Cinta Diambang Senja

Cinta Diambang Senja
kunjungan ibu dan ayah


__ADS_3

Hampir dua minggu semenjak kembalinya kami dari liburan yang kembali berakhir tidak menyenangkan,selama itu juga tidak pernah sekalipun aku dan mas elang bertemu,hanya nada dan dinda serta ray yang terkadang datang ke rumah atau kekafe,itu juga tidak setiap hari.


Beruntungnya nada sekarang juga disibukkan dengan les privat dirumah jadi hanya beberapa kali dalam seminggu kami bertemu,selebihnya hanya telp atau vidio call saja.


Hari ini aku dan sahabat-sahabatku akan makan siang bersama dikafe.


aku dan nindi tetap setiap hari selalu bertemu karena kami sekarang bekerja sama menelola kafe novel milikku.


sedangkan nana dan nina sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.


Yang membuatku selalu bersyukur memiliki mereka sebagai sahabat yang sudah seperti saudara,hingga saat ini tidak ada seorangpun yang mengungkit apa yang terjadi dihari itu.


"Jora...." tok.tok.tok


"Bu Boss bolehkah kami masuk"


"Aku tertawa saat tau siapa yang datang"


"seandainya aku bilang gak boleh bukannya kalian tetap melanggar garis pembatasnya,"


"Heheheeheee... basa basi aja bu boss"


"kita mau makan diatas apa dibawah aja"


"Enaknya dibawah deh jor,cuaca juga cerah"


"nindi kemana jor..."


"Kyanya ngecek barang digudang,soalnya besok ada pesanan dari kantornya mas Radit"


"Oooooh!!!"


"kalian tunggu aja didepan,aku mau kasih tau cika dulu buat nyiapin makanan kita sekalian manggil nindi"


"Okeee siiiip bucan"


"Apaaan siih!!!"banyak betul panggilan buat aku nin....hehehe!!


******


Kami berempat menikmati makan siang sambil berbagi cerita,bercanda,dan tertawa bersama,terkadang nana yang paling kocak diantara kami seperti gak pernah kehabisan ide buat ngelawak.


Saking asyiknya kami bercanda tidak menyadari kehadiran tiga orang yang mendekat kearah kami.


"joraaa.....!!"


ku tolehkan wajahku kerah suara yang menyebut namaku.


"mas angga....!!"


"ibu..... ayah....!!!"


cepat aku bangkit dari kursi yang kududuki,segera melangkah kearah kedua orang tua yang sudah seperti orang tua kedua untukku,yang seharusnya menjadi mertuaku 15 tahun yang lalu,kesentuh dan kucium kedua punggung tangan beliau.


Seperti biasa ibu pasti akan memelukku.


"sepertinya kita ngobrol di dalam aja ya bu,disini panas"


Aku berjalan sambil memegang tangan ibu,diikuti ayah dan mas rangga dibelakang kami"

__ADS_1


"silahkan duduk yah..."


"ibu dan ayah mau jora siapkan apa?


"tidak usah nak,duduklah disamping ibu,


ada yang ingin ibu katakan"


"Ada apa ya bu???"


kupandangi mas angga,tapi justru dia menoleh kearah lain,tidak mau bertatapan denganku,semoga ini bukan sesuatu yang serius"


kehadiran cika menghentikan perkataan yang ingin ibu ucapkan.


"Silahkan diminum bu... ayah juga,


mas ....diminum tehnya atau mas angga mau yang lain,nanti jora kasih tau cika."


"Tidak usah repot jora,ini sudah lebih dari cukup"


"Joraaa......"sekali lagi aku kembali menatap ibu saat beliau menyebut namaku!


"Ada apa bu,katakan saja!!"


"Begini nak, ibu dan ayah berkeinginan kamu dan rangga bisa kembali melanjutkan hubungan yang dulu sempat


terputus,mungkin saja masih bisa tali jodoh kalian disambung kembali.".


*sebenarnya aku terkejut dengan keinginan ibu dan ayah,tapi didalam hatiku sudah tidak ada sedikit rasapun untuk mas angga lagi saat ini.


