
Pagi hari ini aku sudah berada di depan kampus baruku di Jakarta setelah di antar kak Candra. Ku langkahkan kaki ku menelusuri koridor kampus. Semua mata memandangku terutama para mahasiswa laki-laki. Aku yang baru pertama kali masuk kampus ini tentu saja bingung, aku harus kemana dan akhirnya aku pun memutuskan untuk bertanya.
Ada seseorang mahasiswa laki-laki yang berada tidak jauh dariku terlihat serius sedang berbicara dengan temannya. Akupun memberanikan diri untuk menghampirinya dan bertanya.
"Maaf mas, mau tanya," Dia pun menoleh padaku. Ia terus memandangku, sampai matanya tak berkedip. Apa ada yang salah ya di wajahku batinku. Aku pun melambaikan tanganku di depan matanya yang masih terus memandangiku.
"Maaf mas, apa saya boleh bertanya," Diapun seketika sadar dari lamunannya.
"Ah, maaf mbak. Iya ada apa?" Ucapnya terlihat bersemangat.
"Kalau kelas Akuntan, dimana ya?" Tanyaku sambil menoleh melihat sekeliling, ternyata kampus ini lumayan besar dan kenapa dari tadi semua mahasiswa memandangku, ah mungkin karena aku baru di sini pikirku.
"Di lantai 2 mbak, kalau boleh tahu mahasiswa baru ya? " Tanyanya dengan senyuman di bibir.
"Ah iya mas." jawabku ikut tersenyum.
__ADS_1
"Aku Rangga, kalau boleh tahu mbak namanya siapa?" Tanya laki-laki itu yang bernama Rangga sambil menyodorkan tangannya.
"Yasmin," Ucapku menjabat tangannya. "Kalau gitu makasih ya mas. Mari semua." pamitku mengangguk sopan pada semua. Sedangkan Rangga hanya terdiam memaku masih terus menatapku. Berbeda dengan semua teman-temannya yang membalas ucapanku.
"Silahkan Cantik," Ucap mereka kompak dengan nada menggoda. Aku pun melangkahkan kakiku menuju pintu lift. Sampai di lantai 2 aku berjalan menuju kelas akuntan. Hari pertama di kampus baru, lumanyan juga. Aku sudah punya beberapa teman sejurusan. Mereka semua kelihatannya baik.
Hari ini hanya ada satu mata pelajaran di kelas jadi sebelum jam makan siang aku sudah bisa pulang. Saat ini aku sedang menunggu taksi lewat karena tidak mungkin aku menganggu kak Candra yang sedang sibuk bekerja pastinya.
"Kok gak ada taksi lewat, apa aku pesan taksi on line saja ya," Gumanku baru ingin mengeluarkan poselku, ah aku lupa bawa hp baru pemberian kak Candra, yang ku bawa cuman hpnya mama, karena aku tidak ingin terpisah dari hp jadul itu. Aku menanti kak Nada menghubungiku. "Ya sudah, nunggu taksi lewat aja," Gumanku sambil melangkah kecil di pinggir jalan.
Aku larut dalam lamunan, sehingga tidak fokus ketika ada sebuah sebuah motor menghampiri ku dan merebut tas dari tanganku tidak hanya itu dia juga mendorongku hingga terjatuh. Aku berteriak, meminta tolong dengan langkah kaki menahan sakit akibat terjatuh tadi. Tapi teriakan ku sia-sia, sepeda motor itu sudah pergi jauh dan tak terlihat lagi.
Akupun menangis terduduk di tepi jalan dengan membenamkan wajahku di kedua lututku sampai tiba-tiba ada seseorang menghampiriku.
"Yasmin, kamu gak apa-apa? ada apa? kamu kenapa?" Tanya nya cemas dengan pertanyaan beruntun sambil ikut jongkok di depanku.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1