
Saat Lusy tiba di kantin ternyata Lena sudah menunggunya dari tadi.Dan Lusy segera menghampiri Lena.
"eh udah lama lo."
"lumayan lah sekitar dari jaman praaksara."
"ya gue kira dari zaman Dinosaurus."
"lo nyebelin juga ya,udah di tunggu juga."
"ya kan lo yg mulai duluan."
"udah lh, tuh makanannya udah dateng. makasih buk."menerima makanan dari pelayan kantin.
"wess makasih banyak Lena lo udah mau traktir gue."
"hey siapa yg mau traktir lo."
"lah ini."menunjuk makanan.
"gue kan cuma bantu pesen,lagian gue kan tau selera makan lo,dan masalah bayar lo bayar sendiri lah"
"iya gue bayar sendiri,makasih ya udah bantu gue pesen makanan."
"iya sama-sama,by the wey gimana perkembangan lo sama Reyhan,ada kemajuan kan.
"ga ada kemajuan,malah kemunduran."
"maksudnya ga ada perkembangan sama sekali."
"iya."jawab Lusy santai.
"tapi lo udah hubungin dia kan."
"udah kok semalam pas lo suruh."
"terus gi mana hasilnya."
"ga ada hasil,malahan waktu gue chat dia,gue ga di respon sama sekali,dia bilang gue ganggu dia main game,terus saat gue ngucapin selamat malam cuman di read doang."Lusy menjaskan.
"masa sih."
"yaudah kalau lo ga percaya."
__ADS_1
"ya gue harus percaya apa kaga ya."
"eh gue mau bilang kalau nanti gue ga bisa pulang bareng lo soalnya gue ada piket."
"oh yaudah ga papa,gue juga mau minta maaf kalau tadi ga berangkat bareng,soalnya di antar sama abang gue."
"oh iya ga papa."
"emangnya lo piket sama siapa."
"sama Reyhan."jawab Lusy santai.
"lo piket sama Reyhan."ucap Lena keras hingga hampir di dengar oleh siswa di samping meja mereka.
"lo bisa ga biasa aja gitu ngomongnya."ucap Lusy merasa kesal.
"i-iya gue minta maaf.Ngomong-ngomong gue punya ide,gimana kalau nanti lo ngajak Reyhan jalan."
"hah masa gue yg ngajak duluan,ya ga mungkin lah,gue kan cewek."
"ya ga papa lah."
"lo ingat ya,dari jaman batu sampe jaman milenial sekarang ga ada sejarahnya kalau cewek ngajak cowok jalan duluan apalagi ga ada hubungan apa-apa."
"lo mau ngasih saran atau mau ngeledek."
"he...ya ngasih saran lah."
"terus kalau gagal gimana."
"gue ga bakal nyuruh lo ngejar dia lagi."
"janji ya."
"hemm."
"yaudah nanti gue coba."
Setelah mereka ngobrol cukup lama dan mengabiskan makanan mereka,bel masuk pun berbunyi dan mereka masuk kekelas masing-masing.
Saat di kelas Lusy hanya melamun dan tidak mendengarkan penjelasan guru.Dan tidak terasa waktu pulang akhirnya tiba dan mau tidak mau Lusy harus bicara dengan Reyhan.
"nanti gue harus mulai dari mana ya,soalnya gue takut di tolak.ahh udah lah mending coba aja dulu, masalah hasil itu urusan belakangan."batin Lusy sambil menyapu lantai.
__ADS_1
*setelah selesai piket.
"Rey gue boleh ngomong sama lo gak."tanya Lusy memulai pembicaraan,karena dari awal piket,mereka tidak bicara sama sekali.
"boleh,ngomong aja."
"nanti sore lo sibuk ga."
"kayaknya sih enggak."
"oh...lo ada waktu ga buat jalan sama gue nanti sore."
"kayaknya sih ada."
"kalau gitu nanti jam setengah empat jemput gue ya."ucap Lusy mulai senang.
"iya."balas Reyhan singkat.
"yaudah kalau gitu aku duluan."
"hemmm... eh Lusy tunggu."
"kenapa,kamu mau pulang bareng."
"gak...aku baru ingat kalau nanti sore aku ada janji."
"kemana."
"ke warnet."
"ngapain."
"biasalah main game,soalnya tadi Risky ngajak aku mabar,jadi mungkin pulangnya juga malem."
"kamu ga bisa gitu nyisain waktu dikit buat aku."
"kayaknya ga bisa,soalnya ini penting banget."
"oh."ucap Lusy singkat karena tidak tau harus ngomong apa lagi."yaudah kalau gitu aku pulang dulu."ucap Lusy sambil menahan sakit hatinya
"iya... maaf ya,mungkin lain kali."
"hemmm."berbalik dan meninggalkan Reyhan."gak Rey ga ada lagi lain kali,gue ga mau lo nyakitin persaan gue lagi.Sekarang adalah sakit hati gue yg pertama dan terkhir."batin Lusy sambil menahan air matanya.
__ADS_1
Saat tiba rumah,Lusy langsung ganti baju dan makan siang bersama mamanya.Setelah makan siang Lusy langsung mengurung diri di kamar.Lusy hanya menangis di dalam kamar dan terus memikirkan kejadian tadi siang.Baginya ini adalah sebuah pukulan berat karena ini pertama kalinya dia jatuh cinta dan pertama kalinya juga dia di tolak. Karena terus menangis akhirnya Lusy tertidur.