Cinta Dalam Suara

Cinta Dalam Suara
Episode 8


__ADS_3

Yasmin Pov.


Aku sungguh bahagia sudah setahun aku dan kak Nada menjalin hubungan cinta jarak jauh hanya dengan suara tanpa tahu wajah kami satu sama lain. Dan hari ini kak Nada telp katanya ada pekerjaan di surabaya sekalian ingin menemuiku. Aku sangat senang mendengarnya, kami akan bertemu tapi entah kenapa di akhir percakapan kami di telpon aku merasa ada perasaan tidak enak di hati. Semoga tidak terjadi apa-apa. Semoga perjalanan kak Nada baik-baik saja dan selamat selalu.


Esok hari, aku menunggu telp dan SMS dari kak Nada. pandanganku selalu berarah pada layar hp. Aku menunggu, di rumah, di kampus, hpku tak pernah jauh dariku. Detik demi detik, menit demi menit, jam terus berjalan, hari berganti hari dan ini sudah satu bulan aku menunggu Kak Nada menghubungiku tapi sama sekali tak ada tanda-tanda. Bahkan aku pun sudah menelpon dan mengirim SMS ke sekian kali tapi hpnya tidak aktif.


Sebulan aku merasa seperti orang tak bernyawa, wajahku pucat, berat badanku berkurang, sungguh aku merasa seperti tidak bersemangat hidup. Berbagai macam pertanyaan di benakku.


Bik Minah yang merasa khawatir dengan keadaanku pun menelpon Kak Candra. Akhirnya kak Candra pun tidak tega padaku dan memaksaku untuk pindah dengannya di Jakarta. Bahkan kak Candra juga sudah mendaftarkanku di universitas yang ada di Jakarta.


Sebagai adik yang baik, akupun menurut pada laki-laki tampan dan bertubuh gagah itu. Kak Candra saat ini sudah berusia 29 tahun tapi masih juga jomblo.Kakakku tersayang itu masih belum menemukan pasangan yang pas.


Di jakarta Kak Candra sudah mempunyai rumah sendiri yang ia beli dari hasil jerih payahnya mengurus cabang perusahaan papa yang sekarang sudah semakin maju.

__ADS_1


"Kamu yang betah di sini ya, jangan sedih terus. Sebenarnya kakak tidak tega ninggalin kamu setelah kepergian Mama, tapi waktu itu kakak tidak ingin memaksa kamu untuk ikut kakak di sini. Maaf sekarang kakak memaksa kamu karena kakak tidak ingin kamu larut dalam kesedihan terus, biar mama tenang disana," Ucap kak Candra mengira aku sedih memikirkan mama.


Sebenarnya aku memang tidak bisa melupakan kepergian mama tapi setelah kenal kak Nada aku merasa sudah bisa sedikit demi sedikit mengikhlaskan mama. Tapi sekarang kak Nada tak ada kabar,  aku merasa seperti kehilangan separuh nyawa.


"Maaf kak, terima kasih," Ucapku memeluk kak Candra. Kak Candra pun membalas pelukanku dan membelai kepalaku.


"Kakak sudah belikan kamu piano di ruang tengah, jika kamu bosan kamu bisa memainkannya," Ucap kak Candra masih memelukku.


"Kak, kenapa papa sekarang tidak sayang lagi pada Yasmin. Apa papa benci sama Yasmin memang Yasmin bikin salah apa kak?" Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulutku sambil berderai air mata di dada bidang kak Candra. Aku tahu kak Candra merasa kaget dengan pertanyaanku.


" Oh iya, besok kamu sudah mulai kuliah. Kakak akan antar kamu ke kampus baru kamu besok." Ucap kak Candra.


"Baik kak," Aku sudah memutuskan untuk memulai hidupku di jakarta dan akan tetap mencintai kak Nada, aku akan menunggu kak Nada sampai dia menghubungiku.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2