
Yasmin Pov.
Sudah dua hari sejak percakapan yang terputus siang itu, kak Nada tidak menelpon atau SMS padaku. Akupun memberanikan diri menelpon dan mengirim SMS tapi sama sekali tak di respon. Aku sungguh bingung dan cemas, ada apa dengan kak Nada, apa dia marah padaku.
Dua hari aku gelisah, kurang tidur, makan tak teratur. Pikiranku benar-benar di penuhi dengan kak Nada, suaranya, perhatiannya, kebaikannya sungguh aku sangat merindukannya. Setiap mendengar suaranya, jantung ku berdegup kencang.
Akhirnya aku sedikit demi sedikit pun menyadari bahwa bukan hanya sekedar menyukai tapi aku telah jatuh cinta pada kak Nada.
Ku ambil sebuah kertas, akupun menulis semua perasaanku, isi hatiku padanya kucurahkan dalam sebuah syair.
CINTA DALAM SUARA
Sayang.....
Dengan mendengar suaramu aku kehilangan hatiku.
Suaramu seperti sihir...... tidak tahu kapan aku jatuh cinta.
Bahkan tanpa melihatmu cinta ini tumbuh di hatiku.
Aku merasakanmu di setiap saat.
__ADS_1
Sayang.....
Waktu terus berjalan......hanya kau yang ku ingat di siang dan malamku.
Dunia kita asing tapi tidak dengan cinta kita.
Di setiap detakan jantungku ada suaramu.
Di kesunyianku hanya ada suaramu di telingaku.
Apakah ini namanya Cinta dalam Suara.....
Aku berjanji mencintaimu selamanya.......
Hari Ini adalah hari minggu, hari ketiga dimana masih tak ada telp tak ada SMS dari kak Nada. Aku masih berada di depan hp jadulku memandang layarnya dan jari jemariku masih terus memainkan piano dalam kegundahan hatiku, air mata ku tak henti mengalir. Berbagai pertanyaan yang tak bisa ku jawab muncul di benakku.
Saat aku sudah lelah bermain piano, tiba-tiba hpku berdering. Betapa bahagianya aku di layar hpku terlihat nama kak Nada. Tanpa pikirpun aku menerima panggilan itu tak lupa ku pasang handset di telingaku.
"Halo, Assalamualaikum kak Nada," Suaraku masih sedikit serak karena habis menangis.
"Waallaikum salam. Melodi maaf selama dua hari ini aku sibuk dengan pekerjaanku," Ucapnya.
__ADS_1
"Kak Nada marah sama Melodi? Maaf ya." Pertanyaan itu ku lontarkan karena aku tidak percaya dengan alasan kak Nada. Akupun menangis.
"Hei, jangan nangis. Aku gak marah, maaf ya membuatmu sedih. Sebenarnya ada yang ingin aku beritahukan padamu tapi aku takut kamu akan marah dan tidak mau berteman lagi denganku," Ucapnya terdengar sedih.
"Ada apa kak, aku tidak akan marah. Mana mungkin aku tidak mau berteman lagi sama kak Nada, tidak mendengar suara kak Nada dua hari saja sudah membuat Melodi sedih. Katakan kak, aku akan mendengarkannya dengan baik," Ucapku sudah penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh kak Nada.
"Melodi entah apa yang akan kau pikirkan tentang aku setelah ini tapi yang jelas saat ini aku tidak bisa berbohong dengan perasaanku. Aku tidak tahu mengapa sejak pertama kali mendengar suaramu jantungku berdegup kencang, ketika mengetahui kesedihanmu, aku ingin selalu bisa menghiburmu dan melindungimu. Suaramu bisa membuat hatiku tenang," Tutur kak Nada dan aku masih setia mendengarkan.
"Saat aku mendengar seorang laki-laki menyatakan cinta padamu, entah mengapa hatiku terasa sakit, aku ingin marah, tak terima ada laki-laki lain mendekatimu terutama saat kau bilang sudah menyukai seseorang. Sungguh aku bingung dengan perasaan ku ini, aku terus bertanya-tanya pada diriku perasaan apa ini," Aku sangat senang mendengar ucapan kak Nada apalagi jantungku sudah seperti mau locat karena berdegup kencang.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....