
Sore hari kak Candra sudah menungguku di depan kampus. Aku berlari kecil menghampiri kak Candra.
"Udah selesai Dek kuliahnya?" Tanya kak Candra yang berdiri bersandar di pintu mobilnya dengan kaca mata hitam yang membuatnya terlihat keren, karena kakakku itu sangat tampan.
"Udah kak, Ayok," Ucapku yang masuk ke dalam mobil setelah kak Candra membukanya.
"Dek, mau ikut jenguk teman kakak di rumah sakit gak?" Tanya kak Candra setelah melajukan mobilnya.
"Kapan kak?" Tanyaku.
"Kalau kamu mau, sekalian kita mampir sekarang sebelum pulang ke rumah. Gimana?" Ajak kak Candra yang berbicara sembari fokus menyetir.
"Mmm....boleh,"
***
Mobil kak Candra berhenti tepat di parkiran Rumah sakit. Kami pun turun, Kak Candra menggandeng tanganku saat menuju lobi rumah sakit. Sudah menjadi kebiasaan kakakku itu sedari kecil selalu menggandeng tanganku jikalau kemana-mana. Aku rasanya senang kakak masih sama menyanyangiku selalu.
Kami pun menuju ke sebuah ruangan VIP setelah kak Candra bertanya pada pihak rumah sakit tentang keberadaan temannya.
Tok....... Tok......
"Assamuallaikum...." Ucap kak Candra memberi salam.
Ceklek...... Pintu kamar VIP pun itu terbuka.
"Wa'allaikum salam," Jawab seorang laki-laki mempersilahkan kami masuk.
__ADS_1
Akupun mengikuti langkah kaki kakak masuk ke dalam ruangan itu.
"Yasmin !!" suara laki-laki itu menganggetkanku.
"Rangga !!" akupun ikut reflek menyebut namanya.
"Kalian saling kenal?" Tanya kak Candra pada kami bingung.
"Kami satu kampus bang," Jawab Rangga mendahuluiku yang hendak menjawab.
"Kebetulan sekali kalau gitu. Oh iya gimana keadaan kakak kamu?" Tanya Kak Candra.
"Seperti yang bang Candra lihat keadaan kakak masih sama belum sadar," Jawabnya sedih, kemudian menoleh padaku. "Yasmin kenapa bisa sama bang Candra?" Tanyanya yang sedari yang mungkin penasaran hubungan aku dengan kak Candra.
"Yasmin ini adik kesayanganku," Ucap kak Candra membuatku mengerutkan alis.
"Adik kesayangan, memangnya kak Candra punya adik lain lagi selain Yasmin?" protesku mendengar ucapan kak Candra.
Kak Candra mendekati temannya yang terbaring di ranjang dengan berbagai macam alat-alat medis yang terpasang.
"Arya cepat sembuh ya, aku rindu begadang denganmu di rumahku," Ucap kak Candra pada temannya. Sejenak kak Candra terdiam menatap temannya kemudian beranjak ijin ke toilet, sedangkan Rangga meminta tolong padaku untuk menjaga kakaknya sebentar karena ia harus mengangkat telp dari ponselnya yang bergetar.
Ku langkahkan kakiku mendekati kakak yang terbaring koma itu.
Deg...... deg.......
Ya tuhan kenapa jantungku berdegup kencang di dekat kakak ini seolah aku mengenalinya. Ucapku dalam hati.
__ADS_1
"Maaf kak, aku tidak mengenalmu, tapi aku berharap kakak cepat sembuh. Kasihan orang yang menyanyangi kakak, mereka merasa sedih melihat kakak seperti ini," Ucapku sembari duduk di pinggiran kasur itu.
Seketika aku benar-benar merasa kaget, kakak itu mengeluarkan air mata dan tiba-tiba saja tangannya bergerak dan memegang pengelangan tanganku erat. Akupun yang merasa panik, berteriak memanggil kak Candra dan Rangga. Keduanya pun berlari menghampiriku.
"Ada apa?" Tanya keduanya bersamaan ikut panik.
"Kakak ini, memegang tanganku dan mengeluarkan air mata," Ucapku sambil menunjukkan tanganku yang masih di pegang erat tangan kakak itu.
"Alhamdulillah, kak Arya," Ucap Rangga terlihat senang. Kemudian dengan cepat menekan tombol untuk memanggil dokter.
Kakak itu perlahan mulai membuka matanya, tapi tangannya masih memegang tanganku membuatku bingung apalagi sedari tadi jantungku berdegup kencang.
Rangga yang mengetahui situasinya perlahan dengan lembut melepas pegangan tangan kakaknya dari tanganku........
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.......