitan, perut nya melilit seakan akan isi perut nya di tarik dengan paksa, dan terasa bagai di iris iris oleh belati tajam.
ayana duduk di kasur nya mengambil bantal yang biasa ia gunakan, ia menaruh bantal itu di pangkuan nya dan menundukan badan nya, menumpukan kepala nya pada kasur dan menjadikan bantal itu sebagai tumpuan perut nya untuk meredam rasa melilit yang di timbul kan dari makanan yang tadi ia makan
__ADS_1
lama ia di posisi itu, keringat dingin membasahi wajah nya. ia benar benar tidak bisa memasak, dan tadi saat ia mencoba mencicipi rasa dari masakan nya, ia tidak merasa adanya rasa pedas, hingga akhir nya ia menambah kan lagi cabai dengan jumlah yang sedikit banyak, dan inilah yang terjadi sekarang
sedang kan riko setelah tadi ia menyiksa ayana, ia segera pergi dari rumah itu, ia melajukan mobil nya menuju kota, ia menancap gas dengan kecepatan penuh, dan hanya butuh waktu satu jam ia sudah tiba di apartemen nya. riko menenangbkan dirinya disana, hati nya benar benar tidak bisa melihat raut wajah ayana yang kesakitan dan menahan kesedihan seperti itu, setiap kali ia melihat wajah ayana dalam keadaan sedih seperti itu ia selalu merasa bahwa dirinya sudah sangat menyakiti ayana.
riko sadar bahwa saat ini ia telah mencintai ayana, tapi ia tidak bisa melupakan bagaimana tersiksa nya ibunya dulu saat tuan wijaya menyiksa nya, ia benar benar ingin menghapus rasa cinta nya ini.
ia tidak mau terjebak cinta yang salah, ya riko menganggap ini adalah cinta yang salah. bagaimana bisa ia mencintai wanita dari keluarga yang sangat ia benci, ia benar benar akan menanam kan keegoisan dalam dirinya agar rasa cinta nya tak kian membesar
__ADS_1
"kenapa? kenapa aku tidak bisa melihat wajah menyedih kan itu? mengapa perasaan ini harus tumbuh? ini sungguh menyiksa ku" teriak riko
riko melempar semua barang yang ada di ruangan itu, riko hanya meredakan amarah nya dengan cara itu, ia tidak seperti laki laki di luar sana yang jika merasa emosi maka mereka akan meminum minuman keras, tapi hal itu tidak berlaku untuk Riko, jika ia emosi maka Riko hanya akan meredamnya dengan cara marah-marah.
setelah merasa sedikit tenang Riko keluar dari apartemennya dan kembali lagi ke desa tempat ayana tinggal. saat sampai di rumah, Rico langsung memasuki rumah dan mencari sosok yang cukup ia rindukan, Riko benar-benar terluka saat melihat Ayana Tersakiti oleh perlakuannya.
Riko mencoba mencari Ayana di kamar dan benar saja, iya melihat ayana masih dengan posisi yang sama yaitu membungkuk dengan bantal yang berada di pangkuan nya, rico sedikit heran melihat kelakuan ayana tersebut.
__ADS_1
rico memperhatikan ayana dari pintu kamar ayana, iya melihat tidak ada pergerakan dari ayana, riko menjadi takut terjadi sesuatu terhadap ayana. baru saja iya akan melangkahkan kakinya untuk melihat keadaan ayana namun ia menghentikan karena takut ayana mengetahui akan kekhawatiran nya.
hingga akhirnya ia memilih untuk kembali ke kamarnya meninggalkan ayana seorang diri