
Satu bulan berlalu,selama itu tak pernah sekalipun aku berjumpa dengan mas elang,tapi hari-hariku tetap seperti biasa,tentang keinginan ayah dan ibunya mas angga juga aku berusaha untuk tidak membuat beliau berdua sedih dan kecewa.
Hari itu,seminggu yang lalu aku memantapkan diri untuk menemui ibu dan ayah,memberi jawaban atas apa yang beliau berdua harapankan padaku.
Ketiga sahabatku juga mendukung apa pun yang menjadi keputusan terbaik untukku,mereka tidak pernah memaksakan atau
juga menolak apa yang sudah aku putuskan.
Ternyata ayah dan ibu sudah menunggu kedatanganku,senyum terkembang dari wajah tua yang masih tetap terlihat cantik diusianya yang mulai renta.
"ibuuu...!"aku mendekat kepada beliau,mencium punggung tangan beliau dan memeluk erat,begitu juga yang aku lakukan pada ayah,mereka benar-benar seperti pengganti ayah dan bundaku.
",Duduklah dekat ibu jora...."
awalnya aku duduk bersebrangan dengan ibu,sampai beliau memintaku untuk duduk berdampingan,perlahan ku tarik perlahan tangan ibu,menggenggamnya erat dan menatap wajahnya.
"Ibuuuu...buuu..bu!! entah mengapa lidahku terasa kelu,ibu balas mengelus tanganku,kemudian beralih mengkup kedua pipiku...
"sudahlah jora tidak apa-apa nak!!
bunda sudah tau jawabanmu apa?"
"bunda maafkan jora, jora masih belum siap dan jora merasakan kebimbangan."
"Tidak masalah nak!" walaupun kami masih berharap kelak kamu membuka hatimu dan bisa menjadi salah satu jodoh dari putra kami...."
Jika tidak pun,kamu sudah seperti putri kami yang tidak pernah kami miliki"
*Ku peluk ibu dan menangis dipundaknya.*
"Maafkan jora ayah, ibu...."
"Pesan ayah buatmu nak!" Belajarlah untuk membuka hatimu,Ayah percaya banyak pria baik diluar sana yang menanti hatimu."
"Assalamu alaikum ...."
"Opa.... Oma....!!"
Langkah kaki mendekati kami,ternyata Rayhan yang datang....
"Bundaaaaa.....!! apa yang bunda lakukan disini..??"
"Ray..... apa yang kamu katakan,jora itu sudah seperti putri Opa dan Oma"
"Lhooo kok Ray nggak pernah tau,sejak kapan Opa??"
"Udah lama dan kamu tau harusnya sejak 15 tahun yang lalu kejora menjadi Tante kalian "
"maksud Opa .....???"
"Ayaaah..." keberanikan diri melihat kearah ayah yang juga menatapku,ku gelengkan kepalaku,tapi ada suara lain yang justru memberi jawaban atas rasa penasaran Ray....!!
"karena kebodohan Om, kami kehilangan bunda kalian,karena Om, pernikahan yang harusnya seminggu lagi terjadi,justru Gagal..."
"maaaaas ....udah gak usah di ungkit lagi!"
"Nggak papa jora,Ray sudah dewasa,dan dia pasti bisa mengerti keadaan ini"
Tiba-tiba saja justru Rey mendekatiku dan duduk disampingku,meraih tanganku ,tentu saja aku terkejut dengan reaksinya.
"Bundaaaa....!!!" masih pasti sedih dan membenci keluarga kami..."
"Ku lepas genggaman tangan
Ray,kemudia memengang kedua bahunya dan menatap kedua matanya, wajah serupa milik dia,aaakh apa yang aku pikirkan,tanpa sadar aku menggelengkan kepalaku.
"Bunda ....."baik-baik saja kan???"
__ADS_1
apakah bunda benci kami??"
"Tidak Ray...." Bunda sudah melupakan semuanya,bunda bukan anak kecil atau Abg lagi yang harus merajuk karena sesuatu."
Ray memelukku dan aku balas memeluknya
"Eheeem heeem!!!" suara deheman mas angga membuat kami saling melepaskan pelukan dan Ray menatap malas ke arah mas angga*
"Dasaaar Om ... ngiri yaa"hahahaa
"Jelaaaasnya Ray....!!"
"Seandainya bunda jora,istri Om,gak balakan Om ijinkan kamu peluk-peluk"
"Ciiiiiih ... bilang aja Om cemburu"
"hahahhaahhaaa"
akhirnya kami tertawa bersama.
*aku berdiri dan mendekati mas angga,entah keberanian dari mana aku replek memeluknya,aku tau mas angga pasti terkejut,tapi aku merasakan mas angga juga membalas pelukkanku*
"Maafkan aku jora...."
