
Dalam suasana canggung akhirnya aku dan mas angga makan malam bersama mas Elang sekeluarga,sedikitpun aku tak berani mengangkat wajahku menatap mas Elang yang saat ini posisiku tepat bersebrangan dengan mas Elang,entah mengapa aku tidak menikmati sedikitpun makan yang sedang masuk kedalam mulutku,tak ada suara,hanya dentingan sendok dan garfu yang terdengar....
"Bunda..."suara dinda membuatku mendongakkan wajahku yang tadinya menunduk kemudian menatap dinda yang duduk di samping mas Elang,secara tidak terduga akupun menatap sekilas mas elang,tidak ada senyum diwajahnya,yang terasa justru aura dingin dan angkuh,segera ku alihkan pandanganku menuju dinda.
"Iya sayang...."
"Bunda,bolehkah malam ini dinda menginap dirumah bunda"
aku tak berani berkata iya,sekilas aku beranikan diri menatap mas Elang mengharap dia menjawab keinginan dinda...
"tidaaak dinda!!!"
aku hanya menghela nafas karena aku sudah menduga jawaban dari mas Elang,tapi perkataan selanjutnya justru membuatku dan yang lainnya terkejut...
"Bunda akan menginap dirumah kita malam ini dinda...."
"Tapi mas....."
"ada banyak hal yang akan kita bahas,dan besok juga libur jor..."
"Bang ....."aku akan menjelaskan semuanya,cukup bertanya padaku!!
"Aku tidak butuh penjelasan darimu angga"
aku hanya menatap sekilas mas angga yang tampaknya kecewa atas permintaan mas elang,sedangkan ayah dan ibu hanya diam melihat dan mendengarkan pembicaraan kami bertiga tanpa menyela maupun mencampuri...."
*****
akhirnya aku hanya bisa mengikuti keinginan mas Elang tanpa berani membantahnya.
__ADS_1
Sempat terjadi perdebatan antara mas angga dan mas Elang tapi pada akhirnya tetap mas Elang yang menang tanpa bisa dibantah,aku hanya bisa berkata maaf tanpa suara tapi aku tau mas angga memahami isyarat bibirku.
Sebelum pulang aku berpamitan dulu pada ibu dan ayah yang pada akhirnya diantar pulang oleh mas angga,sedangkan aku pulang bersama anak-anak.
selama diperjalan kami hanya membisu sesekali aku melihat mas Elang yang memperhatikan aku yg duduk dikursi belakang bersama anak-anak perempuan dari kaca spion depan,jantungku berdetak,ada rasa takut dan was-was.
tidak terasa akhirnya kami sampai dikediaman mas Elang seperti biasa selalu mendapat sambutan dri si mba yang membukakan pintu depan,baru saja sampai diruang keluarga mas Elang menghentikan langkahnya...."
"Ray ...bawa adikmu kekamarnya"
nada emang sudah tertidur dimobil dan diangkat oleh mas Elang dan sekarang berpindah tangan kepada Ray...
"Dinda kamu masuk kekamarmu sekarang juga"
"Tapi yaah bagaimana dengan bunda??"
"Ayah ingin bicara berdua dengan bunda!"
"Dindaaaaa .... apa yang ayah katakan belum jelas!! perlahan dinda melepaskan pegangan tangan kami berdua,dia menatapku dengan wajah khawatir,tapi aku berusaha terlihat baik-baik saja didepan dinda"
"Tidurlah sayang nanti bunda akan menyusul setelah berbicara dengan ayahmu"
Dinda mendekat kembali memelukku sesaat dan mencium pipiku sebelum berlalu menuju lantai dua....
sepeninggal dinda hanya kami berdua saja lagi yang berada diruang tamu sampai mas Elang mengisyaratkan agar aku mengikuti langkah mas Elang yang ternyata menuju keruang kerjanya..
"Cekleeeek...
"Masuuuk jora ...." dengan ragu aku melangkah melewati mas Elang,saat aku masuk pintu ditutup mas Elang,dan hal inism semakin membuatku gugup dan resah,keringat terasa mengalir di tubuhku,padahal suhu diruangan ini sangat dingin"
__ADS_1
Tiba-tiba saja mas Elang menarik tanganku dan mendorong tubuhku hingga tersandar kepintu kedua tangannya mengukungku agar tidak bisa kemana-mana.
"mas .... jangan seperti ini,ku mohon mas"aku merasa gemetar karena aku tidak pernah sedekat ini dan dalam posisi seperti ini...."
"Kamu tau kesalahan kamu apa jora???"
aku menggeleng sebagai tanda tidak tau karena aku benar-benar tidak merasa melakukan kesalah dan saat ini aku juga tidak mampu memikirkan apa kesalahan yang aku lakukan.
Mas Elang menangkup pipiku dan menatap dalam mataku,aku berusaha melepaskan tangan mas Elang dari pipiku,sesaat aku terpaku menatap manik kecoklatan yang tajam seakan tersirat luka dan kepedihan dimatanya.
"mas lepaskan aku..."
mas Elang mendekatkan wajahnya dan aku hanya bisa menutup mataku,sesaat aku merasakan sesuatu yang kenyal dan dingin menyentuh bibirku,sesaat hanya sesaat tapi itu terasa membuatku tak bertenaga,itu ciuman pertamaku setelah sekian lama,karena dimasa lalu aku dan mas angga hanya saling berpegangan tangan dan paling banter mas angga mencium pipi dan dahiku saja....
"Maafkan aku jora, akuu... akuu hanya !!! ketukan pintu seakan menjadi penolong untukku,tapi mas Elang tidak bergeming sedikitpun masih dalam posisi berhadapan denganku dan menahan tubuhku yang menyadar dipintu...
"Ayaah ... nada mencari bunda dan terus menangis"
akhirnya mas Elang melepaskan aku dari kungkungannya,tapi sebelumny masih sempat dia mengecup kembali bibirku dan jidatku,aku merasa pipiku memerah,jantungku berdebar...
"istirahatlah, tapi besok aku masih butuh kejelasan tentang semua ini"
saat pintu dibuka mas Elang,aku bergegas keluar dan mendapati Ray yang masih menunggu,sekilas pandangan Ray menatap tajam ayahnya kemudian beralih menatapku.
"Bunda baik-baik saja kan"
"iyaaa Ray,bunda tidak apa-apa, apakah nada terbangun rey,"
"iya bun...."Ray hanya menjawab sambil menarik tanganku dan membawaku kekamar nada
__ADS_1
"Ray .....!"Lepaskan pegangan tanganmu, bundamu bisa jalan sendiri...
Ray hanya berhenti sejenak,menatap sekilas ayahnya dan tersenyum mengejek,kemudian melanjutkan langkah kami menuju kamar nada,sesaat aku masih sempat melihat tangan mas Elang terkepal seperti menahan amarah,tapi marah karena apa????