
Thanks yaa udah pada mampir dan like novel pertama jora π
*****
Liburan kali ini juga ternyata bukan hanya dinikmati kami berempat,saat ini justru menjadi berdelapan,ini sudah jauh dari rencana awal,entah mengapa mas radit justru menjadi orang yang mengatakan keberadaan kami,sejatinya sejak awal dia dan nindi yang kekeh agar liburan kami tidak ada seorangpun yang tau termasuk suami nana,nina dan terutama keluarga mas Elang.
Kami menikmati makan malam ini tanpa ada seorangpun yang bersuara,yang terdengar hanya dentingan sendok dan garfu,hikmat dan senyap.....
setelah selesai makan malam kami berkumpul diruang utama,karena cuaca yang dingin mamang dan istrinya menyiapkan teh untuk kami para wanita dan kopi untuk para pria.
Mas Radit menghampiriku yang duduk disofa tunggal karena yang lain duduk bersama pasangannya,ditangannya memegang sesuatu yang terbungkus indah,entah apa???
"Jor .....!!Selamat ulang tahun adikku"
Dia menyerahakan sebuah kotak kecil yang entah apa isinya tapi aku akan membukanya dikamar nanti.
aku berdiri berhadapan dengan mas radit dan mengucapkan terima kasih,mas radit merentangkan tangannya dan aku masuk kedalam pelukkannya,hangat tapi ini rasa yang berbeda dari pelukkan mas Elang.
suara deheman seseorang membuat kami menyadari saat ini bukan hanya kami yang ada diruangan ini,perlahan mas radit melepaskan pelukkannya dan menatap kearah suara yang datang..."
"Elang ......!!!hehehee ayo bergabung
aku masih berdiri menatap kearah mas elang yang mendekat kearahku,dia memberikan sesuatu juga untukku,meraih tanganku dan meletakkan didalam genggamanku,kupandangi pemberian mas elang,sebuah leontin dengan bandul berbentuk hati yang dikelilingi permata yang indah.
"Maaaas .....!!!"aku hanya menatap matanya,tersungging senyum yang selalu mampu menawan hatiku.
"Selamat ulang tahun jora...."
tanpa sempat aku menjawab,mas elang langsung mendaratkan kecupan kekeningku,Ya Tuhan ini membuatku malu karena enam pasang mata menatap kami tanpa berkedip.
"sini aku pakaikan jor"
Mas elang mengambil kalung itu dari tanganku memasangkan pada leherku,kurasakan hembusan nafasnya dipundakku,aku menahan nafasku,aaaaah aku merasa hidung mas Elang seakan menyentuh leherku.
aku hanya bisa memejamkan mataku,beberapa saat aku bertahan sampai suara nindi mengagetkan aku.
"Joraaaa.... heiii joraaa buka matamu!"
__ADS_1
Perlahan aku buka mataku,dan ternyata mas elang sudah duduk di sofa,aku merasa pasti wajahku saat ini memerah karena malu,aku hanya menundukkan wajahku dan kembali duduk disofa.
"Ini dari kami berdua jor....!!"
aku juga mendapat hadiah dari nana dan nina.
"aku tidak butuh kado,doa dari kalian lebih dari sekedar kado istimewa"
Entah mengapa aku jadi melo begini,air mata yang aku tahan akhirnya turun juga tanpa bisa aku tahan,nina,nindi,nana mendekatiku dan kami berpelukkan sama-sama menangis,dan akhirnya tertawa..."
"Sudaaah jangan bersedih kita disini ingin memberi kejutan bukan untuk menangis."
"Nindiiii ayo kita jalan-jalan diluar menikmati malam dipuncak"
"Okeee siiiap cintaku"
Nindi menerima ajakan mas Radit.
disusul juga dengan sikembar dan suami mereka,dan kini yang tertinggal hanya aku dan mas elang saja,aku hanya terdiam karena tidak tau harus berbincang apa?
"Jor......!!"
Mas elang tertawa....
"Kamu saja duluan jora"
"Mas saja..."
"baiklaah aku yang akan berbicara duluan" sejenak dia menarik nafasnya kemudian menghembuskannya,kuberanikan diri menatap wajahnya,karena saat ini kami duduk saling bersebrangan.
"Joraaa bagaimana kalau kamu tinggal bersama kami?"
"maksud mas apa,tinggal dimana??"
"Tinggal dirumahku dan berkumpul bersama anak-anak"
*Aku terkejut dengan perkataan mas elang,karena aku bingung,atas dasar apa aku tinggal disana*
__ADS_1
"Maaaaas.... saya.... saya....!!"
Akumenunduk dan meremas ujung kemejaku,merasakan kegugupan juga kecanggungan yang terjadi saat ini,sampai sebuah tangan tiba-tiba saja menyentuh lembut tanganku,mas elang saat ini sedang berjongkok untuk menyamakan posisiku yang duduk di sofa.
"Jora kamu tahu kalau nada tidak bisa sehari saja tidak melihatmu,putriku itu tidak bisa jauh darimu,ku mohon demi anak-anak,aku akan membayarmu.
"maaaas.....!!!perkataan mas elang mengejutkanku segera kulepas pegangan tangannya dengan kasar.
"Mas pikir aku menyayangi nada karena kamu kaya, kasih sayang tidak untuk dijual dan dibeli,aku kecewa sama kamu mas....!!!
Segera aku berdiri dan saat akan berlalu tanganku ditahan kembali oleh mas elang.
"Joraaa maafkan aku,maksudku bukan begituuu!"
"Laluuu apa mas??? apaaaaaaa??
entah mengapa aku jadi emosi dan berteriak didepannya,tentu saja itu membuat mas elang terkejut,air mataku mengalir tanpa bisa ku tahan lagi,aku hanya mampu terisak.
"Aku gak butuh belas kasihan darimu,aku mampu untuk menghidupi diriku sendiri,aku bukan pengasuh..."
*Sebelum berlalu aku masih masih sempat menatap mas elang....*
"Saat nada merindukkan saya, tuan brawijaya tahu dimana tempat tinggal saya dan kafe saya,pintu rumah selalu terbuka untuk anak-anak!!"
Aku tahu pasti mas elang terkejut dengan perkataanku,dalam hatiku bukan ini yang aku inginkan sebenarnya, tapi kenapa menjadi salah dipemikiranmu mas.
*saat aku ingin melepas kalung pemberian mas elang dia menahan tanganku,ku beranikan diri menatap matanya,aku memang sedang marah saat ini,mata itu menyiratkan kesedihan,tapi aku tidak peduli,ucapannya barusan menyakiti perasaanku,aku kecewa dan entah mengapa terluka dan ini lebih menyakitkan dari pada ditinggalkan mas angga dulu*
"Jangan dilepaskan,itu hadiah dari anak-anakmu"
π·βββπ·
.
.
.
__ADS_1
Semoga hari ini bisa up beberapa bab lagi yaa karena aku juga pingin cepat selesai biar bisa menuju novel selanjutnyaπππ
Terima kasih tetap mengikuti lanjutan novel jora,semoga kalian sabar menanti ππππ