
mobil masuk ke pekarangan rumah,suasana seperti biasa begitu tenang adrianpun turun dari mobil dan melangkah gontai ke dalam sebuah bangunan .
begitu sampai di depan pintu begitu kaget dengan suguhan pandangan rumah yang berantakan genangan air sabun di mana mana, perabotan guling ke segala penjuru
apa yang terjadi wajah Adrian berubah khawatir
klontang...klontang suara perabot dapur khaaaaaa... aaaaa suara teriakan dari dapur
PONIAHHH teriak ku betapa kagetnya
api di kompor mebumbung tinggi membakar penggorengan,api setinggi 1 m menari di atas kompor
aku buru buru mematikan regulator gas mengambil lap dan kucelupkan ke air dan kutaru di atas kompor untuk memadamkan api
ku lihat penampilan poniah yang kacau dengan panci sebagai topi tubuh putih karena tumpahan tepung tangan memegang Sutil dan saringan minyak
apa kamu sudah gila... mau bakar rumah jantungku serasa mau copot
aku cuma mau goreng ikan ..aaaaaaa dia meraung menangis keras
ya Tuhan....otak ku gak bisa berfikir ..gadis ini malah menangis keras bagaimana jika tetangga dengar bisa kacau
aku memeluk nya..sudah jangan menangis dan menepuk punggungnya
lelahnya membereskan kekacauan ini,aq begitu lelah
kriukk..kriukk perutku bunyi
Abang makan yuk poniah sudah siapkan di meja
__ADS_1
ajakannya begitu manis,dia sudah mandi dan berganti baju meninggalkan kekacauan tadi
poniah menarik tangan ku dan membawa ke meja makan
di bukanya tudung saji
ini masakan ku semua Abang Adi makan ya dengan senyuman
mataku melotot melihat makanan di meja
kamu masak semua
iya dengan senyuman tanpa bersalah
tahu tempe gosong, ikan hitam, nasi sangit dan sayur sop di mangkok
tadi sih digoreng tapi apinya jadi gede jadi item jawabnya enteng
kayaknya cuma sayur sop yang bisa di makan pikirku akupun mencendoknya di atas nasi yang sangit
beh..hhh behh asin nya...ku sembur dari mulutku
Abang kenapa keselek, Ade ambilkan minum
aq hanya menangis di hati,betapa sialnya aq hari ini
gimana enak gak masakan Ade, wajahnya berharap
Ade belajar masak terus ya pasti akan enak
__ADS_1
berarti gak enak wajahnya sedih
sudah lah Abang beli makanan aja tunggu ya
akupun beranjak
trus semua ini diapain bang tanyanya nanti Abang abisin sambil mengegam tangan karena kesal
poniah membersihkan meja membawa semua makanan ke belakang dia mencicipi semua makanan yang dibuatnya
beh..beh...ikannya pahit sayurnya asin nasinya pahit pantes bang Adi cari makan di luar..air mata mulai menetes keluar dari manik coklatnya
tiba tiba ada yang menjamah bahu poniah dari belakang poniah pun menoleh
Abang dah pulang kaget
kamu menangis kenapa ?Adrian bingung siapa yang nyakiti ?
poniah menggeleng dan memeluk Adrian
maaf nyusahin Abang adek banyak ngerepotin sampai masak aja gak bisa
Adrian membalas pelukan dan membelai rambutnya yang penting kamu senang
hati ini seperti ditabuh genderang perang tembok keangkuhan hancur kenapa bisa begini hati ini sakit mendengar tangisnya
ada apa dengan ku
tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskanya
__ADS_1