
mobil Johan memasuki parkiran Polda, setelah memarkirkan Johan berjalan ke arah gedung utama dan bertemu Simon dan Dafa yang sudah lebih dulu sampai
gimana Mon..? dengan wajah begitu khawatir
sabar dulu pak lagi di urus nunggu pihak mabes dulu jadi belum bisa di kunjungi.jawab Simon datar
sabar pah ...kita duduk dulu! merangkul papanya yang terlihat gusar.
malam panjang menaungi ketiganya di Polda menunggu tanpa penjelasan.
perkara Adrian dan poniah dengan cepat menjadi trending topik di dunia Maya dan fana Indonesia dalam seminggu terakhir dan sudah banyak di dramatisir membuat keluarga Subrata gerah karena rumah mereka disatroni wartawan bahkan ada yang rela tidur di luar pagar hanya untuk berita.
Johan dan Liliana terpaksa mengungsi ke Bogor tinggal di villa mereka untuk menghindar sedang Dafa dan Simon ke Kalimantan untuk mengumpulkan bukti.
Adrian sendirian di ruang isolasi kakinya di lipat ke arah dada dan tanganya memeluk kedua kakinya kepalanya di sandarkan di dinding pandanganya kosong, pikirannya melayang entah kemana.
apakah poniah baik-baik saja bergumam semoga mereka memperlakukan dengan baik.
di rumah keluarga camelo
pelayan begitu sibuk mencari alat pembersih sejak kedatangan Stefani mereka lebih sibuk dari biasanya,sebab Stefani begitu histeris dan akan melepaskan barang barang yang ada di sekitarnya tidak jarang melukai pelayanan
pergi kau penjahat....aku benci kalian...!!!
aku mau bertemu Abang Adi ......
raungnya memilukan tubuhnya terlihat kurus dan penampilannya seperti orang gila karena pakaian yang di kenakan selalu di sobeknya dan dengan rambut acak-acakan.
aku...mau Abang Adi..!! terus menangis
akan berhenti jika tidur karena perawatan menyuntikkan obat tidur
papi..kenapa Fani menganggap kita orang jahat Susan menangis memandang kamar Fani dari jauh,putri kita sudah gila wajahnya sangat sedih
aku akan cari tau apa yang terjadi pada fani,Carlos mengegam tangan marah matanya merah
di penjara
__ADS_1
tok..tok..ceklek..pintu penjara di buka ada tamu untuk anda sipir buka pintu
Adrian berdiri dengan langkah malas
siapa lagi,jika jika keluarga suruh mereka pulang aku tidak mau bertemu
bukan..kata sipir
Adrian keluar sel di ikuti sipir di lihatnya seorang pria seumur papahnya menggunakan kemeja hitam celana hitam berambut klimis duduk membelakangi nya
waktu anda 30 menit dan sipir meninggalkan mereka berdua.
anda...apa lagi yang anda inginkan dari saya ?
memandang terkejut,tapi berusaha tenang duduk di hadapan Carlos
apa yang terjadi pada Stefani putri saya?
dengan wajah dingin
kau tidak bohong....Carlos menatap tajam
untuk apa aku bohong,anda bisa bertanya dengan dokter nela spesialis syaraf yang mengoperasi nya di RSUD Samarinda
dan dokter Albert di RS Jakarta.
yang saya takutkan anda membuat kondisinya depresi sehingga semuanya sia sia memandang Carlos tajam
kau mengancam ..dia putriku pasti akan ku rawat dengan baik Carlos menyindir
jika anda merawatnya dengan baik tidak mungkin mencari sampai kesini
Adrian berdiri meninggalkan Carlos sendiri
Carlos menghubungi beberapa dokter syaraf terbaik untuk merawat Stefani tetapi kondisinya tidak berubah terus menyebut nama Adi
membuat mereka mendesak Carlos mempertemukan mereka tetapi selalu di tolak
__ADS_1
sidang mahkamah militer menyatakan Adrian tidak bersalah dan membebaskannya
membuat keluarga Subrata senang
Adrian pun pindah ke rumah ayahnya
kondisi Fani semangkin hari semangkin buruk tubuhnya di pasangi banyak alat ,kesadaranya
menurun tubuhnya penuh luka karena ia menyakiti diri sendiri
Susan pun menghampiri Carlos dengan marah
cukup..Dedy..mami gak tahan lihat Fani
klo begini Fani bisa mati
mami akan melakukan apa yang semestinya di lakukan seorang ibu Susan pun pergi meninggalkan rumah dengan mobil bersama supir menuju rumah keluarga Subrata.
di ruang tamu seorang wanita duduk di temani secangkir teh
selamat siang nyonya Subrata sapa Susan dengan sopan
wanita itu tidak lain Lilian memandang sinis
mau apa kau datang kesini, pulanglah anda tidak di terima dengan kasar
Susan tersenyum saya datang mau minta maaf atas perbuatan suami saya. dan ingin bertemu dengan Adrian putra anda
untuk apa untuk menyakitinya hardik Lilian
anda salah saya mau berterima kasih karena sudah merawat putri saya degan baik
cih... berpura pura baik,pulang saja ucap Lilian ketus
saya paham anda marah jika saya di posisi anda pasti akan berbuat hal yang sama.
debat keduanya sangat sengit sehingga tidak menyadari kehadiran Adrian yang baru pulang dari kantor.
__ADS_1