
Riko memasuki kamarnya duduk di ujung ranjang dengan hati yang tidak bisa ia jelas kan.
ia benar benar khawatir dengan keadaan ayana, ia takut terjadi sesuatu kepada ayana.
riko merebahkan tubuh nya dan mencoba memejam kan mata nya untuk menghilang kan ke khawatiran nya itu, namun tidak bisa. ia tidak bisa tidur, otak nya selalu memikir kan ayana
mengapa tadi dia meringkuk seperti itu? apa dia sakit? untuk bantal tadi, kenapa dia menaruh bantal di perut nya dan bertumpu seperti itu? batin riko
riko masih mencari cari jawaban atas pertanyaan nya, dan sedetik kemudian ia baru ingat bahwa tadi ia menyuruh ayana untuk menghabis kan makanan yang sangat pedas itu.
"apa dia benar benar memakan makanan itu? tapi kenapa? bukan kah dia bisa membuang nya, karena aku langsung pergi meninggal kan nya tadi. jadi dia pasti tidak sebodoh itukan? tidak mungkin ia memakan makanan pedas itu"
karena penasaran akhir nya riko keluar dari kamar nya untuk memeriksa apakah benar ayana memakan makanan itu.
saat tiba di dapur ia melihat semua piring dan alat masak sudah tertata rapi di tempat yang seharus nya.
__ADS_1
apa mungkin dia menghabis kan nya? riko benar benar panik, ia mencari cari di tempat pembuangan sampah, karena mungkin saja setelah kepergian nya tadi, ayana langsung membuang makanan itu, namun nihil.
riko mengacak rambut nya frustasi dan langsung pergi ke kamar ayana.
ia membuka pintu kamar ayana pelan pelan karena takut ayana terbangun. ia mendekati ayana lalu meneliti apa yang di lakukan ayana, ia tidak bisa melibat wajah ayana karena ayana membenamkan wajah nya di kasur.
dengan mengumpul kan keberanian nya, riko mencoba untuk membangun kan ayana, tapi ia tetap bersikap datar karena takut jika ayana bangun dan melihat yang membangun kan nya adalah riko, maka ayana akan besar kepala nanti nya
"enak sekali kamu ya, main tidur seenak nya" ucap riko
"bangun" ucap nya sambil menyentuh badan ayana untuk mengguncang nya,
riko terkesiap dengan apa yang dilihat nya, ia melihat dahi ayana di penuhi keringat, ia memberani kan diri untuk menyentuh dahi ayana dan ia merasa kan bahwa dahi ayana sangat dingin. riko panik, tanpa aba aba ia langsung menggendong ayana menuju kamar nya. ia akan membawa ayana ke tempat yang sedikit lebih layak
riko segera menghubungi jack untuk membawa dokter dan memeriksa keadaan ayana, setelah cukup lama menunggu, akhir nya jack sampai di rumah bos nya itu dengan membawa seorang wanita, yang riko yakini adalah seorang dokter. riko mengarah kan dokter itu ke kamar nya, di ikuti oleh jack.
__ADS_1
dokter itu terkejut dengan apa yang ia lihat, bagaimana mungkin ada kamar mewah di dalam gubuk reyot ini, fikir nya.
ia tahu siapa riko sebenar nya, tapi yang ia heran adalah bagaimana bisa ada ruangan mewah di dalam gubuk ini.
namun tidak dengan jack, ia nampak biasa saja karena memang ini semua dialah yang menyiap kan
dokter itu kembali tersadar akan tujuan nya datang kemari, ia dengan segera mengecek keadaan ayana
"bagaimana keadaan nya?" tanya riko
riko benar benar khawatir akan keadaan ayana, dan jack dapat melihat jelas akan kekhawatiran bos nya itu. ia senang akhir nya riko mengkhawatir kan ayana karena itu artinya riko sudah mencintai ayana.
jack memang sedikit tidak suka dengan keluarga ayana karena kejadian di masa lalu, walaupun ia tidak tahu cerita yang sebenar nya tentang kejadian masalalu keluarga riko, tapi ia sedikit memahami itu karena mendengar cerita dari kakek widodo. namun ia tidak suka jika riko bertindak kasar kepada ayana karena ia tahu ayana tidak tahu apa apa tentang semua ini
"dia baik baik saja tuan" jawab dokter itu
__ADS_1
"lalu?" tanya riko
ia tidak puas dengan apa yang di katakan dokter itu