
Hari ini pertama kali aku masuk kerja di perusahaan kak Arya setelah seminggu aku istirahat di rumah untuk memulihkan keadaanku sehabis tenggelam.
"Pagi Yasmin, bagaimana keadaanmu?" Sapa Rangga mensejajarkan langkahnya di sampingku menuju pintu lift. Karena suaraku yang masih belum pulih jadi aku membalas sapaan Rangga dengan anggukan. "Yas, nanti malam ada acara gak? aku pengen ngajak kamu makan malam bareng. Aku yang traktir," Ucap Rangga menatapku. Aku mengambil ponselku lalu ku tulis sesuatu di ponselku dan ku tunjukkan pada Rangga.
Maaf Rangga malam ini aku sudah ada janji dengan kak Candra, kalau kamu mau ikut....boleh.
"Beneran boleh ikut, nanti aku ajak kak Arya juga," jawabnya senang dan aku mengangguk dengan tersenyum. Kami pun masuk dalam lift bersama menuju tempat kerja kami. " Ya sudah, aku ke ruangannku dulu ya Yas," pamit Rangga berlalu ketika aku sudah berada di depan ruanganku.
Alhamdulillah semua karyawan yang berada satu ruang denganku bersikap ramah padaku hingga akupun merasa betah magang di perusahaan ini.
Siang ini ada meting dadakan dengan pemilik perusahaan yaitu kak Arya. Semua karyawan sudah menunggu di ruang meting termasuk aku salah satu dari karyawan magang.
"Assallamualaikum. Selamat pagi semua,"
DEG.......
Jantungku seketika berdegup kecang.
Suara itu......adalah suara kak Nada. Batinku yang tadinya aku menunduk seketika mendongak melihat asal suara itu yang ternyata adalah suara dari kak Arya pemilik perusahaan sekaligus kakak dari Rangga.
Ya Tuhan apa kak Arya adalah kak Nada pertanyaan itu terus muncul di pikiranku.
"Wa'allaikum salam. Pagi juga pak Arya," Jawab semua karyawan kompak kecuali aku karena suaraku yang masih hilang.
__ADS_1
Meting siang ini pun berjalan lancar hingga sore hari. Pandangan dan pendengaranku tak lepas dari kak Arya yang masih memberikan pengarahan pada semua karyawan. Sungguh andai aku bisa bicara pasti aku akan langsung bertanya pada kak Arya apakah dirinya dan kak Nada adalah orang yang sama. Tapi sejenak aku berpikir, apakah mungkin kak Arya adalah kak Nada, karena kak Nada adalah pegawai perusahaan biasa sedangkan kak Arya adalah pemilik sebuah perusahaan. Aah aku jadi semakin bingung karena suara kak Arya sama dengan suara kak Nada.
Meting hari ini pun selesai. Semua yang berada di ruang metingpun berlalu dari ruangan. Aku saat ini berada dalam lift bersama karyawan wanita lainnya karena sudah waktunya pulang. Saat di loby, aku melihat seorang wanita cantik dengan bentuk tubuh yang seksi berjalan menghampiri kak Arya dan Rangga. Semua karyawan wanita di perusahaan itu berkata bahwa wanita cantik yang menghampiri kak Arya dan Rangga itu adalah tunangan kak Arya.
Terjawab sudah pertanyaan yang sedari tadi bergemuruh dibenakku bahwa kak Arya bukanlah kak Nada karena kak Arya sudah mempunyai tunangan sedangkan kak Nada adalah kekasih yang sangat mencintaiku mana mungkin ia punya tunangan. Mungkin memang suara mereka yang mirip saja dan aku sangat percaya dengan kak Nada.
"Yasmin," Teriak Rangga melambaikan tangannya memanggilku yang membuatku menghentikan langkahku. Rangga pun berlari kecil menghampiriku. "Pulang bareng yuk, aku antar," Ucapnya. Sedangkan kak Arya dan tunangannya yang keberadaannya tidak jauh beberapa langkah dari kamipun menatap Rangga yang memghampiriku.
Akupun mengangguk tanda setuju karena kak Candra baru menghubungiku kalau meting di perusahaannya belum selesai jadi tidak bisa menjemputnya. "Yasmin, aku kenalkan pada Kak Arya dan kak Bela yuk," Ucap Rangga Menarik tanganku melangkah menghampiri kedua orang yang sedari tadi memperhatikan kami.
"Rangga, Cantik sekali gadis ini. Kekasih kamu?" tanya tunangannya kak Arya ketika aku dan Rangga berada di hadapan mereka.
"Pengennya sih begitu kak. Doain ya," Ucap Rangga yang mendapat pukulan dariku di pundaknya. "Auw, galak amat sih Yas. Aku kan cuman bercanda," pekik Rangga pura-pura sakit memegangi pundaknya padahal pukulanku tidak begitu keras. Akupun tersenyum dan sekilas aku melihat kak Arya tidak berhenti menatapku membuat aku jadi malu dan canggung.
"Oh jadi kamu adik Candra, gak nyangka ya Candra punya adik secantik kamu. Kenalin nama aku Bela," Ucap Wanita itu ramah menyodorkan tangan. Akupun menjabat tangannya hanya dengan tersenyum membuat kak Bela menoleh pada Arya karena bingung aku tidak menyahut perkataannya.
Kak Arya pun tersenyum, "Yasmin ini, seminggu yang lalu sempat tenggelam dan sekarang ia kehilangan suaranya untuk sementara waktu," Ucap Kak Arya pada kak Bela menjelaskan.
"Maaf ya Yasmin, aku tidak tahu," Ucap kak Bela sedikit menyesal. Akupun mengambil ponselku dan jemariku mulai mengetik di layar ponsel lalu ku tunjukkan pada kak Bela.
Tidak apa-apa kak, senang berkenalan dengan kakak.
Lalu aku mulai mengetik lagi pada layar ponselku. Selesai mengetik ku alihkan pandanganku menatap kak Arya.
__ADS_1
Kak Arya, Terima kasih sudah menolong Yasmin. Maaf baru sempat mengucapkannya. sekali lagi terima kasih.
Ku arahkan tulisan di layar ponselku di depan wajah tampan kak Arya dengan tersenyum. Sejenak kak Arya menatapnya lalu tiba-tiba tangannya terangkat mengusap-usap kepalaku seperti yang biasa di lakukan kak Candra padaku. "Sama-sama Yasmin, lain kali hati-hati jangan sampai terjatuh ke kolam lagi," Ucapnya membuat degup jantungku lagi-lagi berdetak kecang seperti saat mendengar suara kak Nada.......
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
__ADS_1