
Adi gak bisa tidur karena kaki Fani menindih kakinya,dan tangannya melingkar di badanya,
aku kok di jadiin kayak Bobi begini,mana berat badanya,berusaha bergeser pelan pelan.
"Bobi..diem... bobo aja ..!!
Adi kaget mendengar suara Fani,
fuhh....cuma ngigau.......
lama kelamaan Adi cape juga tanpa sadar diapun ikut tertidur berpelukan dengan Fani.
matahari menyapa kamar dari sela sela gorden, cahayanya yang hangat mengusik keduanya yang masih tidur,
klek..klek...klek
ada orang di luar kamar sedang membetulkan pintu.
akhirnya bisa juga..ssttt..mereka masih tidur.. mereka tersenyum.
kata pelayan kepada temannya,kemudian beranjak pergi.
Fani membuka matanya dan tersenyum,melihat pria tampan yang masih terbenam dalam mimpi,kemudian turun menuju kamar mandi, melaksanakan kewajiban harianya.
di lihat nya Adi masih tidur dengan nyenyak,Fani naik lagi ke ranjang memandangi wajah Adi dalam dalam dan menciun pipinya,
..met pagi...Abang.......
sontak Adi kaget.... seperti kucing di siram air,gerakan tubuh refleks membuat kepalanya berbenturan dengan kepala Fani
__ADS_1
...aduh...sakit...Abang kenapa sih??..
maaf..maaf...de...gak sengaja...sambil ngucek mata.
Adi melongo kok kamu disini de...
kan semalem bobo bareng...jawabnya polos
Adi memandang Fani dan mengintip di bawah selimut ternyata masih mengunakan pakaian lengkap, menarik nafas panjang.kemudian duduk bersandar di ranjang.
tiba tiba Fani membalikan badan dan menduduki tubuh Adi persis di atas adik kecilnya yang membuat Adi mati kutu
de turun dong...kok kayak anak kecil..
gak mau sambil mengalungkan tangannya di kepala sambil menggoyangkan pinggulnya, seperti main kuda-kudaan.
otomatis darah Adi jadi deg..deg..plas..adek kecil mulai terusik...bisa bahaya.. pikirnya
iihh..nyebelin.... melepaskan tangannya dengan kesal, dan membiarkan Adi masuk kamar mandi,
untung selamat... bergumam
bang, Ade tunggu di bawah...ya.
iya....
akhir akhir ini Fani memiliki sikap yang tidak terduga, seperti anak kecil,tapi yang jadi lawan adalah pria dewasa otomatis ada aliran darah naik turun kayak bandulan yang membuat shock jantung.
dan situasi selalu pas membuat ku mati kutu.
__ADS_1
Fani melewati ruang baca di dengar nya suara mami dan dedy berdebat diam diam ia pun mencuri dengar yang terjadi, membuatnya terkejut.
Dedy apa sudah di pikir ngebiarin Adi keluar dari rumah ini berarti menghancurkan Fani
cukup mih,kita tidak bisa tahan Adi terus menerus dia punya kehidupan..
bagaimana Fani??
Fani tanggungjawab kita jawab Carlos tegas.
Susan memandang sendu suaminya hatinya galau...
Carlos mendekati dan memeluk erat,di cium kening Susan dengan lembut
semua akan baik-baik saja.
berarti bang Adi akan pergi meninggalkan rumah dan tidak akan kembali makanya mami dan dedy berdebat,
trus aku gimana?
mata nya memerah,air mata Fani menetes perlahan jatuh di pipinya terasa sedih sekali,
ia tidak mau kehilangan adi. langkahnya terhenti ketika berpapasan dengan Adi yang sudah siap dengan seragam nya untuk ke kantor.
katanya mo ke bawah kok disini
nunggu..Abang Adi.. jawabnya datar berusaha menutupi matanya yang habis menangis.
di tariknya tangan Adi yang kekar,dan di peluk erat
__ADS_1
kamu baik-baik saja,tanya Adi yang melihat tingkah yang tidak biasa Fani
sangat baik sambil senyum kuda