
gimana keadaanya tanya pak Bandi atasan ku,
meyodorkan kopi
aku hanya diam menatap ruang UGD yang masih tertutup
poniah akan baik baik saja hibur Teo
gak di sangka akan jadi begini...kataku sedih
gak lama pintu UGD dibuka keluarga nona poniah
akupun berdiri menghampiri perawat dan mengajakku kedalam ruangan dokter
beberapa waktu kemudian aku keluar menghapiri Teo dan pak Bandi dan menjelaskan keadaan poniah uang harus di rawat karena pembuluh darahnya kemungkinan pecah karena situasi tertekan,
dan mengajak mereka pulang sekaligus membereskan barang.
satu Minggu berlalu setelah kejadian itu poniah juga membaik dan dokter memperbolehkan nya pulang,tapi aku tidak membawanya pulang ke rumah tapi ke hotel dekat bandara rencananya besok pagi kami ke Jakarta.
nak kenapa poniah gak diajak beres beres tanya Bu marlin mate ku
tidak...takut trauma klo di sini jadi saya tinggal di hotel,lagian dia minum obat akan tidur sampai besok pagi jawabku
saya akan merindukan kalian katanya
__ADS_1
sama Bu..saya terimakasih sudah bantu merawat poniah menjabat tangan Bu marlin
poniah beruntung memiliki pria yang begitu mencintai nya saya doakan hubungan kalian langgeng. ucapnya senyum
ibu salah sangka...saya tidak ada hubungan..kataku menyanggah
sitttttt....jari telunjuk Bu marlin ditempelkan di mulutku..
jangan bicara begitu,hati tidak bisa di bohongi,tatapan matamu tidak bisa bohong,akuilah....senyum
di dalam hotel kupandangi poniah yang tidur ku ingat ucapan Bu marlin
apakah benar aku mencintaimu PONIAH?
pertanyaan yang aku sendiri gak bisa jawab.
bisa di sisinya melihatnya tersenyum aku sudah senang.
sekarang secara agama poniah istriku
tapi aku tidak tega mengambil kesempatan kala dia tidak tau siapa dirinya
dan tidak tau arti cinta
aku cuma mau dia bangun dari tidur panjangnya dan mulai hidup baru.
__ADS_1
setelah hari itu atasanku mempercepat proses mutasi ku dan aku diberikan cuti cukup panjang untuk mengurus poniah di rumah sakit
besok hari baru hidup baru di kota baru aku bisa perkenalkan poniah sebagai istri.
setelah perjalanan dengan pesawat kami tiba di bandara Soetta jam tiga sore.
dilanjutkan dengan taxi
aku menelepon teman untuk janji bertemu di senayan
Abang kita mau kemana kok gak sampai sampai ? tanya poniah
pulang kerumah de..sekarang kerjaan Abang pindah ke Jakarta jawabku
bang kotanya gede banyak mobil..jalanya kelak kelok klo gak inget bisa kesasar,Ade takut..katanya
kan ada Abang ...Ade gak usah takut merakul poniah dan mencium rambutnya.
pengantin baru ya..pak, sapa sopir taxi
iya..senyumku.
sampai plaza Senayan aku menelepon teman untuk bertemu di tempat parkir
gak berapa lama pria ganteng tinggi semampai berpenampilan elegan menghampiri Adrian mereka terlihat akrab dan masuk ke dalam taxi
__ADS_1
Kuningan pak kata pria itu kepada supir taksi
mobil pun melaju di jalan padat Jakarta