Cinta Diambang Senja

Cinta Diambang Senja
Beri aku kesempatan


__ADS_3

Sepi ....


itulah hal pertama yang aku lihat ketika tiba di kediaman ayah dan ibuku,rumah masa kecil kami,aku dan Rangga.


Pak Rudi satpam rumah ayah segera membuka Gerbang saat melihat mobilku akan masuk,aku melangkah menuju pintu samping yang tidak terkunci,sebuah lorong yang terhubung menuju pintu dapur.


"penerangan yang minim karena lampu utama yang dipadamkan membuatku perlahan melangkah masuk,siluet seseorang yang aku rindukan selama hampir dua bulan ini,tengah berdiri membelakangiku.


sejenak aku hanya memperhatikan apa yang dia lakukan,berdiri di depan kulkas yang terbuka,entah apa yang dicarinya.


Entah atas dasar apa kakiku melangkah mendekat dan secara sadar aku memeluk tubuh itu dari belakang,dia tersentak atas apa yang aku perbuat,aku tau dia akan berteriak,sebelum itu terjadi aku menutup mulutnya dengan telapak tanganku.


Perlahan kuputar badannya agar bisa berhadapan denganku,mata yang indah itu membulat sempuran,menatapku nyalang,perlahan aku menurunkan tanganku yang menutup mulutnya.


"Jora ...." Wanita didepanku ini menolehkan pandangannya kearah lain, menghindari untuk bertatapan denganku.


Ku coba kembali menyentuh wajahnya,mengangkup kedua pipinya dengan tanganku,mencoba mengarahkan wajahnya untuk melihat kearahku.


Sudut matanya tampak tergenang air mata yang setiap saat akan jatuh,tapi sebisanya dia menahannya.


"Jora.....!!!mas merindukkanmu.."


Aku terkejut perkataanku justru membuat air mata yang ditahannya lolos melewati pipi chubby yang putih mulus."


perlahan kubawa tubuhnya masuk kedalam pelukkanku,tidak ada penolakan, tangisannya semakin dalam tapi aku sangat tahu dia mencoba untuk tak bersuara,ku elus lembut punggung dan rambutnya yang panjang.


"maafkan kesalahan mas....!!! Marahlah didepan mas tapi jangan pernah mengacuhkan mas..!!"


Jora masih terisak,kubiarkan saja sampai akhirnya dia berusaha melepaskan pelukan kami berdua.


Kembali kupandangi wajah cantik tanpa polesan yang ada didepanku ini,tidak ada satu katapun yang terucap dari bibirnya,kembali dia menundukkan wajahnya dan meremas tangannya.


Kusentuh tangannya,membawanya kedadaku,dia berusaha untuk menjauhkan tangannya dari dadaku,


Kembali aku menangkup wajahnya,perlahan menyatukan kening kami berdua,ku cium kedua pipinya,entahlah aku merasa tidak bisa menahan diri lagi ingin menyentuhnya lebih.


Ku pandangi kembali wajah cantik jora,dia memejamkan matanya,perlahan aku mendekatkan bibirku pada bibirnya yang beguti menggodaku semenjak awal,bibir itu terlihat manis dan sangat ingin aku rasakan.


Ku kecup lembut dan kali ini lebih dalam dan lama,tidak ada penolakan,terlihat wajahnya tampak memerah dan merona.


"Beri mas kesempatan untuk menebus semua hal yang membuatmu terluka"


Kubawa kembali dirinya dalam pelukkanku.

__ADS_1


Terima kasih sayang


******


Kejora Pov


Berualang kali aku berusaha untuk memejamkan mataku,kupandangi wajah cantik dan imut yang tertidur lelap dikanan dan kiriku.


Kucium pipi keduanya,apa yang aku lakukan tidak membuat keduanya terusik,justru makin memelukku erat.


Aku merasa haus,mencoba mengambil gelas yang ada diatas nakas dekat tempat tidur,ternyata kosong.


Dengan hati-hati dan perlahan ku lepaskan pelukan nada dan dinda,


bergegas menuju lantai bawah.


