
*siang menjelang sore kami telah sampai di kota,mas radit mengantarku langsung pulang kerumah,aku merasa sangat lelah,baik fisik dan mentalku.*
"Jooor..... kita sudah sampai,apa tidak sebaiknya kamu menginap dirumah kami saja hari ini?"
"nggak usah nin,terima kasih atas perhatian kalian,aku hanya butuh istirahat."
"Baiklah kalau begitu,nanti aku hubungi lagi,cepat mandi dan beristirahat,jangan lupa dimakan ayam gepreknya,tadi mas radit ada membelikan kamu."
Aku hanya mengangguk,setelah mobil mas Radit menghilang dari pandanganku bergegas aku masuk kedalam rumah
******
dreeet.... dreeeet .....
bunyi ponselku yang terletak diatas nakas bergetar,sebenarnya aku enggan mengankatnya,ku pandangi sekilas nama mas Rangga yang tertera dihapeku,aku begitu tak berhasrat mengankat telp drinya,maaf mas!!
Dua kali mas angga menghubungiku,mungkin karena aku tak juga meresponnya akhirnya tidak ada lagi telp masuk darinya.....
kulangkahkan kakiku menuju ruang makan,baru saja akan membuka nasi kotak yang dibelikan mas adit saat diperjalan tadi,terdengar suara ketukan pintu,dengan malas aku menuju keruang depan.
Begitu pintu terbuka wajah pertama yang tampak adalah si tampan Rayhan.
"Ray...... !!!!"
"Bundaaaaaa...!!!"ternyata disebalik badannya ray ada nada dan dinda yang bersembunyi"
*nada dan dinda langsung memelukku erat,ray menyentuh punggung tanganku dan mengecupnya lembut*
"Masuklah sayang....!"
"Bundaaa kangeeeen..."
nada bergelayut manja dipangkuanku,kecium kedua pipinya,kupandangi wajah imut nada,ini akan semakin sulit sepertinya menjauh dari keluarga mas elang.
"Bunda sudah makan...."suara ray mengingatkan aku tentang niatku tadi ingin makan malam.
"Belum sayang!!kalian ....????"
"Kami juga belum makan bun,tapi kami sudah membeli makanan untuk kita"
"Baiklaah kalau begitu kita keruang makan"
*kami melangkah keruang makan,aku menyiapkan piring dan ray membuka makanan yang sudah dibelinya tadi,sedangkan dinda menyeduh teh untuk kami minum*
"Bunda .... bolehkah nada malam ini menginap disini,nada masih kangen sama bunda"
*,ku tatap wajah imut disampingku,aku hanya mengehela nafas,ku pandangi Ray dan dinda,mereka berdua hanya mengangkat bahu seakan memberi kode padaku"semua terserah bunda"
__ADS_1
"Nada harus mendapatkan ijin dari ayah dulu"
"Tapi bunda,ayah bilang kapan aja nada boleh ketempat bunda!"
"Tapi ayah tidak bilang boleh menginap nada"
*Gadis kecil disampingku ini menundukkan wajahnya,aku tau dia akan menangis karena aku secara tidak langsung aku menolak keinginannya*
"Nada .... nanti kita telp ayah dan minta ijin,okee"
akhirnya Ray berhasil membujuk nada.
*****
karena lelah nada tertidur dipangkuanku,sedangkan aku saat ini justru merasa tidak lelah sama sekali,semangatku kembali saat melihat mereka bertiga,rasa kantuk menjadi sirna tergantikan dengan hadirnya mereka.
Terkadang sesal menghampiri,seandainya aku dulu menikah,mungkin dengan adanya anak-anak disekitarku pastinya hidupku akan lebih berwarna.
"Bundaaa......!!!"panggilan lirih dari ray membuatku mendongakkan wajahku yang tadinya menunduk menjadi menatap wajah Ray,wajah yang sama persis seperti dia,iyaaaaa dia....
