Cinta Dalam Suara

Cinta Dalam Suara
Episode 14


__ADS_3

Uhuk.......


Uhuk......


Gadis itu sempat sadar mengeluarkan sedikit air dari mulutnya kemudian kembali pingsan. "Astaga....Yasmin," Teriak Candra kaget berlari menghampiri kami. "Dek, bangun," Ucap Candra terlihat kecemasan dan kekhawatiran tergurat di wajahnya. Candra mengambil alih mendekap gadis itu yang ternyata adalah adiknya. "Arya, apa yang terjadi pada adikku?" Tanyanya mendekap adiknya dan menepuk-nepuk pipi adiknya agar sadar.


"Dia tenggelam Can, sekarang kita harus cepat membawanya kerumah sakit," Jawabku yang di angguki olehnya dan Candra pun bergegas menggendong adiknya berlari keluar rumah.


Aku sudah membukakan pintu belakang mobilku untuk Candra yang menggendong adiknya. Setelah itu segera ku lajukan mobilku menuju rumah sakit.


Saat ini adik Candra sedang di tangani oleh dokter dan perawat saat kami sudah tiba di rumah sakit. Aku masih dalam keadaan basah kuyup duduk di bangku tunggu pasien bersama Candra.


"Dia adalah satu-satunya wanita yang berharga dalam hidupku setelah kepergiaan mama ku," Ucap Candra tertunduk menahan kesedihan dan kecemasannya. Aku sama sekali tidak mengetahui jika Mama Candra sudah meninggal.


Tanganku terangkat memegang bahunya. "InsyaAllah adikmu akan baik-baik saja. Kamu harus kuat agar bisa memyemangati adikmu," Kataku untuk menenangkannya. Aku bisa merasakan perasaan yang Candra rasakan saat ini.


"Terima kasih, kamu sudah menyelamatkan adikku. Adikku tidak bisa berenang karena trauma yang dialaminya, waktu masih kecil dia pernah hampir tenggelam," Ucap Candra menatapku.


"Sudahlah broo, itulah gunanya sahabat saling membantu," kutinjukan pelan genggaman tanganku pada lengannya.


"Keluarga pasien !" panggil perawat, dan kami pun bergegas memasuki ruangan IGD itu yang sudah ada dokter menunggu kami.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan adik saya dokter?" Tanya Candra cemas saat berada di hadapan dokter dan sesekali menatap adiknya yang masih dengan mata terpejam terbaring di ranjang, akupun hanya terdiam berada di samping Candra.


"Alhamdulillah pasien sudah tidak apa-apa, hanya saja Pasien sempat mengalami Laringospasme yang berpengaruh pada pita suaranya sehingga untuk sementara ia akan sulit berbicara," Jelas dokter menatap Candra.


"Jadi maksud dokter adik saya akan bisu?" Candra terlihat begitu cemas saat melontarkan pertanyaan itu.


"Hanya untuk sementara tuan, suara pasien akan bisa pulih sewaktu-waktu. Anda tidak perlu cemas." ucap dokter tersenyum melihat kecemasan Candra. "Sebentar lagi pasien akan sadar dan karena semua hasil pemeriksaan pasien baik-baik saja maka pasien bisa beristirahat di rumah dengan obat jalan." dokter itupun pamit dan beranjak keluar ruangan di ikuti perawat.


"Can, aku balik dulu ya," Ucapku sambil melihat bajuku yang basah sudah mulai sedikit mengering.


"Maaf ya aku sampai tidak sadar kalau baju kamu basah. Ya sudah kamu hati-hati di jalan. Sekali lagi terima kasih," Balas Candra sambil mengikutiku keluar ruangan.


"Trus kamu gimana?" Tanya Candra tidak enak padaku.


"Tenang aja, aku udah pesan taksi on line. Ya sudah masuk sana gih....kasihan adik kamu sendirian," Akupun meninggalkan Candra yang masih menatap kepergianku dengan ucapan terima kasih sekali lagi dari bibirnya.


***


Yasmin Pov.


Saat tersadar dari pingsan akibat tenggelam, aku mengerjapkan mataku melihat sekitarku, ternyata saat ini aku sedang berada di rumah sakit. Aku seperti mendengar suara kakakku sedang berbicara dengan seseorang yang suaranya tidak asing bagiku.

__ADS_1


Itu suara kak Nada. Batinku.


Aku mencoba berteriak memanggil nama kakakku tapi tenggorokan seperti tercekat, tidak ada suara yang keluar dari bibirku....Ya Tuhan ada apa dengan ku, tanyaku dalam hati sembari menangis........


"Dek, kamu kenapa?" Suara kak Candra ketika membuka pintu dan mendapati aku sedang menangis. "Sudah ya, jangan bersedih. Suara kamu hanya hilang sementara nanti akan pulih kembali seperti sedia kala," Ucap kak Candra menenangkanku ketika menyadari alasan kenapa aku menangis.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2