
Aku masih bertanya-tanya dalam hatiku,siapa sebenarnya Rayhan putra brawijaya,karena takut kejadian yang sama terulang lagi,ray memilih masuk makan disalah satu restoran yang privat.
Seorang pelayan mengantar kami keruangan khusus,sebenarnya ruangan ini dikelilingi oleh kaca transparan jadi kami masih bisa saling pandang dengan pengunjung yang ada diluar ruangan.
"Bunda ingin makan apa??"
"Bunda ngikut kalian aja!!"
"kalau begitu Ray yang pilih ya"
"Kaka.... Nada ingin tambahan ekstra puding coklat ya sama es cream"
"Wiiiih nada ... nanti kekenyangan sayang"
"Nggak bakalan kenyang bunda,tar pasti kak dinda ikutan makan punya nada"
"Idiiih mana ada gitu,biasanya justru nada yang makan milik dinda"
"Loooooh kok malah bertengkar...!!"
kaka ....!!"
"Yeeeeeey😛 !!"
"Bundaaa tuuh liat ade ..."
"Aduuh kalian berdua ini bisa gak siih jangan bertengkar,kalian mau bunda pergi jauh ninggalin kita"
"nggaaak mauuu "
"duuuuuh ileeee kompak mereka bun!hahahaaa...
"Udah becandanya ,kamu juga nih ray suka betul usilin adik-adiknya"
Tidak sampai 30 menit menunggu semua pesanan kami sudah tersedia di meja makan,dan melihat ke arah Rayhan,yang ditatap hanya tersenyum.
"Let eat mom.... hehehe!!"
"Ray .... banyak betul,emang ini habis kita makan."
"Bunda liat aja tar... kalau nggak habis nanti dibungkus buat pak satpam dirumah bun!!"
"Oooooowwh!!"
",Bunda ketoilet bentar ya,tiba,-tiba jadi pingin buang air kecil!!"
"Jangan lama ya bun, keburu habis nih,kayaknya ada yang lapar berat!!
*ekor mata ray menunjuk ke arah dinda*
"Iiiiiiiih kaka ..... apaan siih!!!"
"iya... maaf kaka becanda"
"Udah jangan bertengkar,Raaaaay ....!!"
"Siiiap bunda..."
Aku bertanya pada pelayan restoran letak toilet karena gak terlihat dimana papan petunjuknya,setelah diberi arah,aku langsung melangkah menuju tempat yang sudah diberi tahukan pelayan restoran.
karena posisiku yang menunduk tanpa sadar aku bertabrakan dengan seorang wanita,segera ku ulurkan tanganku untuk membantunya berdiri,tapi bukannya menyambut uluran tanganku wanita itu justru marah padaku.
"Punya mata gak siiih!!" makanya kalau jalan itu liat kedepan jangan menunduk,emang kamu mau cari uang jatuh dengan menunduk"
__ADS_1
*Ya ampun nie orang cantik tapi mulutnya...."
"Astagfirullah hal adzim,mba saya sudah minta maaf"
"maaf aja nggak cukup,coba liat pakaian aku jadi kotor,dan pinggang aku juga sakit,sepertinya kaki aku juga terkilir."
*Haaaaaaah.... kok jadi panjang gini,kalau gak ada anak-anak sebenarnya aku gak bakalan diam gini,tapi aku gak mau memperpanjang masalah,lebih baik diam*
"Terus mba maunya gimana???"
"Ganti rugi dong,kamu tau baju yang aku pakai ini limitid edision,cuman ada beberapa saja"
"Iya berapa mba?"
"emang kamu sanggup buat bayar, jangan-jangan buat loundry aja kamu gak bisa?"
"Adaaa apa ini???"
aku hanya bisa memandang kearah suara yang sudah lama tidak kudengar,hampir dua bulan lamanya semenjak kejadian itu,sesaat kami saling tatap segera aku
mengalihkan pandanganku ke arah lain.
"Maaaaas ..... wanita ini mendorongku!"
*haaaaah!!aku hanya terperangah mendengar perkataannya,mendorong,ya ampun.
mas elang menatapku tajam,kuberanikan diri menatap manik matanya,menunggu reaksi apa yang akan dia berikan,sementara wanita itu melingkarkan lengannya dipinggang mas elang,dan meletakkan kepalanya didada mas Elang.
*Aku tetap meberanikan diri mamandang kedua orang didepanku ini,aku melihatnya dengan pandangan mencemooh,aku tau dari matanya mas Elang menahan amarahnya.*
seseorang menarik dan memegang tanganku,aku tahu itu adalah rayhan
"Bundaaaa..... apa yang terjadi?"