"ada apa ray....?"
"Bunda..." Ray tidak tau apa yang terjadi pada ayah,saat pulang dari luar kota ayah hanya berdiam diri saja diruang kerjanya"
*Jadi mas Elang juga kembali hari ini!!"
"Eeeeh ...iy ....iya ray"sedikit tergagap aku menjawab pertanyaan ray!!
"Saat berangkat beberapa hari yang lalu ayah terlihat sangat antusias, ayah meminta pendapat kami untuk memberi bunda hadiah apa diulang tahun bunda?"
"kami sepakat mengatakan kepada ayah untuk membelikan bunda sebuah kalung dan liontin hati yang sangat indah,dan itu pilihan dinda dan nada."
"Bun..... apakah bunda marah pada ayah,atau ayah yang menyakiti bunda,apa yang ayah katakan bun....???
"Ceritakan pada ray bun,sedapatnya ray akan bantu bunda,kalau memang ayah yang salah pasti ray akan membela bunda."
*Perlahan ku sentuh punggung tangan ray....*
"Tidak terjadi apa-apa ray,semua baik-baik saja,mungkin ayah sedang ada masalah dikantornya"
"Bunda...."Ray bukan anak kecil lagi bun,ray sangat tau pasti ada sesuatu yang terjadi di rumah mawar"
Baiklah jika bunda belum mau bercerita,tetapi kapan saja bunda siap bercerita,ray akan mendengarkan"
*Aku hanya tersenyum,kusentuh wajah tampan yang saat ini duduk disampingku*
"Terima kasih sayang,bunda bahagia bisa mengenal kalian,bunda bahagia sampai bunda tak mampu untuk berkata-kata"
__ADS_1
Dreeeet..... dreeeet.... getaran dari ponsel ray yang diletakkan dimeja terdengar,segera ray mengambil ponselnya menyentuh tombol hijau.
aku tau itu pasti ayah mereka....
"iya ayaaah,kami akan pulang,sebentar ray akan bangunkan dinda dulu..."
"iya ayah kami akan hati-hati!!"
"Bunda sedang didapur yah....!!"
*Kupandangi ray dengan tatapan penuh tanya,kenapa jadi membawa aku dalam pembicaraan mereka,yang ku tatap hanya tersenyum samar*
"Bundaaa....."jangan melihat ray seperti itu??" Ray yakin saat ini juga bunda gak bakalan mau bicara sama ayah,hehehe
karena bunda sedang mengambek kepada ayah!!!
"iiiiiih sok tau kamu ray....!!!"
"bundaaa ingat Ray bukan dinda dan nada,ray sudah menuju dewasa bun ray seorang mahasiswa..."
"ciiiiih dasar kamu emang duplikat ayahmu...."
"Hahahhahaah tuuch kan sekarang malahan ray disamakan dengan ayah"
jangan bilang sekarang bunda sebenarnya merindukkan ayah!!!
"siapaaa bilang,Ogaaah bunda !!"
kupasang tampang cemberut,tapi justru itu semakin membuat ray terus menggodaku.
"Hati-hati bun lama-lama tar bucin lhooo ke ayah,dan sekarang aja ayah udah ngebucin kebunda... hahahhahah😁😁"
kalau kamu tau ray sakit yang ayah kalian torehkan ini bagaikan luka tak berdarah buat bunda.....
🌷⚘⚘⚘🌷
.
.
.
Maaf yaaa mungkin ceritaku ini terkesan lamban,aku hanya ingin tetap menampilkan tokoh-tokoh dalam novelku tetap hadir walaupun hanya sesaat 🤗🤗
sekali lagi terima kasih sudah mampir ke karyaku yang jauh dari sempurna dan sempatkan like yaaa....🙏🙏
semoga malam masih bisa lanjut,karena aku juga masih belum tau mau kemana perjalanan kisah cinta kejora 😍😍
__ADS_1