Cinta Dalam Suara

Cinta Dalam Suara
Episode 4


__ADS_3

Setelah pulang dari pasar aku mulai berkutat di dapur dengan ilmu masak yang ku pelajari dari bik Minah dan almarhum Mamaku. Sedangkan masalah kebersihan rumah, setiap pagi sudah ada ART yang bertugas membersihkan rumah.


Saat ini aku baru selesai menjalankan sholat magrib. Sambil menunggu kakak itu menelpon aku pun mulai memainkan piano kesayanganku karena aku suka musik. Musik adalah hobi ku karena itu aku sejak kecil sudah aktif mengikuti kursus menyanyi dan piano.


Dreeet.....Dreeet......


Hpku berbunyi. Kakak itu benar-benar menelponku lagi. Kupasangkan handset di telingaku dan menerima panggilan itu.


"Halo..... Asalamuallaikum," Ucapku setelah mengangkat telp.


"Waallaikum salam. Sudah makan belum?" Tanyanya.


"Sudah kak. Kakak sendiri sudah makan belum?"


"Sudah. Sekarang lagi ngapain?" Ia pun bertanya lagi.


"Lagi main piano kak,"


"Benarkah, kebetulan sekali aku juga lagi main gitar. Hei apa kamu suka musik?" Tanya kakak itu semangat.


"Tentu saja aku suka kak, dari kecil aku sudah mengikuti kursus menyanyi dan piano. Kakak juga suka musik?" tanyaku balik.


"Aku suka musik dan aku juga hobi bermain gitar. Bahkan aku juga bisa membuat nada untuk sebuah lagu,"


"Wah kakak hebat, Nanti aku akan buat syair lagu dan kakak buat nada untuk syair yang ku tulis gimana?" Ucapku.

__ADS_1


"Boleh juga. Oh iya kita dari kemarin sudah berbicara banyak tapi kenapa belum kenalan. Aku harus panggil kamu apa?"


"Ah iya, aku juga lupa berkenalan. Tapi karena kakak spesial buatku, kakak boleh memberiku nama sesuka hati," Godaku bercanda pada kakak itu.


"Eh mana boleh begitu, ngasih nama sesuka hati. Memang kamu baru lahir apa?" Protesnya.


"Tentu saja boleh. Aku aja akan memberi nama --Nada-- pada kakak karena kakak suka musik" Ucap asal ku.


"Baiklah, karena kamu juga suka musik maka aku juga akan memberi nama kamu --Melodi-- gimana?" Kakak itu ternyata juga menanggapi candaanku.


"Hei kak, melodi itu ada di dalam nama asliku"


"Benarkah, kebetulan sekali Nada juga sebagian dari nama asliku" Ucapnya.


"Haha, seperti sudah tertulis di takdir ya kak. Baiklah mulai sekarang kita sepakat dengan nama panggilan itu, gimana?" Tawarku padanya.


Malam itu pun kami bernyanyi bersama, aku dengan pianoku dan di iringi kak Nada dengan gitarnya, alunan lagu It's you from Ali Gatie bergema dengan merdu dan indah di dengar.


Sekarang aku merasa tidak kesepian lagi karena kak Nada tidak pernah absen menelponku.


***


Hari ini seperti biasa saat jam makan siang, Hp ku berdering setelah sholat dhuhur.


"Assalamualaikum kak Nada," Ucapku seperti biasa setelah mengangkat telp tak lupa hanset ku pasang di telinga.

__ADS_1


"Waallaikum salam Melodi," Jawabnya lembut. "Lagi ngapain?" Tanya nya.


"Lagi di kantin kak seperti biasa isi energi. Kakak sudah makan?" Tanyaku belum sempat ia menjawab tiba-tiba suara laki-laki terdengar muncul dari belakang dan duduk di bangku dekatku.


"Kamu kenapa makan sendirian?" Ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Satya teman kuliah ku yang sempat beberapa kali menyatakan cintanya padaku tapi ku tolak karena memang aku tidak memiliki perasaan apa-apa terhadapnya.


"Satya!" Seruku kaget. "Ada apa?" ku lontarkan pertanyaan itu padanya.


"Tidak ada apa-apa, aku cuman mau ngomong sesuatu sama kamu," Jawabnya dengan tersenyum.


"Katakan, "


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2