cinta di ujung senja niat

cinta di ujung senja niat
ketahuan


__ADS_3

mobil kami memasuki basement apartemen setelah memarkirkan mobil kami berjalan kembali ke kamar,cape setelah habis bekerja seharian enaknya mandi dan makan malam dan main catur bersama poniah pikirku masakan poniah sekarang jauh lebih enak di banding restoran Padang langganan ku


membuat aku malas makan di luar,juga dia suka berkreasi menata ulang rumah setiap Minggu yang membuatku sering binggung mencari barang.


sepanjang lorong poniah bercerita apa yang dilakukanya seharian aku mendengar kan sambil tersenyum senyum menahan tawa sebab ceritanya seperti anak 5th


mengejar kupu kupu,mengusili anak tetangga sampai nangis gara gara permennya diambil


ada lagi setiap pulang kerja pasti ada tetangga yang menunggu ku di lobby meminta pertanggung jawaban atas keusilan poniah.tapi aku senang...poniah menemukan dirinya motoriknya mulai berkembang berarti pengobatan yang di lakukan selama ini tidak sia sia


sampai juga depan pintu apartemen ku,tapi kenapa pintu tidak di kunci dan lampu menyala ah .paling poniah lupa setelah meletakan belanjaan di depan pintu kami terpaku kaget dengan dua orang yang duduk di sofa


siapa mereka bang tanya puniah berbisik


orang tuaku jawab ku lirih


aku melangkah mendekati mereka di ikuti poniah dari belakang


duduk...!!! perintah ayahku Johan Subrata


kenapa tidak pulang kerumah tapi tinggal di apartemen bersama dia menunjuk ke poniah.


papaku agak ketus

__ADS_1


maaf...tapi aku punya alasan sendiri


jawabku lirih


poniah tegang ketakutan tangan kananku mengengam tangan kirinya memberi isyarat agar tenang.


namamu siapa ade? tanya mama kepada poniah


poniah Tante..jawabnya


apa hubunganmu dengan pria brengsek ini


dia gak brengsek kok,baik, dia suami saya


jawab poniah


tiga bulan lalu di Samarinda pa kata Adrian


di KUA mana kalian menikah?


bukan di KUA tapi balai RT Om jawab poniah


maksudnya acaranya di balai RT begitu Johan dan Liliana bingung

__ADS_1


enggak di paksa kawin sama warga karena dituduh kumpul kebo jawab poniah


Johan dah Liliana berpandangan kemudian tertawa ngakak


ha...ha...ha...apa apan ini...boy(panggilan kesayangan) apa yang di katakan gadis ini benar tanya Johan tidak percaya


benar pa...saya minta maaf tidak cerita.


kamu aparat tapi otak balita kenapa berbuat konyol,bagaimana keluarga poniah menanggapi tanya Johan


saya tidak tau siapa keluarga nya sedang nama aslinya saja tidak tau jawab Adrian


membuat orang tuanya bingung,dan Adrian menceritakan semua yang sudah terjadi dari awal kemudian masuk ke kamar mengambil berkas dan di serahkan kepada orang tuanya.


orang tua Johan tertegun dengan pilihan sulit anaknya


papa bangga dengan mu walau masalah ini begitu berat,papa percaya boy gak pernah ngecewain kami


boy janji jika ponniah menemukan jati dirinya apapun konsekuensinya boy siap jika tidak boy tanggung jawab tapi jujur boy tidak melakukan yang tidak pantas.


Liliana memandang poniah gadis didepannya yang dari tadi begitu tegang


poniah takut tanya Liliana

__ADS_1


di jawab anggukan di ajaknya poniah ke dapur untuk mengambil minuman .


suasana tegang berangsur mencair.


__ADS_2