
Aku merasakan kecupan lembut dipipiku,membuatku tersenyum,apakah ini mimpi atau kenyataan,tepukan lembut yang menyentuh lenganku,membuatku perlahan membuka mataku,wajah pertama yang kulihat adalah Sicantik nada,dia tersenyum...
"Bunda.... ayo bangun, sebentar lagi kita akan sarapan pagi bersama"
"Jam berapa ini sayang?"
"Hampir jam 7 pagi bunda"
"Astagfirullah ....bunda kesiangan ya,kenapa nada baru bangunkan bunda!!"
"Bunda siih tidurnya nyenyak banget,kata kak dinda biar bunda tidur lebih lama"
"ooooh iya sayang maafkan bunda yaaa"
"Bunda mandi aja dulu,ini udah dinda bawain baju ganti buat bunda,itu kepunyaan Almarhum ibu,bunda gak masalah kalau pakai ini dulu kan???"
"Nggak papa sayang, baiklah bunda mandi dulu..." bergegas aku bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi yang ada dikamar nada"
*****
*Saat keluar dari kamar mandi aku tidak menemukkan nada dan dinda lagi,mungkin mereka sudah diruang makan,aku harus segera bersiap,alangkah memalukkannya sebagai tamu aku justru terlambat bangun!!*
Baru saja akan turun kebawah notifikasi dari hapeku berbunyi tanpa jeda,cepat ku buka hapeku dan benar saja itu notif dari grup wa Mamah Gaul π€
Nana : Joraaaaaaa .....!!!
Nina : Joraaaaaaa!!!!!
Nindi : Jora dimana kamu sekarang,jawab kami π
me : Aku dirumah Nada
Nana,Nina,Nindi :π€π€π€π€
Me : Iiiih kalian yaaa jangan mikir yang nggak-nggak.....???
Nana : emang kamu tau kami lagi mikir apaan π
Nina : Ngapain kamu nginap disana??π
__ADS_1
Nana : iyaaaaaa kaya nggak punya rumah aja kamu jor,
Nina: Eeeeeiiits ini nih harus di introgasi tar siang ketemuan dikafe,Nindi mana nih suaranya...
Nana: Lagi.......??? mas Radit kaleeee π€£π€£π€£
Nindi : Dasaaaaar kalian Kembar edan pikiran tuuch kemana-mana jalannya,aku tuuuh lagi siapin sarapan pagi buat papih sayang ...
Me : Ya ampuuun sejak kapan nih panggilan sayang berubah jadi papih, hahahahahπππ
Tok...took... took!!!
Cekleeek!!! suara pintu diketuk dan dibuka,yang terlihat justru wajah si imut nada...
"Bunda sudah siap, kita ditunggu ayah diruang makan"
"Iya sayang,bentar lagi bunda turun"
"barengan aja bun" aku hanya menggangguk tanda menyetujui keinginan nada.."
Sebelum turun kusempatkan kembali membalas wa sahabat- sahabatku.
Nindi,Nana,Nina :Gak asyiiik kamu jor,awas tar kalau gak cerita kita tenggelamkan kamu π‘π‘π‘π‘
Me : Uuuuuuuh takuuut,sereeeem π€£π€£π€£π€£
kuletakkan kembali hapeku dan bergegas menuruni tangga menuju ruang makan bersama Nada, sekilas aku melihat sudah ada Mas Elang yang selalu tampak makin tampan,Rayhan yang juga seperti kembaran Maa Elang,mungkin saja Ray adalah ayahnya versi muda,astaga apa yang aku pikirkan,bisa-bisanya aku,aku yakin saat ini pasti pipiku meronaππ
oooowh terlupa sicantik Dinda, mereka mungkin memang berasal dari Gen yang bagus dan Unggul "
Heeeeeem!! suara deheman mas Elang menyadarkan aku dari rasa Haluku yang makin menjadi ...
"Maaf mas,saya terlambat bangun..."
"Tidak masalah Jora,duduklah"
Mbok Ramlah ingin melayani dan menyiapkan makan kepiringku,tapi aku menahannya....
"Ada apa Bu...??"
__ADS_1
"Biar saya ambil sendiri mbok"
si mbok melihat kearah mas Elang dan hanya ditanggapi dengan anggukan kepala,mungkin itu sebagai tanda mengijinkan keinginanku"
"Mbok...."pergilah sarapan pagi juga sebelum melanjutkan pekerjaan yang lainnya,biar kami menyiapkan dan mengambil sendiri sarapan kami"
"baik Tuan .... saya permisi kebelakang dulu"
"Bundaaaa ambilin nada nasi goreng sama telur ceplok aja"
"iya putrikuu sayang, ku cubit sayang pipi nada dan menciumnya sekilas,aku terhanyut tanpa menyadari dimeja makan saat ini ada mata yang tak berkedip memperhatikan interaksi aku dan nada,saat ku mendongakkan wajahku pandangan mataku bertemu dengan mata yang indah tapi dengan tatapan yang tajam juga teduh.
"Mas mau jora ambilkan juga?" ya ampun kenapa siih aku justru menawarkan diri begini,astaga joraaaaπ€¦ββοΈ,hanya ini upayaku menghindari rasa canggung dan gugupku.
"Kalau kamu tidak keberatan jora,boleh"
"Mas ingin sarapan apa?"
"Roti telur dan sosis goreng saja"
segera aku mengambilkan roti dan sosis,kemudian meletakkan didepan mas Elang.
Baru saja aku ingin memakan sarapanku roti telur,aku merasakan masih ada 2 orang yang belum bergerak untuk mengambil sarapannya,kupandangi dinda dan Ray.
"Ray!! dinda.... kenapa kalian belum mengambil sarapan kalian....
"Bundaaaa gak adil...."
haaaaaah!!!!"Maksudnya apa ray??
"Kok ayah dan nada saja yang diambilin makanan terus kita berdua dianggap apa bun...???
tanpa sadar aku tergelak....
"Hahahahahahaha Ya ampun mas....!! ada apa sama anak-anakku ini, Kenapa juga jadi manja,kalian bisa mengambil sendiri..."
"Iiiiiiih bunda curang gak sayang sama kita??"Kini giliran dinda yang pasang wajah cemberut,aku kembali tertawa,padahal saat itu ternyata mas Elang sedang melihatku tanpa berkedip,saat arah pandangku tertuju pada mas elang yang berada tepat didepan ku,dengan sigap aku menutup mulutku dan menghentikan tawaku.
"maafkan bunda sayang,sini bunda ambilkan" setelah semua mendapat bagian kami melanjukan sarapan pagi kami tanpa suara"
__ADS_1
π·βββπ·