Cinta Diambang Senja

Cinta Diambang Senja
Pulang


__ADS_3

*Aku menyandarkan tubuhku dipintu kamar yang tertutup,merasakan sakit di dadaku,terasa berdenyut,seakan ada yang mengoyak batinku,kembali air mataku luruh,karena lelah aku merebahkan tubuhku dikasur dan terlelap*


******


Elang Vop


"apa yang aku lakukan,knapa bisa aku berkata seperti itu,aku sebenarnya tidak bermaksud mengucapkan itu,joraaaaa...!!! maafkan aku jor,aku belum siap untuk berkata jujur padamu,aku takut perasaan ini hanya sementara,semoga waktu bisa memperbaiki hubungan kita.


Aku mengirim pesan wa kepada jora tapi yang ada hanya diread saja.


Telpon dariku juga tidak mendapat respon darinya,semarah itukah dia padaku.


Aku berdiri didepan pintu kamarnya,samar aku mendengar suara tangisan didalam sana, ingin melangkah masuk dan merengkuhnya dalam pelukkanku tapi aku yakin dia akan semakin marah padaku dan satu hal yang tidak kuinginkan jangan sampai kebencian hadir dihatinya.


*Aku terbangun dipagi buta,yang kuingat aku menangis sampai terlelap,ku lihat disampingku nindi masih tertidur pulas,entah jam berapa dia kembali semalam,bergegas aku menuju kamar mandi,mengguyur tubuhku dengan air hangat,menyegarkan raga dan jiwaku,setelah selesai mandi dan sholat subuh,aku merapikan baju-bajuku kedalam tas,aku ingin pulang,terserah jika mereka tidak ingin pulang maka aku akan pulang sendiri.


Suara-suara yang aku buat mungkin sedikit mengusik nindi,sehingga dia juga terbangun dan mengerjapkan matanya.


"Apa yang kamu lakukan jora,ini masih belum pagi!"


"Nin .... aku ingin pulang!"


"Lhooooo, besok baru kita pulang jor,sesuai kesepatan"


"aku bisa pulang sendiri....!!"


Aku terus berbenah tanpa memandang nindi,dia bangun dari kasur dan mendekat kearahku,menyentuh bahuku,aku berusaha untuk tidak menangis lagi tapi aku tidak bisa,perkataan mas Elang semalan terus berdengung ditelingaku."


"Apa yang terjadi jora...?"


"Nin maaf aku tidak bisa cerita disini,aku lelah,aku ingin pulang,kalau kamu mau tinggal,silahkan tapi aku sudah tidak mau lagi berada disini"


"Baiklah ....baiklaah tolong kamu bereskan pakaianku ya jor,aku akan membangunkan mas radit dulu"


*aku menunggu nindi selesai mandi dan bersiap,suara ketukan pintu mengalihkan pandanganku dari indahnya pemandangan kebun mawar didepanku,jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi....*

__ADS_1


Pintu terbuka memperlihatkan kehadiran dua sahabatku nina dan nana mereka mendekat kearahku dan langsung memelukku.


"Kita akan pulang bersama jor..."


"Jangan nana,biar aku pulang bersama nindi saja,kalian lanjutkan saja liburan ini."


"Tidak boleh seperti itu jor,kita datang bersama dan pulang juga bersama"


"Kami tidak akan memaksamu untuk bercerita, tapi kapan kamu siap kami akan menunggu ceritamu"


*aku hanya bisa menganggukkan kepalaku tanpa menjawab perkataan nana dan nina*


*****


Mas radit mengangkat tasku dan nindi kedalam mobilnya,aku akan pulang bersama mas radit dan nindi,nana bersama suaminya dan juga nina bersama suaminya,saat mas radit berpamitan kepada mas Elang,aku hanya melewati dirinya tanpa mengucapkan sepatah katapun,memandangnya pun aku enggan,ku harap tidak akan pernah bertemu dengannya lagi,namun dalam hati kecilku aku juga tidak siap jika tidak bisa berjumpa lagi dengannya.


"Joraaaaaa....!!" kuhentikan langkahku,suara mas elang terdengar sedih dan memohon.


"Maaf radit bisakah kalian menunggu jora diluar,aku ingin bicara sebentar"


"Maaaas ..... jangan keluar!!"


perkataanku tentu saja menjadi jawaban atas apa yang terjadi, dengan aku menahan mas radit dan yang lainnya untuk tidak meninggalkan aku berdua saja dengannya"


Ku beranikan diri membalikkan badanku untuk berhadapan dengan mas elang,dan kutatap mata itu,aku tidak akan goyah lagi pada tatapanmu mas!!


"Apa yang mau mas katakan padaku??"


Dia berjalan mendekat dan aku melangkah mundur untuk menjaga jarak darinya,aku tahu dia merasa prustasi saat ini, aku pernah terluka mas tapi ini rasanya lebih sakit dari masa lalu.


akhirnya dia berhenti tanpa bersuara dan hanya menatapku.


"Jika mas tidak ada lagi yang mau dikatakan kami harus segera pulang,


Oh iyaaa jangan lupa mas...." kapan saja nada ingin bertemu denganku,dia bisa datang kapan saja...."

__ADS_1


"Mas radit ..... ayo kita pergi sekarang numpung masih pagi!!"


Kulangkahkan kakiku menuju pintu keluar yang juga diikuti oleh sahabat-sahabatku.


******


Elang


Rasa bersalahku semakin besar,aku semakin yakin kemarahan dalam hatinya mungkin tidak akan bisa aku lunakkan,menatapku saja seakan jora terpaksa,wajah pucat dan mata yang sembab,pasti itu akibat dia menangis semalam,untung saja dia masih memanggilku seperti biasanya kalau seperti semalam betapa aku takut jora akan menghilang dari pandanganku dan anak-anak,setidaknya masih ada celah dihatinya.


Apa yang akan aku katakan pada nada,jora pasti tidak akan mau berkunjung kerumah seperti biasanya.


suara deringan ponsel dari kantongku,segera aku mengangkatnya, ternyata Rayhan yang menghubungiku.


"assalamu alaikum ..."


"wa alaikum salam, ada apa ray??"


"Ayah ....nada ingin bicara sama bunda"


deeeeg!! belum lama jora berlalu,seperti sebuah sinyal saja, Ya ALLAH


sang putri mencari keberadaan bundanya.


"Ayaaah .... yah.... dimana bunda??


"Ray .....bunda sepertinya sedang keluar,katakan pada nada besok bunda sudah kembali,biarkan bunda istirahat,saat tiba pasti nada akan bertemu bundanya"


*maafkan ayah harus berbohong!!!*


"Okeeeee ayah,salam rindu buat bunda ya, katakan kami akan menantinya dirumah."


"iya.....!!!"nanti ayah sampaikan,jaga adik-adikmu


🌷⚘⚘⚘🌷

__ADS_1


__ADS_2