"ooowh ternyata ini ibu kamu....???"
"Ray.... cukup sayang,nanti bunda ganti rugi"
"Ganti rugi apa bun...??"
"ibu kamu udah mendorong saya sampai terjatuh, lihat ini baju saya kotor,badan saya sakit dan kaki saya terkilir..."
"Nggak mungkin .... jangan-jangan tante yang sengaja menjatuhkan diri tante sendiri biar bisa jadi pusat perhatian orang-orang atau tante mau cari perhatian dari seseorang."
"Kamuuu anak kecil tau apa???"
"Sudahlah Ray .... kita pulang saja,bunda sudah gak ada selera buat makan"
*Kepalaku jadi pusing, dan selera makanku juga jadi hilang*
"Mas... tolong panggil adik saya ya"
"Baik mas Ray..."
aku sudah tidak mau lagi memandang mas elang,aku dapat merasakan kemarahan dari ray,mas Elang juga tidak berkata apa-apa lagi,yang terdengar hanya rengekan manja wanita itu.....
*Jangan menangis jor,ada anak-anak, jangan sampai kerapuhanmu terlihat didepan mereka terutama didepan lelaki ini,air mata berhargamu bukan untuknya*
"Kakaaaaa..... !!ayaaaah!!
"Nadaaaaa diamlah....!! nada terdiam mendengar bentakan Ray,mungkin karena terkejut nada langsung memeluk pinggang dinda karena tinggi nada hanya sepinggang dinda saja"
"Kita pulaaaang...!!"
__ADS_1
"Makanan kita bagaimana ka ray??"
"kita makan di tempat bunda saja, ayooo!!
"baru saja kami melangkah wanita yang bergelayut manja pada mas elang kembali membuka suaranya"
"Maaaas jangan biarkan mereka pergi sebelum mengganti kerugian ini!!"
"Tantee jangan khawatir tuan brawijaya akan mengganti semua kerugian tante,bilang saja berapa pasti akan langsung dibayar!!"
*Rayhan menuntunku menuju pintu keluar diikuti oleh dinda dan nada,belum jauh melangkah Ray kembali bersuara tanpa membalikkan badanya*
"Ayaaah tolong bayar makanan yang tidak jadi kami makan tadi!!"
"Ray.....!!!"
Panggilan dari mas Elang tidak dihiraukan oleh rayhan,kami menuju tempat parkir dan masuk kedalam mobil.
Ku sandarkan tubuhku pada jok mobil,menahan rasa sakit dihatiku,pertemuan tak sengaja dan tak terduga ini justru menjadi makin memperkeruh keadaan diantara kami.
Aku menahan sesak didada,menahan air mataku untuk tidak mengalir dipipiku,ray mungkin dapat merasakan apa yang aku rasakan,dia menggenggam erat tanganku seakan menyalurkan kekuatan,membuatku sedikit lega,dinda juga memegang lembut bahuku.
"Bundaaaa.... jangan pernah meninggalkan kami hanya karena kejadian hari ini"
perkataan dinda membuatku tak kuasa menahan air mata...
"Bunda jangan menangis,nada takut ...."
"Tidak sayang....bunda sedih karena terharu betapa kalian begitu menyayangi bunda yang bukan siapa-siapa kalian"
"Terima kasih Bunda ...." selamanya bunda adalah mama kami."
"Kaka bagaimana kalau kita kerumah oma opa saja,dinda malam ini mau menginap disana,dinda nggak mau pulang,lagi pula kita sedang libur sekolah ."
"Nada juga ...." maunya siih bobo sama bunda..."
"kalau gitu bunda juga nginap tempat oma opa aja."
"Mauuu ya bun...."
"wiiiiih kalian ini kalau udah pasang wajah imut gitu bunda bisa apa???hehehehehehe"
"Tapi kalau oma dan opa keberatan kalian nggak boleh marah ya!!"
"Dijamin gak bakalan dech oma menolak bun.... secara kan bunda ituuu....???"
"Bundaaa kenapa ka Ray??"
kucubiit ray,sebagai peringatan jangan sampai nada dan dinda mengetahui masa lalu antara aku dan mas angga,
yang dicubit dan di plototin cuman bisa cengar -cengir.
🌷⚘⚘⚘🌷
.
.
.
.
Terima kasih sudah mampir🙏🙏
__ADS_1
Yang pasti Elang bakalan kebakaran jenggot nih kalau tau anak-anaknya mengetahui masa lalu bunda kejora dan om mereka .....
Ditunggu Tar lanjutannya yaaa sahabat mangatoon 😘😘😘