
Kami melaksanakan kewajiban kami sebagai umat muslim,betapa indahnya suasa saat ini,aku merasakan seperti benar-benar memiliki keluarga yang seutuhnya,seandainya saja yang menjadi imam saat ini adalah mas Elang pastinya akan terasa semakin lengkap apa yang menjadi mimpiku,apa yang selalu menjadi harapanku.
sejenak terbayang,seandainya mas Elang merasakan apa yang aku rasakan!!
tapi itu hanya angan,terlebih dengan apa yang terjadi hari ini,semua tidak sesuai khayalanku.😥😥
Setelah selesai sholat maghrib kami melanjutkan dengan makan malam bersama.
Sembari makan kami berbincang santai,saling canda,dan tertawa.
Kelucuan si imut nada dan keusilan kedua kakanya semakin membuat suasa terasa berwarna.
"Bundaaaa,nanti nada bobonya sama bunda yaa???"
Ku anggukan kepalaku tanda menyetujui keinginan nada.
"eeeeeeits gak bisa gituuu, nada sudah besar,masa tidur masih ditemani bunda"
"Weeek 😛 kaka ngiri kan ..."
"Duuuuu ileeeee siapa juga yang ngiri"
*Secara replek Ray dan Dinda bangkit dari kursinya,menuju kearahku,aku sedikit tak paham dengan apa yang akan mereka lakukan.
Ternyata mereka berdua memelukku dari sisi kiri dan kanan,kemudian masing-masing mencium pipiku,sontak saja hal itu membuat nada marah*
Tapi hal itu justru menjadi pemandangan yang lucu dan mengundang tawa semua orang yang ada diruanga makan*
Kutepuk pundak Ray dan Dinda agar melepaskan pelukkannya.
"nadaaa.... kemari sayang!!"
Kurentangkan tanganku,menanti nada datang kedalam pelukkanku"
Nada duduk dipangkuanku dan bermanja seperti biasa yang dilakukannya saat bersamaku.
******
Kami menikmati secangkir teh dan sedikit cemilan yang disiapkan bibi,duduk dihalaman belakang,sungguh indah pemandangan malam ini,angin yang sejuk dan sepoi-sepoi sebenarnya membuatku ingin segera masuk keperaduan tapi karena ayah dan ibu masih ingin mengajak aku dan mas angga juga Ray bersantai sejenak.
Sememtara kedua gadis cantikku sudah tertidur sejak tadi,entah apa yang membuat mereka lelah dan memilih tidur lebih cepat.
"Angga...!!!"Dimana abangmu??"
pertanyaan ayah yang tiba-tiba,membuat aku dan ray saling tatap,dan hal itu menarik perhatian mas angga!!"
"Sepertinya masih bersama klien yang dari singapur ayah..."
"oooh!!!"Telp Elang,katakan besok ayah ingin bertemu!"
"Baik ayah"
Elang ....
Sudah hampir dua bulan lamanya,semenjak kejadian dirumah mawarku, aku tidak pernah berkomunikasi lagi dengan jora,tetapi tanpa sepengetahuannya aku terkadang hanya melihatnya dari jauh,menatap wanita yang mampu mengetarkan hatiku.
Apa mungkin aku jatuh cinta padanya...
__ADS_1
Tapi apa dia juga merasakan apa yang aku rasakan,tapi selalu saja ada masalah yang mendekat dan menjadikan kami semakin salah paham.
Seperti apa yang terjadi hari ini,entah ini salah paham atau aku yang terlalu lamban untuk menentukkan sikapku.
Hari ini aku berjanji untuk bertemu sahabatku semasa SMA, karena sahabatku Daniel berhalangan hadir,diutuslah adiknya yang bernama Ranti,sebenarnya aku kurang suka dengan sikap manja dan selalu mencari-cari perhatianku.
Demi sahabatku dan juga nama baikku kubiarkan saja,toh mungkin hanya untuk kali ini saja.
Punca dari masalah yang makin memperkeruh aku dan jora terjadi hari ini,di tambah dengan kehadiran ketiga buah hatiku,seakan mimpi buruk yang menjadi nyata.
aku hanya bisa terdiam,tanpa bisa membela kejora,karena aku juga tidak
memahami apa permasalahan yang terjadi antara jora dan ranti.
