Cinta Dalam Suara

Cinta Dalam Suara
Episode 12


__ADS_3

Entah mengapa aku merasa ada perasaan sedih saat Rangga melepas perlahan genggaman tangan kakaknya. Setelah terlepas dari genggaman tangan kakaknya Rangga, akupun memutuskan untuk pergi ke toilet saat kakak Rangga sudah siuman.


Beberapa saat setelah aku selesai dari kamar mandi, di depan pintu kamar mandi sudah ada kak Candra yang menungguku. "Dek udah malam sebaiknya kita pamit pulang, yuk." Ucap kak Candra.


"Oh ya udah kak, terus gimana dengan keadaan kakaknya Rangga tadi," Tanyaku penasaran karena ku lihat ada dokter dan banyak perawat yang sedang memeriksa kakaknya Rangga.


"Dia sudah sadar dari koma. Dokter sedang memeriksanya, sebaiknya kita pulang biar besok saja kakak kesini lagi," Ucap kak Candra dan terlihat Rangga meninggalkan kakaknya yang sedang di periksa mendekati kami.


"Rangga, aku dan Yasmin pamit pulang dulu ya," Ucap Kak Candra saat Rangga berada di depan kami.


"Kenapa buru-buru bang, kak Arya baru saja sadar," tutur Rangga.


Kak Candra memegang pundak Rangga. "Besok aku kemari lagi sudah malam kasihan Yasmin," Ucap kak Candra.


"Oh ya udah, makasih ya abang dan Yasmin udah mau menjenguk kak Arya,"


"Sama-sama, ya sudah kami pamit dulu"


Aku dan kak Candra pun beranjak dari rumah sakit itu pulang kerumah.


***


Arya Pov.

__ADS_1


Aku merasa senang dan bersemangat untuk pergi ke surabaya. Saat dalam perjalan ke surabaya, aku mengendarai mobilku sendiri. Pikiranku sudah di penuhi dengan bayangan bertemu dengan Melodi.


Sembari mengemudi, aku tak henti-hentinya menatap cincin yang akan ku berikan pada Melodi nanti, hingga aku tidak menyadari ada sebuah truk berada di depan mobilku. Aku pun membanting setir sehingga menabrak sebuah pohon besar dan mobilku terguling. Kecelakaan itu terjadi, aku sudah tidak bisa merasakan apa-apa karena aku seperti terlelap dalam tidur.


Dalam tidur aku bisa mendengar suara semua orang, orang tuaku dan adikku. Aku ingin bangun dan ikut dalam percakapan mereka tapi sungguh aku tak bisa bahkan membuka mulutku pun aku tak sanggup. Entah berapa lama aku terlelap dalam tidur sampai di mana aku mendengar suara Melodi.


Suara Melodi begitu nyata di telinggaku, seketika aku menangis dalam tidurku, tanpa terasa aku bisa menggerakkan tanganku meraih tangan Melodi memegangnya erat tidak ingin melepaskannya. Akhirnya aku bisa membuka mata lelapku perlahan. Saat itu yang ada pikiranku adalah Melodi ada di dekatku. Aku ingin bertemu Melodi, aku mendengar suaranya.


Aku merasa sangat lemas, kulihat di sekitar saat membuka mata. Ada Rangga adikku dan Candra sahabat baikku. "Kak, jangan banyak bergerak dulu, Sebentar lagi dokter akan kesini," Ucap Rangga adikku saat aku berusaha bangun ingin mencari keberadaan melodi. Aku pun mengurungkan niatku untuk bangun karena seorang dokter dan beberapa perawat sudah menghampiri dan memeriksaku dengan cekatan.


**


Waktu terus berjalan cepat, sudah seminggu aku pulang dari rumah sakit. Keluargaku dan teman-temanku serta sahabat terbaikku Candra tak pernah absen menjengukku saat berada di rumah sakit.


Saat ini kondisiku sudah pulih, aku memutuskan untuk memulai aktifitasku dengan berkerja kembali di perusahaanku. Saat berada di perusahaan, banyak sekali perubahan yang terjadi. Rangga adikku yang masih kuliah menggantikan posisiku selama aku masih koma, menerima beberapa mahasiswa magang di perusahaanku karena memang setiap tahun kami menerima mahasiswa magang untuk membuat skripsi dan melatih mereka untuk belajar bekerja di sebuah perusahaan.


Rangga dan beberapa karyawan menyambutku saat aku tiba di perusahaan. "Kak kenapa kesini," Tanya Rangga.


"Kalau bukan kesini kemana lagi, ini kan perusahaanku," Ucapku dingin pada Rangga. Melangkahkan kaki masuk kedalam ruangannku di ikuti olehnya.


"Aih kakak, maksudku keadaan kakak kan baru pulih," Ucap Rangga yang saat ini sudah duduk di hadapanku.


"Aku sudah tidak apa-apa," Akupun membuka-buka berkas yang ada di hadapanku. Ternyata adikku cukup bisa di andalkan juga. Biarpun dia terlihat suka bercanda dan jarang serius tapi pekerjaannya menggantikanku di perusahaan patut kuacungi jempol.

__ADS_1


"Oh ya kak, ada beberapa teman dari kampusku yang aku terima magang di sini. Kakak tidak keberatan kan?" Tutur Rangga menatapku.


"Lakukan saja," Jawabku.


"Terima kasih kak, Oh ya salah satu dari teman kampusku yang magang di sini adalah Yasmin adik bang Candra," Ucap Rangga membuatku sedikit kaget.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2