
*kami ber empat benar-benar melaksanakan liburan kami,ini adalah hukuman yang indah,liburan waktu yang lalu berakhir kurang menyenangkan.
Tetapi berkat liburan itu juga akhirnya aku bisa berjumpa nada,sebelum berangkat aku sempatkan menelpon mas Elang tapi sampai deringan ke empat tidak juga diangkat,ku coba sekali lagi tetap tidak diangkat,akhirnya aku putuskan untuk mengirim pesan via wa saja,selanjutnya sesuai kesepakatan hape kami di non aktifkan selama beberapa hari kedepan*
*****
Sementara dikediaman elang tampak gelisah,hapenya dimode senyap sehingga tidak mengetahui kalau jora ada menghubungi dirinya.
Elang mencoba menghubungi telp jora ternyata sudah tidak aktif.
aaaakh kenapa tidak bisa dihubungi.
Elang membuka pesan wa dari jora.
kejora : Mas maaf saya sudah telp mas tapi sepertinya mas masih tidur,saya mau berangkat liburan bersama nindi dan sikembar,tolong kasih tau anak-anak ya mas,hape saya dinon aktifkan
Kembali aku mencoba menghubungi jora tetap tidak aktif,bagaimana ini pasti nada bakalan marah dan merajuk.
Aku harus langsung mengatakan hal ini kepada Nada.
Sesaat setelah selesai sarapan pagi aku mencoba berbicara pada nada dan benar saja pemikiranku pasti ingin bersama bundanya,apakah satu hari tanpa melihat jora kamu tidak bisa nak'
"Ayaaaah ..... hari ini nada boleh ya ketempat bunda.."
"Bukan tidak boleh sayang tapi bunda saat ini mendadak harus keluar kota,karena ada keperluan mendesak,tadi malam saat nada tidur,bunda menghubungi ayah.
Terlihat perubahan diwajah nada seakan kekecewaan tergambar jelas disana,maafkan ayah nak terpaksa harus berbohong.
"Tapi nanti ayah telp bunda ya!"
"Iya ...."
******
Pemandangan yang sangat indah,tapi tidak ada pantai yang tampak,yang ada justru pemandangan dengan hamparan bunga-bunga mawar yang indah,jalannya juga menuju keperbukitan,heeeh sepertinya mereka sengaja ingin mengerjaiku,makin menuju ke atas semakin terlihat indah,kami memasuki sebuah gerbang yang pagarnya juga ditumbuhi bunga mawar,sedang musim apa sekarang?"
"akhirnya kita tibaaaaa...."ayo mamah kita turun..."
"Nin... bilangnya kita kepantai, ini kok .....???
"Udaaah tenang aja,besok kita kepantai,gak jauh kok,malam ini kita menginap disini dulu,"
"Maaaaang, Tolooong bantu angkat tas kita-kita ya..."
__ADS_1
Eeeeeh tiba-tiba saja ada bapak-bapak tua di samping mobil,yang bikin aku terkejut.
"Ku pandangi nindi,menanti jawaban darinya,tapi yang ku dapat justru gelengan kepala juga"
kami melangkah masuk kedalam Rumah yang sangat sederhana tapi sebenarnya terlihat klasik dan cantik."
"Okeeeeh disini ada empat kamar,tapi sebaiknya kita tidur berdua-berdua,karena terkadang saat malam tiba-tiba saja bisa mati lampu,dan kalian paling tau kan kalau nina penakut,hehehehe"
"Kaya kamu pemberani aja Nan, yang ada itu kita sama-sama penakut,"
Nana hanya bisa menyeringai menahan tawa,karena apa yang dikatakan kembarannya adalah kebenaran.
"Udaaah ....gerah nih pingin mandi,makan dan istirahat aja dulu,tar kita susun jadwal liburan kita disini,kita harus menikmati waktu ini sebaik-baiknya"
"Yuuuupz ...nindi benar banget"
aku dan nindi langsung Menyatukan telapak tangan kami berdua pertanda ide kami sama.
"Aku sama jora satu kamar"
"Berarti kami sekamar nih,apa gak tukaran aja, aku dan jora trus nana dan kamu nindi"
"nggak .....!!aku tetap sama jora seperti biasanya"
menepok jidatnya dan kami memandangi apa yang dia maksud,tanpa terduga kami bertanya bersamaan...
"aku,nindi,nana : Lupaaaaa apa???
"Nindi dan jora kan madu yang akur hahahahaha .."
"Iiiiiih dasar kamu nin ... tar kalau ada yang dengar gak enak taaaauuuu!!"
ku cubit kuat lengannya,terlihat nina meringis menahan sakit,akibat cubitanku.
"Mampuuuus tuuh,ampun gak jera nih emak-emak yaaaah"
"kamuu tuuch jor,nindi aja ikhlas kok, weeeek 😜."
"udahaaan .... kaya anak kecil aja kalian ini,kita istirahat aja dulu kalau mau perang tar dilanjut lagi."
******
Aku yang duluan mandi bergegas keluar kamar menuju kedapur yang ada di rumah tempat kami menginap,terlihat bapak tua yang membantu kami mengankat tas kami tadi siang.
__ADS_1
"mang ...."
"Iya buuu, ada yang bisa saya bantu,disini kalau mau belanja keperluan buat masak kemana ya mang?"
"Semua kebutuhan ibu selama disini sudah tersedia bu...."
*Aku memandang takjub apa yang aku lihat didalam kulkas yang ada didapur,benar-benar persiapan yang sangat matang,sambil tersenyum aku membayangkan kelakuan ketiga sahabatku yang sangat baik hati dan menyayangiku,tanpa mereka mungkin aku tidak akan bisa bertahan sampai hari ini,mungkin aku menjadi terpuruk akan masa lalu...*
"ibu kalau mau makan sudah siap dimeja makan bu"
Teguran mamang menyadarku dari ingatan masa lalu yang tiba-tiba saja terlintas.
"Lhooo siapa yang masak mang?"
"Istri saya buuuu..."
"Ooooh...!!Trus istri mamang mana?"
"Di halaman belakang buuu lagi menyiram tanaman"
"Oh iyaaa ...mamang udah lama ya kerja disini"
"Udah buuuuu,hampir 30 tahun buuu"
"Terus yang punya Rumah ini dimana mang???"
"Tuan Besar udah lama tidak kesini bu,semenjak kepergian istrinya kalau tidak salah 10 tahunan"
"Ooooh ... siapa namanya mang??"
*Entah mengapa aku jadi penasaran,tapi belum sempat aku mendapat jawaban,suara ketiga orang itu menghentikan obrolan kami*
"Ayoooooo kita makan dulu...."
Mamang juga makan bareng kita saja,panggil si mbok mang!"
"Nggak usah buuu....!!! Nanti saja kami makan,oh iya buuu kalau ada pakaian yang akan dicuci taruh saja didepan kamar ibu ya,nanti istri saya yang akan mencucinya."
"Iya mang, terima kasih ya,Sekarang mamang sama si mbok istirahat saja dulu,Besok pagi mungkin kami akan ke turun gunung mang."
"Baiiik bu....!!!Saya pamit dulu
"Ayooook kita makan dulu .."Ajakan nindi menghilangkan niat ku untuk mencari tau pemilik rumah yang kami tempati saat ini,
__ADS_1
jujur saja aku masih penasaran sama yang punya rumah, tapi nindi bilang ini kepunyaan sahabatnya mas Radit,yang dititip untuk dipeliharakan selama dia diluar kota,selama 10 tahun udah ditinggalkan.... kenapa gak dijual aja🤔🤔🤔"