Cinta Dalam Suara

Cinta Dalam Suara
Episode 16


__ADS_3

Di sebuah restoran kami semua berkumpul makan malam bersama, aku dan kak Candra, Rangga dan kak Arya beserta kak Bella.


"Can, loe makin tampan aja," Ucap kak Bela tiba-tiba pada Kak Candra yang sedang menikmati makanannya.


Uhuk......uhuk.....


Aku segera mengambilkan air minum buat kak Candra yang hampir tersedak. "Tumben amat loe muji gue Bel," Ucap kak Candra pada kak Bela setelah meminum air yang ku berikan.


"Ya ilah, baru di puji gitu doank udah keselek gimana kalau gue nembak loe," Ucap kak Bela terkekeh menggoda kak Candra.


"Dasar loe cewek aneh," Kesal kak Candra sembari melanjutkan makannya. Aku hanya tersenyum melihat keduanya. Aku baru tahu ternyata kak Bela tunangannya kak Arya adalah teman kuliah Kak Candra.


"Can, adikloh ternyata manis ya, beda banget sama loe asam," Goda kak Bela lagi pada kak Candra membuat semua tertawa.


"Bukannya kalau asam ketemu sama manis itu jadi enak rasanya kayak Nano-nano gitu ya gak Bang," Ucap Rangga membela Kak Candra.


"Tumben loe belain gue," Ucap kak Candra heran menatap Rangga. Rangga pun tersenyum sembari melirik padaku.


"Aku kan ingin jadi calon adik ipar yang baik," Ucap Rangga tersenyum enteng hampir saja membuatku ikut tersedak seperti kak Candra.


"Yei itu sih mau loe Rangga," Sungut kak Bela melempar gumpalan tisu di tangannya. Kak Arya yang berada di sebelah Rangga pun sedari tadi hanya ikut tersenyum mendengar candaan tiga orang itu. "Yasmin sudah punya pacar belum?" Tanya kak Bela tiba-tiba padaku.


Aku bingung harus menjawab apa, tapi mau tidak mau aku harus jujur pada mereka semua meskipun sampai saat ini aku belum tahu wajah dan keberadaan kekasihku kak Nada.


Akupun mengambil ponselku dan mengetik pada layarnya.


"Sudah kak,"

__ADS_1


ku tunjukkan tulisan itu pada semua yang ada di depanku membuat semua menatapku kaget.


"Dek, jadi kamu sudah punya pacar?" tanya kak Candra padaku mengeryitkan dahi karena selama ini aku memang tidak pernah cerita tentang hubunganku dengan kak Nada pada kak Candra. Akupun mengangguk dengan tersenyum. "Kakak kok gak pernah tahu dek, Siapa cowok kamu itu dek?" tanya kak Candra lagi.  Semua pun tampak menatapku dengan wajah yang di liputi rasa penasaran.


Aku menggerakkan jemariku lagi pada layar ponsel lalu ku tunjukkan lagi tulisanku pada semua.


"Udah kak, dia laki-laki yang sangat baik. Dia selalu ada buat Yasmin setelah kepergian mama,"


"Maafin kakak ya dek, ninggalin kamu sendirian setelah kepergian Mama," Ucap kak Candra membelai lembut rambutku merasa menyesal dan bersalah karena membiarkan aku sendirian di Surabaya saat itu. " Siapa dia dek? Dimana dia sekarang? Apa kakak kenal?" tanya kak Candra beruntun membuatku bingung harus menjawab apa, akupun menunduk sedih mengingat kak Nada yang hilang tanpa jejak di tambah lagi handphone yang menghubungkanku dengan kak Nada sudah hilang.


Melihatku bersedih kak Candra pun beringsut mendekat padaku dan mendekapku dalam pelukannya. "Sudah tidak apa-apa kalau kamu tidak mau cerita. Tapi nanti kenalin sama kakak ya," Ucap kak Candra menghiburku. Akupun mengangguk, sekilas aku menatap Rangga yang terlihat kecewa dan kak Arya yang terlihat bersikap aneh.


"Ya sudah lanjut gih makannya" Ucap Kak Bela mencairkan suasana. "Oh iya Arya, sebentar lagi ulang tahun perusahaanmu. Apa perusahaanmu mengadakan acara syukuran?" tanya kak Bela mengalihkan pandangannya pada kak Arya.


"Iya, kenapa memangnya?" tanya kak Arya sembari minum jus yang ada di depannya.


Terdengar kak Arya berdecak kesal. "Kau ini selalu saja ingat," Ucap kak Arya.


"Tentu saja ingat, aku kan gak amnesia," Kak Bela tertawa lirih dengan ucapannya..


Acara makan kami pun telah selesai, saat ini kami berjalan menuju tempat parkir mobil, kak Candra, kak Arya dan Rangga berjalan di depan aku dan kak Bela berada. Aku menoleh pada kak Bela, nampak ia sedang tersenyum menatap kedepan, hah pasti ia sedang menatap tunangannya kak Arya. Aku mengambil ponselku dan menuliskan sesuatu di layar ponselku.


"Kak Bella, pasti sangat sayang ya," Ku arahkan layar ponsel pada kak Bella, aku sengaja menggoda kak Bella karena terlihat jelas sinar cinta di manik matanya.


"Ah, Yasmin kamu kok tahu?" Ucapnya tersenyum malu-malu padaku. Aku pun mengangguk sembari ikut tersenyum. "Pertama kali bertemu saat kuliah, aku langsung suka dan jatuh cinta sama dia. Menurut kamu kami cocok nggak?" Tanya kak Bela padaku.


Ah kenapa kak Bela bertanya seperti itu, kan mereka berdua sudah bertunangan kenapa masih bertanya cocok apa nggak. Pikirku.

__ADS_1


"Tentu saja kalian sangat cocok dan serasi." Aku tulis kata itu di layar ponselku dan ku tunjukkan pada kak Bela.


Kak Bela terlihat tersenyum senang, "Jadi kamu setuju jika aku bersamanya," Tanya Kak Bela agak keras membuat ketiga laki-laki yang berjalan di depan kami seketika menoleh.


"Ada apa dengan kalian berdua, setuju apa?" Tanya kak Candra mengerutkan alis, begitu juga kak Arya dan Rangga.


"Ah tidak apa-apa, urusan wanita," Elak kak Bela mungkin malu sama kak Arya tunangannya. Tapi kenapa juga kak Bela tanya persetujuanku tentang hubungannya dengan kak Arya. Huh sudahlah kami pun masuk ke mobil kami masing dan melaju pulang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2