Cinta Diambang Senja

Cinta Diambang Senja
tertangkap


__ADS_3

Tepat jam 7 malam mas angga sudah datang menjemputku,sementara aku masih belum selesai bersiap-siap,tapi mas angga dengan sabar menantiku,sebenarnya aku saat ini hanya merasa hubungan kami menjadi lebih baik dari sebelumnya tetapi dalam artian teman...


Entahlah aku saat ini menganggap mas angga sebagai seorang kakak terasa lebih baik dan aku berharap begitu juga dengannya.


"Mas ...ayo kita berangkat biar nggak kemalaman tar pulangnya"


Mas angga memandangku sambil tersenyum...


"Mas.... ada yang aneh ya sama jora sampai begitu mas angga menatap saya"


"nggak jor,kalau boleh jujur nih....!!


mas angga menggantung kata-katanya


"kenapa mas...???"


"Kamu makin cantik sekarang,semakin dewasa..."


ucapan mas angga membuatku tergelak!!


"heeiii mas serius de'


"iya mas maafkan jora, tapi mas tau kan jora ini udah hampir 40 tahun dan pastinya udah masuk kategori Tua ...hehehehe"


Tiba-tiba mas angga berdiri dari duduknya dan langsung memelukku erat,tentu saja ini membuatku terkejut


"Maafkan mas ya de'....


"Jora udah lupa mas" kapan nih kita jalan tar keburu makin malam"

__ADS_1


mas angga melepaskan pelukkannya tapi masih memegang lenganku perlahan mendaratkan kecupan lembut di dahiku,


aku hanya bisa tersenyum tanpa mampu menanggapi atau protes atas apa yang mas angga lakukan


*****


Selama diperjalanan kami hanya terdiam,mas angga fokus pada kemudinya dan aku hanya memandang keluar jendela melihat pemandangan malam dengan lampu-lampu yang berkerlap kerlip indah,tanpa ku sadari ternyata kami sudah sampai direstoran yang kami tuju....


"Jora..... kita sudah sampai"


"iya mas "baru saja aku mau membuka pintu mobil tapi sudah lebih dulu mas angga yang membukakan pintu untukku"


"Jora bisa sendiri mas,jora bukan anak kecil heheheee"


"emang anak kecil aja yang mesti dapat perlakuan seperti ini de"


kami memasuki restoran dengan tangan yang masih berpegangan,sebenarnya aku ingin melepaskannya tapi pegangan tangan mas angga justru semakin erat,mungkin kalau ada yang melihat kami berdua pasti beranggapan kami sepasang suami istri...


Saat berada didalam restoran kami diarahkan menuju meja yang sudah dipesan mas angga.


Baru beberapa langkah kami berjalan masuk mengikuti pelayan restoran,tiba-tiba ada suara yang sangat aku kenal memanggilku,rasanya aku tak mampu melangkah lagi karena itu adalah suara ......


"Bundaaaaa....!!!!


aku dan mas angga berhenti melangkah mendengar suara nada, iyaaaa nada, Kenapa bisa nada ada disini,kami menolehkan pandangan kami kearah suara nada, ya ampuuun dimeja lain diruangan yang sama justru aku melihat pemandangan yang tidak kuduga,tanpa sadar aku semakin memper erat genggaman tanganku dan mas angga memperhatikan arah pandangku yang tertuju pada mas Elang,aku tau saat ini mungkin wajahku terasa panas antara takut dan malu.


Takut karena berbohong dan malu karena tertangkap basah bersama mas angga saat ini.


Aku hanya bisa terdiam dan saat nada berlari kearahku dan memelukku,baru aku melepaskan pegangan tanganku dan sekilas aku melihat raut wajah tidak suka dari mas Elang karena dia fokus menatap tangan kami berdua.

__ADS_1


"Bunda, kok bisa bersama Om angga siih,bilang ayah bunda nggak bisa ikut makan malam karena sudah punya janji dengan teman-teman bunda...


"ituuu...."aku bingung harus menjawab apa,rasanya aku ingin pulang tapi aku juga merasa kakiku tak mampu melangkah menjauh


" bunda batal buat ketemuan sama temannya jadi Om yang ajak dan jemput bunda buat kesini..."


sementara aku masih bisa terselamatkan tapi bagaimana selanjutnya.."😰


"Jora ayo mungkin ini sudah saatnya kamu bertemu ibu dan ayah lagi setelah sekian lama,nanti biar mas yang menjelaskan kepada abang dan ponakan mas ..."


Dengan langkah ragu aku mengikuti langkah mas angga untuk menuju ke meja mas Elang,aku hanya bisa menunduk karena takut saat bertatapan dengan beberapa orang dimeja ini...


"Joraaa kenapa harus menunduk,apa ada yang lebih menarik menatap lantai dari pada kami diruangan ini"


Suara berat dan khas mas Elang semakin membuatku seakan-akan seperti penjahat yang tertangkap mencuri,perlahan aku mengangkat wajahmu dan hal pertama yang aku lihat adalah ibu dan ayah,beliau berdua juga terkejut melihatku,tiba-tiba ibu berdiri,mendekatiku dan memelukku...


"Joraaaa ,benarkah ini kamu nak"


ibu melepaskan pelukkannya dan menatap lekat wajahku,air mata mengalir dari mata yang masih terlihat indah,aku hanya bisa mengangguk,mencoba menahan air mataku tapi tetap mengalir dengan sendirinya"


Aku sudah tidak peduli lagi apa yang akan mas elang dan anak-anak pikirkan,bunda menuntunku untuk duduk,beliau tidak mau melepaskan pegangan tangan kami berdua,tiba-tiba ayah juga berdiri dan menghampiriku,mengelus pucuk kepalaku dan mendaratkan kecupan di dahiku,YA ALLAH betapa ini kerinduan akan orang tua yang telah lama hilang dariku,tanpa kuasa aku makin terisak dan mas angga mendekat dan mensejajarkan posisinya agar bisa memelukku,aku sudah tidak peduli lagi saat ini berada dimana,namun sesaat aku menjadi lebih lega dan segera melepaskan pelukan mas angga,perlahan mas angga menghapus air mata yang mengalir dipipiku....


"Maaaf" hanya itu yang mampu aku ucapkan,sampai suara mas Elang membuat tangisku semakin mereda...


Eheeeem!!


apakah ada yang bisa menjelaskan situasi ini,bagaimana ibu dan ayah bisa mengenal jora,dan apa maksudnya ini angga,knapa bisa jora datang bersamamu!!! aku tahu ada amarah dibalik pertanyaan mas Elang,tapi aku hanya bisa diam karena aku juga tidak tau bagaimana harus menjelaskannya...


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2