
aaaaaaa...jangan di pukul....poniah menangis histeris
bukkk...satu tendangan melukai kaki membuat Adrian hilang keseimbangan
bruk...Adrian roboh badanya sakit semua,dengan kasar preman menarik rambut nya tanyanya di lipat kebelakang di ikat kuat menggunakan wire tie pedas sakit yang di rasa
masuklah seorang pria paruh baya berambut putih dengan jas coklat serasi dengan celananya berdasi merah seperti alpacino matanya memandang bengis
berdiri dihadapan Adrian
dia menunduk agak jongkok tangan kananya mencengkram rahang Adrian yang sudah babak belur
berani nya...kamu menyembunyikan putriku dan membuat gila kami semua
tuan saya tidak kenal anda ..dan siapa putri anda, Adrian bingung...matanya berpandangan kosong
bawa Fani ke sini...!!! melirik tajam
di jawab angukan anak buahny
Fani yang melihat Adrian babak belur berhambur memeluk Adrian
__ADS_1
kalian orang jahat....kenapa pukul Abang Adi!! menagis histeris sambil memeluk Adrian
Fani sayang...Dedy datang menjemput ayo kita pulang..nada suara Carlos manis
puniah tetap memeluk Adrian tidak berhenti menagis
kamu tau siapa wanita ini..dia putriku Stevani adinda camello bukan poniah!!
kemarin preman yang kamu pukuli adalah orang suruhan ku untuk menjemput Fani tapi mereka sampah
Carlos menyeringai
pandangan jahat berubah menjadi lembut dan suaranya manis seperti madu merayu putrinya
tangannya di tepis kasar,kalian yang jahat aku tidak kenal kalian ...kalian menyakiti Abang Adi ..pergi sana disini rumahku bersama Abang Adi menangis pilu air mata terus mengalir seperti mata air
orang tua pulang sana bawa premanmu sekalian jangan ganggu kami memandang Carlos marah
Carlos mengegam tangan karena kesal dan menarik paksa putrinya menjauh dari adrian
membuat poniah semangkin histeris di pukulinya tubuh Carlos sekuat tenaga,tapi tidak membuat semangat carlos pupus membawa putrinya pulang.
__ADS_1
Abang Adi ..tolong,aku gak mau ikut kalian..kalian jahat...Abang Adi menagis kuat seperti anak kecil di paksa mandi
puniah terus meronta tetapi tidak di gubris Carlos
dipikirannya Adrian sudah mencuci otak putrinya sehingga lupa padahal sebelumnya Fani seperti perangko jika Dedy di rumah
dan sangat manja
tapi sekarang dia melihat Fani yang liar dan kasar lebih memilih perwira sialan itu dari pada dirinya.
Carlos dan anak buahnya meninggalkan apartemen di tengah jalan berpasangan dengan anak buahnya dia hanya mengangguk dan berlalu
Adrian sendirian di apartemen nya pandanganya gelap karena wajah babak belur tangan masih terikat
posisinya meringkuk di lantai masuklah lima orang berpakaian preman
itu orangnya seorang pria menunjuk kelantai empat pria lain menghampiri Adrian yang meringkuk
kami dari kepolisian terpaksa membawa anda kolonel atas tuduhan penculikan jika ingin pembelaan silakan hubungi pengacara anda
apalagi ini kepalaku semangkin sakit,masalah tak habis-habisnya
__ADS_1
mereka menarik ku berdiri dan membimbing ku jalan keluar apartemen
ce klik..klik...klik lampu Blitz kamera mengambil gambar ku banyak wartawan yang meliput rupanya pikiran ini sudah blank antara sakit bingung dan malu