cinta di ujung senja niat

cinta di ujung senja niat
terluka


__ADS_3

aaaaaaa...jangan di pukul....poniah menangis histeris


bukkk...satu tendangan melukai kaki membuat Adrian hilang keseimbangan


bruk...Adrian roboh badanya sakit semua,dengan kasar preman menarik rambut nya tanyanya di lipat kebelakang di ikat kuat menggunakan wire tie pedas sakit yang di rasa


masuklah seorang pria paruh baya berambut putih dengan jas coklat serasi dengan celananya berdasi merah seperti alpacino matanya memandang bengis


berdiri dihadapan Adrian


dia menunduk agak jongkok tangan kananya mencengkram rahang Adrian yang sudah babak belur


berani nya...kamu menyembunyikan putriku dan membuat gila kami semua


tuan saya tidak kenal anda ..dan siapa putri anda, Adrian bingung...matanya berpandangan kosong


bawa Fani ke sini...!!! melirik tajam


di jawab angukan anak buahny


Fani yang melihat Adrian babak belur berhambur memeluk Adrian

__ADS_1


kalian orang jahat....kenapa pukul Abang Adi!! menagis histeris sambil memeluk Adrian


Fani sayang...Dedy datang menjemput ayo kita pulang..nada suara Carlos manis


puniah tetap memeluk Adrian tidak berhenti menagis


kamu tau siapa wanita ini..dia putriku Stevani adinda camello bukan poniah!!


kemarin preman yang kamu pukuli adalah orang suruhan ku untuk menjemput Fani tapi mereka sampah


Carlos menyeringai


pandangan jahat berubah menjadi lembut dan suaranya manis seperti madu merayu putrinya


tangannya di tepis kasar,kalian yang jahat aku tidak kenal kalian ...kalian menyakiti Abang Adi ..pergi sana disini rumahku bersama Abang Adi menangis pilu air mata terus mengalir seperti mata air


orang tua pulang sana bawa premanmu sekalian jangan ganggu kami memandang Carlos marah


Carlos mengegam tangan karena kesal dan menarik paksa putrinya menjauh dari adrian


membuat poniah semangkin histeris di pukulinya tubuh Carlos sekuat tenaga,tapi tidak membuat semangat carlos pupus membawa putrinya pulang.

__ADS_1


Abang Adi ..tolong,aku gak mau ikut kalian..kalian jahat...Abang Adi menagis kuat seperti anak kecil di paksa mandi


puniah terus meronta tetapi tidak di gubris Carlos


dipikirannya Adrian sudah mencuci otak putrinya sehingga lupa padahal sebelumnya Fani seperti perangko jika Dedy di rumah


dan sangat manja


tapi sekarang dia melihat Fani yang liar dan kasar lebih memilih perwira sialan itu dari pada dirinya.


Carlos dan anak buahnya meninggalkan apartemen di tengah jalan berpasangan dengan anak buahnya dia hanya mengangguk dan berlalu


Adrian sendirian di apartemen nya pandanganya gelap karena wajah babak belur tangan masih terikat


posisinya meringkuk di lantai masuklah lima orang berpakaian preman


itu orangnya seorang pria menunjuk kelantai empat pria lain menghampiri Adrian yang meringkuk


kami dari kepolisian terpaksa membawa anda kolonel atas tuduhan penculikan jika ingin pembelaan silakan hubungi pengacara anda


apalagi ini kepalaku semangkin sakit,masalah tak habis-habisnya

__ADS_1


mereka menarik ku berdiri dan membimbing ku jalan keluar apartemen


ce klik..klik...klik lampu Blitz kamera mengambil gambar ku banyak wartawan yang meliput rupanya pikiran ini sudah blank antara sakit bingung dan malu


__ADS_2