
kekacauan demi kekacauan yang di timbulkan poniah pelan pelan berangsur hilang setelah aku memilih bibi marlin,wanita tua itu begitu sabar mengajari poniah selayaknya wanita dewasa,sebulan sudah terlewati dan waktu aku harus pindah ke Jakarta semangkin dekat,aq bingung apakah harus membawa poniah juga tapi jika di tinggal di Samarinda dia tidak punya siapapun.
sekarang poniah sudah bisa membaca dan menulis, memasak,beres beres rumah dan bonus seterika baju walau setengah dari bajuku sudah di buat berlubang dan yang lain kelunturan,gak papa asal dia bisa melakukan nya dengan baik
segelas kopi juga beberapa potong pisang goreng tersaji di meja aku lihat dia bisa tersenyum senyum nonton acara komedi di TV seperti ini senang rasanya.
senyumnya manis juga ternyata, tanpa sadar aku memperhatikan gerak tubuhnya
lamunanku buyar setelah mendengar ketokan pintu
tok...tok...tok... assalamu'alaikum
poniah memandang kearah pintu dia akan bangkit tapi kularang
biar Abang aja de yang buka pintunya..jawabku beranjak
sebetulnya aku malu sejak tadi memandangi poniah secara diam-diam
waalaikum salam....pintu ku buka
kagetnya ada banyak orang di luar sana laki-laki dan perempuan lebih dari dua puluh orang
__ADS_1
dan pak RT yang memimpin mereka
ada apa pak RT kok banyak orang? tanyaku bingung
dah gak usah kebanyakan alesan bawa aja keduanya ke bale RT kata salah seorang dari mereka
iya nich bikin maksiat di kampung aja suara yang lain
pak RT mengangkat tangan kanannya dan warga pun diam
nak Adrian selamat malam maaf menggangu saya mendapat laporan dari warga katanya ada wanita yang tinggal bersama dengan denga anda disini tanya pak RT imam tampangnya serius tidak seperti biasa ramah
oh..itu ada pak jawab ku
tanya RT imam
aku terdiam memang aku tidak punya hubungan apapun dengan poniah,tapi di situasi begini jika salah bicara bisa di gebukin orang kampung
kerabat jauh pak jawabku
kenapa tidak lapor ke saya begini aja kayaknya kita bisa ke bale RT untuk menjelaskan semua tolong saudaranya perempuan nya di bawa kata RT
__ADS_1
gak bisa saya saja pak yang ikut pak tanyaku
tidak jawab RT tegas
akupun memanggil poniah sekalian kusuruh membawa hp yang kuletakan dimeja sebelah kopiku
poniah menghampiriku dan memandang aneh banyak orang di luar badanya mulai bergetar ketakutan,aku sadar dia tidak siap dengan situasi begini, karena situasi yang kualami juga sama tapi aku harus lebih kuat
aku menelepon Teo dan pak subandi atasanku untuk membantu
Ade jangan takut pegang tangan Abang pintaku
kugandeng tangannya yang sedingin es, mengikuti pak RT dan orang banyak yang berseru mengumpat mengatai kami pasangan mesum
di bale RT ada pak RW juga juga sahabatku Teo dan pak Subandi atasanku mereka mempersilahkan kami duduk dan mengintrogasi
nak Adrian saya tau anda aparat tapi yang anda lakukan itu tindakan asusila karena tinggal dengan perempuan yang di aku kerabat tetapi keseharian seperti suami istri,ada beberapa yang melihat anda memeluk wanita ini dan menciumnya,
saya bertanya apakah anda sudah menikah dengan dia menunjuk kearah poniah yang pucat pasi ketakutan tanya RT
saya bisa menjelaskan semua dan mulai menceritakan tentang poniah kepada pak RT
__ADS_1
Teo ikut mengklarifikasi keadaan tersebut
tetapi warga tidak terima kami diaggap pasangan mesum mereka mulai berteriak-teriak kawinin aja