
Fany mengalami patah tulang,dan harus menjalani operasi malam ini,suasana menjadi tegang.
masing masing dalam dunia pikirannya sendiri, setelah beberapa waktu berlalu seorang perawat berpakaian hijau keluar dan memanggil keluarga Stefani
otomatis dengan sigap Carlos maju tanpa harus di suruh,perawat mengatakan jika operasinya sudah selesai dan kondisi pasien bagus tinggal menunggu sadar sekarang mereka bisa menunggunya di ruang rawat inap karena akan segera di pindahkan.
di ruang VIP rumah sakit itu Fani tidur dalam kedamaian efek bius yang belum hilang dan kaki kirinya terbungkus perban.
Adi memandang wajah itu dengan perasaan bersalah,menarik kursi dan duduk di sebelahnya,
"kalian beristirahat lah biar saya yang jaga malam ini.memandang wajah lelah mereka.
Carlos menepuk pundak Adi,kami pulang dulu jika ada apa-apa kabari,besok kami akan kembali dan membawa barang barang kebutuhan di sini.
merekapun beranjak pergi meninggalkan ruang perawatan.
Adi mengegam tangan Fany
"dasar gadis bodoh" air matanya berlinang.
matahari menyapa hangat ke dalam ruangan ,jam di dinding menunjukan pukul 6
Adi tertidur di sisi ranjang,
air....air....mulut Fany berdesis halus dan tangannya bergerak otomatis menyentuh kepala Adi yang tidur di sisinya
Adi terbangun perlahan membuka matanya,adek minta apa?
__ADS_1
air...air...
dengan sigap Adi memberikan kelas yang sudah di isi air dengan sebuah sedotan di dalamnya.di sodorkan kebibir Fany yang pucat dan kering,
di minum perlahan beberapa kali
sudah..
adi pun menarik gelas dan meletakan kembali di meja.
kepalaku sakit...
gak papa nanti kalo obat biusnya sudah hilang gak akan sakit.
kakiku gak bisa gerak...Fany berujar
di gips dek,adek sih loncat dari lantai 2,kakinya jadi patah semalam habis di operasi. ujar Adi sambil tersenyum.
Abang gak jadi pergi....
Adi memandang dalam kepada Fany dan menggelengkan kepalanya.
kenapa...apa karena adek jatuh Abang gak jadi pergi,maafin ..ya"
Fany menundukkan kepalanya
abang terlalu egois jadi bikin adek begini ,Abang yang seharusnya minta maaf.
__ADS_1
Fany memalingkan wajahnya memandang ke arah jendela.
kalo Fany gak jatuh Abang pasti pergi kan?
pertanyaan itu begitu menusuk hati,aku tidak mampu menjawab hanya menundukkan kepala
sudah ku duga sambil tersenyum getar Fany gak nyesel kok kakinya patah yang penting Abang gak pergi.
terdengar pintu di buka terlihat pasangan paruh baya memasuki ruangan sambil membawa tas yang cukup besar.
nak Adi bisa pulang dulu untuk istirahat biar kami yang ganti jaga Fani,ini dibawakan sarapan sekalian.
gak...boleh..pergi,Abang jangan pergi....Fany mulai histeris
cuma istirahat kok sayang...kan ada mami sama Dedy yang jaga
gak boleh,bang Adi suami aku dia yang harus jaga mamy sama Dedy pulang aja
otomatis mereka saling berpandangan,sayang kalian kan belum menikah Susan terkekeh
sudah waktu di Kalimantan,walau cuma di balai RW,secara agama kami suami istri dan bang Adi belum pernah sekalipun menjatuhkan talak.
benarkah..kedua nya memandang Adi dengan sorotan mata yang tajam menyelidik.
Adi tolong jelaskan pada kami apakah yang dikatakan Fani benar adanya
adipun mengangguk,
__ADS_1
itu terjadi karena salah faham dengan penduduk setempat.
masalah serius begini kenapa gak kamu ceritakan.