Tidak pernah aku melihat putraku membela seseorang yang notabene tidak ada hubungan apapun dengan kami,orang yang baru beberapa bulan dekat dengan mereka...
******
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam,baru saja aku melangkahkan kakiku masuk kedalam rumah,sepi
"Tuan ...!!"
ingin saya menyiapkan makan malam
"Tidak usah bu..!!
apa anak-anak sudah pada tidur bu??
ku hentikan langkahku menunggu jawaban dari si mbok*
Tuan muda dan nona muda menginap dirumah Tuan Besar ...."
Apa .....???jangan-jangan mereka masih marah padaku*
satu kali,dua kali,sampai ketiga kalinya aku menghubungi angga,tapi tidak ada jawaban juga,apa iya angga sudah tidur, seingat ku angga mengatakan akan menginap dirumah ayah malan ini.
Kembali aku mencoba menghubungi telp rumah ayah dan alhamdulillah langsung diangkat,terdengar suara ayah ...
"Hallo ....kediaman brawijaya"
"assalamualaikum "
"Wa alaikum salam"
"Ayah ....ini elang yah"
"Elang kebetula sekali,ayah harap besok pagi kamu kesini ,ada hal penting yang ingin ayah sampaikan"
"Baiklah ayah,elang juga ingin berbicara dengan ayah"
"Baiklah sampai ketemu besok,ayah tunggu kedatanganmu"
"ayaah ...maaf sebentar,apa angga tidur disitu malam ini?"
"iya angga,apa kamu ingin bicara dengan angga??"
"Aku tadi ada menghubungi angga tapi tidak diangkat yah"
__ADS_1
"Ponsel angga tertinggal diruang tamu,"
"Terus angganya mana yah?"
"Lagi dihalaman belakang ngobrol bersama jora"
"maksud ayah saat ini kejora berada dirumah ayah dan sedang bersama angga"
"Iya ....jora akan menginap malam ini"
"Baiklah ayah elang mau istirahat,besok pagi sekali elang akan berada dirumah ayah"
ku ucapkan salam dan ku tutup telp tapi hatiku merasa gelisah.
Dengan langkah gontai perlahan aku menuju lantai dua kamarku.
Bergegas membuka semua pakaian yang ada ditubuhku,berdiri aku dibawah shower,mengguyur sekujur badanku dengan air hangat,setelah selesai bergegas aku berganti pakaian dengan piama tidurku,melangkah menuju kasurku..
Deeeeert....deeeeeert..bunyi ponselku bergetar diatas nakas sekilas aku melihat nama Ranti yang tertera,segera aku meletakkan kembali ponselku,entah berapa kali dia menghubungi tapi aku memang enggan mengangkat telpnya.
Jarum jam menunjukkan pukul 12 malam tapi mataku sangat sulit untuk aku pejamkan,kutatap plapon kamar tidurku,mengapa justru wajah jora dan angga yang terus terlintas di pandangan.
Aku bangkit dari kasurku,mengambil jaket dan memakainya tanpa mengganti piyamaku lebih dulu.
"Buuuu ...." ku ketuk perlahan pintu kamar si mbok.
"Tuan .... ada apa tuan?"
"bu.... saya mau nyusul anak-anak kerumah ayah"
"Tuan kangen ya sama aden-aden bertiga"
"iya bu.... saya gak bisa tidur kalau belum melihat mereka" kupaksakan tersenyum
"Baiklah tuan,hati-hati dijalan "
"Terima kaaih bu,titip rumah ya bu,besok pagi tidak perlu menyiapkan sarapan"
"Iya tuan "
Ku lajukan mobilku menuju rumah ayah dan ibu,aku harus bertemu dan berbicara dengan jora,kami harus mengakhiri drama tidak jelas ini.
aku harus mengungkapkan perasaanku!!
🌷⚘⚘⚘🌷
.
.
.
.
Maaf yaa sepertinya cukup untuk hari ini,mataku udag dilevel akut dan mengantuk 🤭....
sampai jumpa esok ....😘😘
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir di karyanya jora 🙏🙏