Lampu temaran yang ada disepanjang lorong menuju kedapur membuatku sedikit sulit,sampai aku berdiri didepan kulka,membukanya dan mengamati isinya,baru saja aku akan mengambil air dingin,sepasang lengah memelukku erat dari arah belakang tubuhku,aku merasa takut dan juga gugup,saat akan berteriak tangan itu langsung membekap tubuhku dan membalikkan badanku menjadi berhadapan dengannya.


aku terperangah saat tahu siapa laki-laki yang ada didepanku saat ini.


Perasaanku campur aduk,antara marah dan juga merindu,sebisanya aku menahan air mata yang sudah menggenang disudut mataku.


Dibawanya tubuhku masuk kedalam pelukkannya,rasa hangat mengalir ditubuhku dan saat ucapan maaf meluncur dari bibirnya,justru hal itu menjadikan air mata yang aku tahan meluncur turun dengan sendirinya.


Saat dia menyatukan kening kami,kurasakan hembusan nafasnya diwajahku,kupejamkan mataku,entahlah aku seperti terhipnotis dan menikmati setiap hal yang dilakukan mas Elang.


Mas Elang memintaku memberinya kesempatan,entah kesempatan seperti apa yang dia harapkan,aku hanya bisa diam dan mengangguk,walaupun dalam hati kecilku masih ada setitik ragu dihatiku


******


Suara Berisik disampingku mengusik tidur lelapku,perlah ku buka mataku,mengerjap sesaat menyesuaikan cahaya yang menerpa wajahku.


"Bunda ... sudah bangun!!"


kupandangi wajah kedua gadis cantik yang berbeda usia,yang menatapku dengan wajah yang tersenyum manis.


ku anggukan kepalaku sebagai jawaban atas pertanyaan keduanya.


"Jam berapa ini sayang??"


"Sudah hampir jam 9 pagi bunda...!!!"


"Haaaaaaah!!!!"Bergegas aku aku bangun dari kasur menatap jam yang terletak diatas nakas, dan benar sudah hampir jam sembilan pagi.

__ADS_1


"Astagfirullah hal adzim....."kupandangi kedua putri cantikku.


"Kenapa tidak membangunkan bunda nak"


"Kata ayah,mungkin bunda lelah jadi kami dilarang membangunkan bunda."


"Tapi bunda malu sayang, apa kata oma dan opa"kupasang wajah cemberut,walau sebenarnya hanya berpura-pura saja."


"Bagaimana ayah kalian ada disini??" aku berpura-pura tidak mengetahui kalau mas elang sejak semalam sudah berada dirumah ini


"Bunda tidak perlu malu,nadadan dinda langsung mencium lembut kedua pipiku"


"Kata ayah siih kangen sama kami jadi tengah malam ayah datang kesini,ayah kan tidak bisa jauh dari nada"


"Ooooh yaaa...."terus gimana kalau bunda yang jauh dari kalian" kunaikkan alisku dan melirik keduanya.


"awas saja kalau bunda ingin kabur dan bersembunyi dari kami" Dinda akan mengejar bunda dan meminta bantuan Om angga dan teman-temanya untuk mencari bunda,dan saat bunda ditemukkan akan kami perintahkan ayah untuk mengurung bunda di rumah kita.


hahahahahaπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


"Aaaaaakh bunda takuuut.... takuuut banget"


kami tertawa dan terus saling serang,akhirnya aku menyerah juga dan memutuskan agar mereka berhenti mengelitik bagian-bagian tubuhku.


"Baiklah tuan putri,ijinkan bunda menyegarkan diri terlebih dahulu,kalian tunggu bunda dibawah ya.."


Keduanya membulatkan jarinya membentuk huruf O yang artinya okeee!!!


aku tergelak melihat tingkah keduanya


🌷⚘⚘⚘⚘🌷


.


.


.


.


Maaf yaa agak telat up nya πŸ™ƒ


Terima kasihπŸ™πŸ™πŸ™ tetap setia menanti up dari kejora dan Cinta diambang Senja😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2