Cinta Dalam Suara

Cinta Dalam Suara
Episode 3


__ADS_3

Yasmin Pov.


Pagi-pagi aku sudah terbangun dan bersiap-siap untuk pergi kuliah. Aku hanya sarapan dengan roti karena bik Minah belum kembali.


Saat sarapan Hp ku berdering, tertera nama kakak penyelamat di layar hp, karena nama itu yang ku simpan untuk nomornya. Entah kenapa aku sangat senang ia menelponku lagi.


Kakak itu menanyakan kabarku dan sedikit bercanda padaku. Aku sangat senang bisa berbicara dengannya tapi aku harus berangkat kuliah jadi terpaksa aku menghentikan percakapan kami. Sepanjang perjalanan sampai tempat kuliah aku senyum-senyum sendiri. Ah....apa aku sudah gila ya. Suara kakak itu terus berdengung di telingaku. Ya Allah ada apa dengan diriku.


Tiiing......


Sebuah SMS masuk di hpku.


"Kamu lagi ngapain. Sudah makan siang belum, jangan telat makan ya," SMS dari kakak itu saat aku selesai sholat dhuhur. Senang rasanya di perhatikan meskipun oleh seseorang yang baru kukenal hanya dengan suara lewat hp.


"Habis sholat kak, ini baru mau ke kantin. Kakak juga jangan telat makan ya?" Aku membalas SMS nya sambil berjalan keluar dari mushola di kampus ku dan menuju ke arah kantin.


"Aku telp ya,"  SMS darinya dan tak selang berapa lama hpku bergetar tanda panggilan masuk. Kupasang handset di telinggaku dan menerima panggilan itu.


"Kamu kuliah semester berapa?" Tanyanya.


"Aku semester 4 kak,  jurusan Akuntan. Kakak masih kuliah atau sudah bekerja?" Tanyaku balik sambil berjalan, semua teman-teman kuliah melihat ke arahku. Karena tidak biasanya aku berbicara di telp dengan wajah ceria. Sejak kepergian Mamaku, aku yang dulu ceria berubah menjadi gadis pemurung dan pendiam sampai satu persatu temanku menghindar karena aku lebih senang menyendiri.

__ADS_1


"Aku sudah bekerja,"


"Kerja di mana Kak? "


"Di sebuah perusahaan,"


"Wah, hebat. Aku nanti juga ingin kerja jadi karyawan kantoran kayak kakak," Ucapku entah mengapa seperti dia tertawa mendengarnya.


"Kamu punya aplikasi WA gak? " Aku duduk di meja kantin setelah memesan makanan masih dengan handset di telinga ku, mendengar pertanyaan dari kakak itu.


"Aku gak punya kak, sejak kepergian Mama aku lebih senang memakai hp Mama meskipun jadul tapi aku merasa ada mama di dekatku saat memakainya," Aku pun mulai memakan makanan ku di meja kantin seorang diri.


"Aku 20 tahun. Kakak sendiri usianya berapa?" Tanyaku balik.


"Aku 28 tahun," Jawabnya.


"Kakak usianya sama dengan kakakku," Ucapku karena kakakku Candra juga berusia 28 tahun.


"Kamu juga sama usianya dengan adikku. Ya sudah nanti habis magrib kita sambung lagi ya. Kamu lanjut makan dulu, Aku mau kembali bekerja,"


"Iya Kak, semangat ya kerjanya. Assalamualaikum"

__ADS_1


"Kamu juga semangat ya. Waallaikum salam" Panggilan pun terputus. Aku melanjutkan makanku dengan tersenyum, jika ada yang melihat pasti aku di sangka orang gila. Tapi mungkin memang aku sudah gila, gila dengan suara laki-laki itu. Suaranya bisa membuat jantungku berdegup kencang.


Setelah selesai makan, aku pun pergi kembali ke kelas karena mata kuliah yang sudah di mulai. Pelajaran pun berlangsung hingga sampai sore hari. Pulang kuliah aku mengemudikan mobilku menuju kerumah tapi sebelum pulang ke rumah aku berinisiatif mampir ke pasar terlebih dahulu.


Aku suka sekali berbelanja di pasar karena menurutku sayuran dan ikan di sana masih fresh apalagi aku suka melihat wajah senang para penjual yang ku beli sayuran dan ikannya tanpa aku tawar. Aku juga tak lupa membeli buah-buahan yang masih segar. Setelah selesai berbelanja dan memasukkan belanjaanku ke mobil, aku pun kembali melajukan mobilku pulang ke rumah.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2