
sore mam..sapa boy(panggilan sayang Adrian) membuyarkan ketegangan kedua wanita tersebut
sudah pulang boy.....Lilian agak kaget tetapi berusaha di tutupi dengan senyuman manis
sore Tante menyapa Susan yang masih terlihat tegang
dipandangnya Adrian dari kepala sampai ujung kaki benar benar sempurna,tampan,ramah,berkedudukan
sore nak... tersenyum
bisa kita bicara sebentar ?
oh...Tante menunggu saya..mama kenapa gak bilang,silakan duduk .
Adrian mempersilakan Susan duduk di sofa kayu jati dengan ukiran Jepara berbentuk pohon anggur berwarna coklat tua.
Liliana mengikuti duduk,tapi pandangan nya tetap dengan kekesalan
kedatangan saya untuk berterima kasih kepada nak Adrian karena sudah menyelamatkan anak saya Stefani dan minta maaf atas kekasaran perlakuan suami saya carlos.menunduk penuh penyesalan
sudah berlalu Tante.. bagaimana kabar pun,eh..maaf Stefani? dengan senyuman yang manis seperti gula
Susan memandang dalam manik hitam Adrian penuh sedih begitu menusuk dan tanpa sadar mengegam tangan pemuda itu air matanya menetes melewati manik coklat turun bebas di pipi putih yang mulus.
insting Adrian seperti radar yang menangkap sesuatu yang tidak beres sudah terjadi diapun menarik napas panjang dan memejamkan mata.dadanya terasa sesak
dibukanya pelan pelan kelopak matanya dan memandang wanita di depannya yang terisak.
bisa saya menengok..pun, wajah yang cerah merona berubah kelam
benarkah..adrian ingin menemui Fani,Susan memandang tidak percaya dengan apa yang di dengarnya pemuda ini memiliki hati seluas samudera, sangat gembira ada harapan pikirnya.
Lilian menarik tangan putranya,dan menggeleng kan kepala tanda tidak setuju
__ADS_1
ketakutan terlihat diwajahnya
tetapi Adrian
tatapan itu di jawab dengan senyuman manis dan memeluk mamanya
semua akan baik-baik saja.
keduanya beranjak meninggalkan rumah menuju keluarga camelo, sepanjang perjalanan Adrian diam maniknya asik melihat sekeliling pikiran melayang hati terasa sakit teriris membayangkan semua hal yang terburuk.
mobil pun memasuki halaman rumah mewah keluarga camelo pilar utama begitu kokoh menjulang tinggi menandakan kekuasaan yang besar
rumah dengan model semi kastil dengan warna cream
Susan pun turun di ikuti Adrian masuk kedalam sarang macan dimana sleeping beauty nya berada.
kau... beraninya..!!! hardik camelo yang kebetulan ada di ruang tamu habis mendengar laporan harian dokter yang menangani Fani
wah rupanya macan betina sudah menunjukan taringnya.
Susan menurun pemuda itu menuju sebuah kamar di ujung lorong dilantai dua
dibukanya pintu pelan pelan, tampaklah seorang wanita tidur diatas ranjang mewah dengan berbagai alat di seluruh tubuhnya.
tubuh Adrian gemetar dipandangnya wanita tersebut Susan mundur kebelakang dan memerintahkan suster dan perawat meninggalkan ruangan dengan code tatapan mata,camelo yang mengikuti mereka dari belakang hanya terdiam membatu
langkahnya mendekati ranjang besar dimana sleeping beauty nya tidur, hatinya hancur gadis yang selama ini dijaganya dengan kasih sayang berubah menjadi alien
di genggam tangan pun,dan menatap kedua orangtuanya dengan tatapan kecewa dan marah
kalian kejam...!!!
camelo yang mendengar ucapan Adrian menjadi geram tapi langkah nya dihalangi Susan sehingga kembali diam membatu.
__ADS_1
pun...pun...Abang datang...bangun dong...Abang lapar
suara bergetar dengan tetesan air mata
perwira itu menangis hatinya terasa sakit.
karena tidak menyangka semuanya hancur berantakan.
pun..pun... bangun Abang gak sabar nunggu
tetap tidak di respon
sleeping beauty tetap dalam tidur panjangnya
Adrian mengegam tangan pun dan menciumnya
pun...klo gak bangun Abang akan pergi teriaknya dengan putus asa hatinya teriris iris
iapun berdiri hendak meninggalkan puniah
dan mulai melepaskan genggaman tangan nya.
Abang Adi.......!!!!
Adrian terbelalak mendengar suara pun memangil namanya dan berbalik
memeluk pun
Abang Adi... Abang..Adi..!!! suara pun terputus
alat-alat medis berbunyi berisik.
susan berteriak ,panggil dokter sekarang!!
__ADS_1