Cinta Dalam Suara

Cinta Dalam Suara
Episode 10


__ADS_3

"Yasmin, kamu gak apa-apa? ada apa? kamu kenapa !" Tanya nya cemas dengan pertanyaan beruntun sambil ikut berjongkok di depanku.


Akupun mendongak dan melihat laki-laki dihadapanku.


"Rangga, tadi ada yang ngambil tas aku," Ucapku sesengukan ketika mengetahui yang menghampiri ku adalah Rangga laki-laki yang baru aku kenal tadi. Ia pun merasa kaget sambil melihat luka di kaki dan tanganku.


"Astaga, kamu gak papa. Kemana orangnya?" Tanyanya sambil menoleh ke arah jalan mencari-cari.


"Sudah pergi, mereka naik motor," Aku merasa sedih bukan karena masalah tas ku tapi ada hp mama di dalam tas ku itu. Hp yang bisa menghubungkanku dengan kak Nada. Kini bersama dengan hilangnya HP itu pupus sudah harapan ku untuk bisa bertemu dengan kak Nada.


Aku masih menangis ketika Rangga membantuku berdiri dan mengajakku masuk ke dalam mobilnya yang sempat ia tepikan di pinggir jalan ketika melihatku tadi.


"Jangan nangis lagi ya, aku bantu obatin luka kamu," Ucap Rangga mengambil kotak P3K  yang ada di mobilnya.


"Aduh...," Aku merasa sedikit perih saat Rangga mengoles obat merah di tangan dan kaki yang luka saat aku terjatuh tadi.


"Tahan ya," Ucapnya sambil memasang perban dan plester di lukaku.


"Apa kita lapor polisi saja," Tawar Rangga yang masih melihatku bersedih.

__ADS_1


"Tidak usah Rangga, sebenarnya buatku tidak penting tas itu atau uang yang ada di dalamnya. Tapi ada benda peninggalan almarhum mamaku di sana yang sangat berarti untukku," Rangga menatapku melihat kesedihanku dan tidak bisa berkata apa-apa . Sebisa mungkin ia berusaha menghiburku sampai akhirnya Ia pun melajukan mobilnya dan mengantarkanku pulang sampai rumah.


***


"Kamu kenapa gak hubungi kakak, kamu gak apa-apa?" Ucap kak Candra terlihat gurat cemas di wajahnya ketika mengetahui ceritaku. "Dek, lain kali kalau ada apa-apa kamu hubungi kakak, aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu," Kak Candra memelukku masih tersirat khwatir padaku.


"Maaf kak, tadi ponselku ketinggalan," Ucapku.


"Ya sudah kamu istirahat. Tadi kakak sudah suruh orang buat ambil mobil kamu di surabaya, mungkin besok sudah sampai mobilnya. Tapi sementara biar kakak yang antar jemput kamu sampai luka-luka mu itu sembuh," Ucap kak Candra sembari menyelimutiku.


"Makasih ya kak," Akupun mulai mencoba memejamkan mata.


"hmm." Angguk kak Candra sambil keluar menutup pintu kamarku dengan perlahan.


Hari ini aku ada mata kuliah siang, jadi nanti saat jam makan siang kak Candra akan pulang untuk mengantarku kuliah. Sebenarnya kasihan kak Candra harus bolak balik, aku sudah menolak tapi karena kejadian kemarin kak Candra jadi sedikit posesif padaku.


Tiba di kampus akupun berjalan menuju kelasku sampai terdengar suara seseorang menyapaku.


"Yasmin..... bagaimana keadaan kamu?" Sapa Rangga berjalan mendekatiku yang terhenti.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik. Makasih ya Rangga mau menolongku," Ucapku.


"Sama-sama. Nanti pulangnya aku antar ya," Tawarnya padaku sambil menggaruk tengkuknya.


"Makasih ya tapi, aku nanti udah ada yang jemput" Tolakku. "Ya sudah Rangga, aku masuk dulu ya," Pamitku beranjak ke kelas.


"Ok," Ucap Rangga tersenyum.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2