
mobil kami memasuki basement apartemen setelah memarkirkan mobil kami berjalan kembali ke kamar,cape setelah habis bekerja seharian enaknya mandi dan makan malam dan main catur bersama poniah pikirku masakan poniah sekarang jauh lebih enak di banding restoran Padang langganan ku
membuat aku malas makan di luar,juga dia suka berkreasi menata ulang rumah setiap Minggu yang membuatku sering binggung mencari barang.
sepanjang lorong poniah bercerita apa yang dilakukanya seharian aku mendengar kan sambil tersenyum senyum menahan tawa sebab ceritanya seperti anak 5th
mengejar kupu kupu,mengusili anak tetangga sampai nangis gara gara permennya diambil
ada lagi setiap pulang kerja pasti ada tetangga yang menunggu ku di lobby meminta pertanggung jawaban atas keusilan poniah.tapi aku senang...poniah menemukan dirinya motoriknya mulai berkembang berarti pengobatan yang di lakukan selama ini tidak sia sia
sampai juga depan pintu apartemen ku,tapi kenapa pintu tidak di kunci dan lampu menyala ah .paling poniah lupa setelah meletakan belanjaan di depan pintu kami terpaku kaget dengan dua orang yang duduk di sofa
siapa mereka bang tanya puniah berbisik
orang tuaku jawab ku lirih
aku melangkah mendekati mereka di ikuti poniah dari belakang
duduk...!!! perintah ayahku Johan Subrata
kenapa tidak pulang kerumah tapi tinggal di apartemen bersama dia menunjuk ke poniah.
papaku agak ketus
__ADS_1
maaf...tapi aku punya alasan sendiri
jawabku lirih
poniah tegang ketakutan tangan kananku mengengam tangan kirinya memberi isyarat agar tenang.
namamu siapa ade? tanya mama kepada poniah
poniah Tante..jawabnya
apa hubunganmu dengan pria brengsek ini
dia gak brengsek kok,baik, dia suami saya
jawab poniah
tiga bulan lalu di Samarinda pa kata Adrian
di KUA mana kalian menikah?
bukan di KUA tapi balai RT Om jawab poniah
maksudnya acaranya di balai RT begitu Johan dan Liliana bingung
__ADS_1
enggak di paksa kawin sama warga karena dituduh kumpul kebo jawab poniah
Johan dah Liliana berpandangan kemudian tertawa ngakak
ha...ha...ha...apa apan ini...boy(panggilan kesayangan) apa yang di katakan gadis ini benar tanya Johan tidak percaya
benar pa...saya minta maaf tidak cerita.
kamu aparat tapi otak balita kenapa berbuat konyol,bagaimana keluarga poniah menanggapi tanya Johan
saya tidak tau siapa keluarga nya sedang nama aslinya saja tidak tau jawab Adrian
membuat orang tuanya bingung,dan Adrian menceritakan semua yang sudah terjadi dari awal kemudian masuk ke kamar mengambil berkas dan di serahkan kepada orang tuanya.
orang tua Johan tertegun dengan pilihan sulit anaknya
papa bangga dengan mu walau masalah ini begitu berat,papa percaya boy gak pernah ngecewain kami
boy janji jika ponniah menemukan jati dirinya apapun konsekuensinya boy siap jika tidak boy tanggung jawab tapi jujur boy tidak melakukan yang tidak pantas.
Liliana memandang poniah gadis didepannya yang dari tadi begitu tegang
poniah takut tanya Liliana
__ADS_1
di jawab anggukan di ajaknya poniah ke dapur untuk mengambil minuman .
suasana tegang berangsur mencair.