
dokter pun segera datang dikuti beberapa perawat memeriksa kondisi Fani, mereka begitu sibuk untuk beberapa saat,
Carlos memeluk Susan khawatir sedang Adrian berdiri membatu di sudut ruangan tatapnya kosong gelisah
dokter mengatakan bahwa Fani baru saja lepaas dari masa kritis, kondisinya stabil sekarang dia tidur membuat semua yang ada menarik napas lega,
dokter meminta waktu berbicara empat mata dengan Adrian di ruang baca,camelo dan Susan hanya memandang dari kejauhan
anda sudah mengetahui kondisi Fani sebelumnya,di jawab dengan anggukan
kondisi mental Fani tidak stabil bisa anda disini untuk beberapa hari mendapingi pasien agar tenang, karena akan membantu proses penyembuhan
lebih baik anda bilang orang tuanya saya hanya tamu dengan nada yang datar adrian menatap Dokter seni
saya mengerti kondisinya Dann akan bicara dengan tuan camello,dr.seni meninggalkan Adrian yang masih terpaku kembali ke kamar puniah.
Adrian melangkahkan kakinya menyusuri lorong rumah itu,langkah yang berat karena harus meninggalkan pun tapi tidak bisa di elak karena pun ada di tengah keluarganya sendiri,dan dia adalah orang luar tugasnya selesai
walau dengan akhir yang menyakitkan Adrian pasrah.
apakah kau sudah ingin pergi?ada suara dibelakang yang melenyapkan lamunan membuat nya berhenti tampak Carlos berdiri di belakangnya.
__ADS_1
ya..tugasku sudah selesai wajah dingin membeku menatap Carlos
bisakah kau tinggal untuk beberapa hari sampai Fani membaik minta Carlos memohon
anda bisa memberikan yang terbaik saya sudah melihat nya jawab Adrian datar
tetapi yang dibutuhkan Fani cuma kamu bukan kami
ku mohon demi Fani maafkan kesalahan terdahulu,ku akui semua terjadi karena kebodohan diriku dan semua obsesi yang membuat keadaanya memburuk,mata Carlos berkaca kaca membendung air matanya
Adrian memandang iba pria tua yang sebelumnya seperti singa lapar sekarang hanya lembu tercucuk hidungnya wajahnya yang serba salah menggambarkan penyesalan yang begitu dalam.
suasana menjadi hening sesaat,kebisuan diantara mereka menyelimuti lorong kamar
apapun syarat nya akan kupenuhi,seisi rumah akan ada di tangan mu,demi kesembuhan Fani aku berjanji Carlos merangkul Adrian dalam pelukannya dan membisikan
terimakasih.
lumer sudah kekakuan di rumah keluarga camelo Adrian di sambut seperti keluarga mereka makan malam bersama,
setelah makan malam camelo memanggil semua pelayan untuk menjelaskan apa yang harus di lakukan setelah Fani sadar baik sikap maupun pantangan makan sebagai terapi juga jika ada kelakuan yang aneh yang di lakukan sebagai antisipasi.
__ADS_1
Adrian juga mengikutsertakan Susan sebagai guru pribadi bagi pun untuk bisa berinteraksi dengan orang luar.
tak lama barang barang Adrian di bawa pelayan di masukan ke kamar tamu atas permintaan camelo malam di mana malamnya di lalui dengan panjang.
hari sudah pagi matahari mulai menyapa Adrian bangun paling awal setelah pelayan tentunya duduk di samping pun yang masih tertidur, karena obat semalam
ia mengegam tangan pun dan mengusapnya lembut, dan menciumnya
pagi...pun
kemudian berdiri melangkah ke jendela dan termenung matanya memandang jauh tangannya di silangkan di dada.
bang..Adi....bang...Adi terdengar suara pun memanggil lemah membuat Adrian tersentak dari lamunan dan duduk di ranjang
Abang di sini ..menatap puniah penuh kelembutan
pun membuka mata di hadapannya pria yang selama ini di tunggu membuat nya terpaku
tangannya yang lemah berusaha menggapai wajah didepanya air matanya menetes
abang Adi....tangis pun pecah membahana menghiasi pagi yang cerah
__ADS_1
Adi memeluk pun dengan penuh kerinduan hatinya yang luka terbalut dengan memeluk pun yang kepalanya bersandar di dada nya saat ini.
Abang di sini...maaf datangnya telat..pun jangan sakit lagi ya...pun harus sehat biar bisa jalan jalan lagi suara berat menahan tangis kerinduan dua anak manusia yang bertemu karena garis nasib