cinta di ujung senja niat

cinta di ujung senja niat
21


__ADS_3

mobil Johan memasuki parkiran Polda, setelah memarkirkan Johan berjalan ke arah gedung utama dan bertemu Simon dan Dafa yang sudah lebih dulu sampai


gimana Mon..? dengan wajah begitu khawatir


sabar dulu pak lagi di urus nunggu pihak mabes dulu jadi belum bisa di kunjungi.jawab Simon datar


sabar pah ...kita duduk dulu! merangkul papanya yang terlihat gusar.


malam panjang menaungi ketiganya di Polda menunggu tanpa penjelasan.


perkara Adrian dan poniah dengan cepat menjadi trending topik di dunia Maya dan fana Indonesia dalam seminggu terakhir dan sudah banyak di dramatisir membuat keluarga Subrata gerah karena rumah mereka disatroni wartawan bahkan ada yang rela tidur di luar pagar hanya untuk berita.


Johan dan Liliana terpaksa mengungsi ke Bogor tinggal di villa mereka untuk menghindar sedang Dafa dan Simon ke Kalimantan untuk mengumpulkan bukti.


Adrian sendirian di ruang isolasi kakinya di lipat ke arah dada dan tanganya memeluk kedua kakinya kepalanya di sandarkan di dinding pandanganya kosong, pikirannya melayang entah kemana.


apakah poniah baik-baik saja bergumam semoga mereka memperlakukan dengan baik.


di rumah keluarga camelo


pelayan begitu sibuk mencari alat pembersih sejak kedatangan Stefani mereka lebih sibuk dari biasanya,sebab Stefani begitu histeris dan akan melepaskan barang barang yang ada di sekitarnya tidak jarang melukai pelayanan


pergi kau penjahat....aku benci kalian...!!!


aku mau bertemu Abang Adi ......


raungnya memilukan tubuhnya terlihat kurus dan penampilannya seperti orang gila karena pakaian yang di kenakan selalu di sobeknya dan dengan rambut acak-acakan.


aku...mau Abang Adi..!! terus menangis


akan berhenti jika tidur karena perawatan menyuntikkan obat tidur


papi..kenapa Fani menganggap kita orang jahat Susan menangis memandang kamar Fani dari jauh,putri kita sudah gila wajahnya sangat sedih


aku akan cari tau apa yang terjadi pada fani,Carlos mengegam tangan marah matanya merah


di penjara

__ADS_1


tok..tok..ceklek..pintu penjara di buka ada tamu untuk anda sipir buka pintu


Adrian berdiri dengan langkah malas


siapa lagi,jika jika keluarga suruh mereka pulang aku tidak mau bertemu


bukan..kata sipir


Adrian keluar sel di ikuti sipir di lihatnya seorang pria seumur papahnya menggunakan kemeja hitam celana hitam berambut klimis duduk membelakangi nya


waktu anda 30 menit dan sipir meninggalkan mereka berdua.


anda...apa lagi yang anda inginkan dari saya ?


memandang terkejut,tapi berusaha tenang duduk di hadapan Carlos


apa yang terjadi pada Stefani putri saya?


dengan wajah dingin


kau tidak bohong....Carlos menatap tajam


untuk apa aku bohong,anda bisa bertanya dengan dokter nela spesialis syaraf yang mengoperasi nya di RSUD Samarinda


dan dokter Albert di RS Jakarta.


yang saya takutkan anda membuat kondisinya depresi sehingga semuanya sia sia memandang Carlos tajam


kau mengancam ..dia putriku pasti akan ku rawat dengan baik Carlos menyindir


jika anda merawatnya dengan baik tidak mungkin mencari sampai kesini


Adrian berdiri meninggalkan Carlos sendiri


Carlos menghubungi beberapa dokter syaraf terbaik untuk merawat Stefani tetapi kondisinya tidak berubah terus menyebut nama Adi


membuat mereka mendesak Carlos mempertemukan mereka tetapi selalu di tolak

__ADS_1


sidang mahkamah militer menyatakan Adrian tidak bersalah dan membebaskannya


membuat keluarga Subrata senang


Adrian pun pindah ke rumah ayahnya


kondisi Fani semangkin hari semangkin buruk tubuhnya di pasangi banyak alat ,kesadaranya


menurun tubuhnya penuh luka karena ia menyakiti diri sendiri


Susan pun menghampiri Carlos dengan marah


cukup..Dedy..mami gak tahan lihat Fani


klo begini Fani bisa mati


mami akan melakukan apa yang semestinya di lakukan seorang ibu Susan pun pergi meninggalkan rumah dengan mobil bersama supir menuju rumah keluarga Subrata.


di ruang tamu seorang wanita duduk di temani secangkir teh


selamat siang nyonya Subrata sapa Susan dengan sopan


wanita itu tidak lain Lilian memandang sinis


mau apa kau datang kesini, pulanglah anda tidak di terima dengan kasar


Susan tersenyum saya datang mau minta maaf atas perbuatan suami saya. dan ingin bertemu dengan Adrian putra anda


untuk apa untuk menyakitinya hardik Lilian


anda salah saya mau berterima kasih karena sudah merawat putri saya degan baik


cih... berpura pura baik,pulang saja ucap Lilian ketus


saya paham anda marah jika saya di posisi anda pasti akan berbuat hal yang sama.


debat keduanya sangat sengit sehingga tidak menyadari kehadiran Adrian yang baru pulang dari kantor.

__ADS_1


__ADS_2