"Jora yang minta maaf mas,tidak bisa mewujudkan keinginan ibu dan ayah"
Aku merasakan tubuhku ditarik dari pelukan mas angga,dan itu adalah ulah Ray! Kami tertawa bersama....
"Ray harusnya yang marah itu ayahmu....!!!"
"Justru sekarang Ray menjaga bunda untuk ayah, Om jangan dekat-dekat bunda lagi, menjauhlah dari bunda ..."
"Sudaaah mas, ray ....kalian ini ???"
*aku pura-pura merajuk dan Ray masih berusaha membujukku*
Akhirnya mas rangga harus menyerah juga menghadapi Rayhan,aku harus pulang diantar Ray,tanpa bisa dibantah lagi.
"Bunda kita mall dulu ya?"
"Ngapain ke mall Ray?"
"Sekali-kali kita makan siang di mall bun"
"Kamu kalau mau makan di tempat bunda saja Ray"
"Gak seru bun,Ray mau traktir bunda"
"hahahahahaaha,nggak mau bunda,emang Ray udah kerja?"
"Ini bukan uang ayah bun,ini uang hasil lomba karya ilmiah yang Ray menangkan."
"Beneran nih... gak bohong.."
"sumpah demi bunda"
"Huuuuus jangan ngomong gitu Ray, bunda gak suka pakai sumpah segala!"
"abisnya bunda gak percaya"
"Baiklaah, tapi yang mahal yaaa hehehehe.
"Siap bundaaa"
*aku akan buat kejutan untukmu bun*
Baru saja sampai di mall terbesar dikota ini,kami segera turun dari mobil Ray menuju pintu masuk mall.
__ADS_1
"Bundaaa.... sini"
kupandangi Rey yang tersenyum sambil menaik turunkan alisnya."
"Ray .... "Kejutan bunda, mereka sudah dua minggu tidak bertemu bunda,nada dan dinda merindukkan bunda"
"Tapi Ray .....?" aku bahagia tapi aku takut kalau ternyata ada mas Elang juga, aku belum siap bertemu dengannya,rey menyadari kekhawatiranku,digenggamnaya tanganku dan mengajakku melangkah mendekati nada dan dinda.
"ayah tidak ada bun, ini hanya kita ber empat saja,ayah sedang ada pertemuan dengan kliennya"
"Bundaaaa....!! Dinda mendekat dan memelukku,mencium kedua pipiku..
"Apa kabarmu sayang?"
"Dinda sehat bunda,dinda kangen bunda"
aku merasakan ujung kemejakuseperti ada yang menarik,saat kemelihat kearah samping,wajah imut nada seperti mengatakan ingin mendapakan perlakuan sama seperti sang kaka.
"weeeeeeh anak bunda yang imut"
kulepas pelukkanku dan dinda,berjongkok menyamakan tinggi badan nada dan diriku,memcium pipi kanan dan kirinya.
"Putri keciku,bunda merindukanmu"
"bunda bohong,buktinya bunda nggak mau main kerumah lagi,ayah bilang bunda sibuk terus dan tidak boleh diganggu"
"Ayaah bilang begitu??"
ku lihat Ray sejenak tapi dia hanya mengankat kedua bahunya sebagai tanda tidak mengetahui apa-apa.
"Okeeeee udah dulu kangen-kangenya sekarang kita masuk kedalam,kaka udah laper."
"Ayoooo!!!"Nada juga laper tapi nanti bunda suapin yaaa???"
"Nadaaaa kamu sudah besar,makan sendiri"
"Gak..... !!Pokoknya bunda mau yaaa!!
"Iyaaa sayang....apa aja boleh hari ini buat nada"
"Janji ya bun.... gak boleh ingkar"
"Siiiap sang putri"
*kami melangkah masuk kedalam mall,setiap pasang mata memandang kami dengan terpesona,gadis'gadis abg memperhatikan Rayhan bahkan ada yang berani mendekati Ray hanya untuk meminta tanda tangan,aku mengeryitkan alisku melihat ke arah dinda,yang ditanggapinya hanya dengan senyuman,ada juga yang berbisik -bisik mengira aku adalah ibunya Ray*
"eeeeeeh itu pasti mamahnya Bang Ray,
Tante salam kenal ya...!"
"Eeeeh iya... iya... terima kasih!!"
🤔🤔🤔
Ray segera mengajak kami berlalu setelah beberapa petugas keamanan menghampiri dan membantu kami terbebas dari kerumunan Abg dan ibu-ibu
🌷⚘⚘⚘🌷
.
.
.
Semoga hari ini bisa up beberapa Bab 😍
terima kasih kunjungannya di karyaku ini
__ADS_1
mohon likenya ya dan tinggalkan komen biar jora bisa menghasilkan karya yang menarik hati kalian untuk mempir dan membacanya 🙏🙏🙏😘😘