Yang aku rasakan hanya perasaan seorang adik kepada kakak laki-lakinya*


"pikirkanlah dulu sebelum kamu mengambil keputusan,kamu tau ayah dan ibu sangat sayang padamu melebihi anak kami sendiri,pikirkanlah jora!!"


aku hanya bisa mengangguk,sebenarnya aku ingin langsung menjawabnya,aku tidak ingin memberikan harapan palsu kepada ibu dan ayah,terutama mas Rangga,tapi ibu selalu bisa membuatku tak berkutik, maafkan jora bu!!😥


*****


Setelah kepulangan mas rangga dan orang tuanya,aku hanya berdiam diri dibalkon atas cafe memandang jauh kedepan,kehadiran ketiga sahabatku pun terlupakan.


"Jora ada apa lagi??"


"apa yang diinginkan orang tua mas rangga??"


"Jangan bilang merekaaaa????"


"aaaaaaakh!!!!!aku harus apa nin??"


"katakan jor.... apa yang mereka inginkan"


*kupandangi wajah ketiga sahabatku dan kembalin menunduk kebawah*


"beliau berdua ingin aku kembali kepada mas rangga!!!"


"Haaaaaaaaaaah!!! apaaaaaa???"


kompak ketiganya menjawabku serempak!!


"Gak salah denger kan aku nin"

__ADS_1


"iya jelas banget nana,kamu belum budeg kok"


"heeeeeeeeh dasar tega kau nin sama kembarannya bilang budeg"


"Terus kami jawab apa jora??"


"aku sudah akan menjawabnya tapi ibu menyuruhku untuk memikirkan dulu sebelum mengambil keputusan."


"mas angga sendiri,responya gimana??"


"dari yang aku lihat sekilas dia hanya diam saja tanpa membantu aku untuk menjawab atau membantah,pada hal aku sudah pernah bilang sama dia kalau aku sudah menganggapnya seperti kaka aku.


"sekarang kamu jujur sama aku jora,sekali ini saja didepan kami bertiga,


sebenarnya kamu suka sama ayah nada kan!!"


"wiiiiiih ngaco kamu nin.....???


"please jor,sekali ini aja jujur sama kita,waktu di rumah mawar pasti terjadi sesuatu kan antara kalian berdua,apa yang membuatmu tampak marah pada mas Elang!!"


"Joraaa mungkin saja saat kamu mau berbagi bisa saja kami punya jalan keluar untukmu mengatasi masalahmu"


ku menghela nafas yang terasa berat kemudia melepaskannya,sesaat setelahnya baru aku menceritakan semuanya kejadian selama disana tapi tidak untuk hal yang pribadi karena aku tidak siap menjadi bulan-bulanan mereka bertiga.


"kalau boleh aku kasih saran sebaiknya kamu dan mas elang harus saling bicara tentang kesalahpahaman kalian"


"iya benar apa yang dikatakan nindi"


"Mungkin saja mas elang bukan bermaksud seperti itu,kalau yang aku tau dari Bang Rizal, mas elang itu orangnya kaku,dulu saja mas elang itu dan ibunya nada menikah karena perjodohan,awalnya mungkin tidak ada cinta tapi seiring waktu baru benih cinta bersemi."


"widiiiih sok tau kamu nana, trus gimana gak ada cinta kalau bisa bikin telur sampai jadi tiga orang ...hahahhaa"


"Yang penting ***-*** terus jadi anak"


"aku yakin jor,mas elang masih bisa buntingin kamu"


"astagfirullah nana.... mulutmu itu bener-bener yaaaaa!!! Kulempar nana dengan bantalan kursi yang ada di sampingku tepat mengenai wajahnya"


"aduuuh jora bisa patah hidung aku nih"


akhirnya kami tertawa bersama,melupakan sejenak himpitan yang mengganjal didalam hatiku.


🌷⚘⚘⚘


.


.


.


.


Insyaa ALLAH lanjut besok yaaa....


pada hal imajinasiku masih on tapi masalahnya mata aku udah redup banget 🖐🖐😄😃


Terima kasih masih tetap setia menikmati karyaku 🙏🙏😘😘


ditunggu Likenya yaa

__ADS_1


kalau bisa komennya juga 😍😍


__ADS_2