
Ketika pagi menjelang, Lusy bangun dari tidurnya dan segera pergi mandi. Setelah mandi die segera berseragam dan pergi ke dapur untuk sarapan.
"Lusy...nanti siang mama mau ke tempat kakekmu, soalnya dia sakit, jadi mama mau nginep tiga hari di sana."ucap bu Gita ketika Lusy hendak duduk di kursi.
"jadi aku sendiri dong ma."memasang wajah sedih.
"iya kamu selama tiga hari kedepan sendiri di rumah, kalau kamu ga berani, kamu minta di temenin aja sama Lena."
"yaudah deh kalau gitu, tapi kalau Lena ga mau, biar Lusy sendiri aja, ga papa kok."
"emang berani,kan kamu penakut."goda bu Gita.
"ya beraniin diri aja. Kalau ada hantu yg nakutin Lusy, ya Lusy takutin balik."ucap Lusy memberanikan diri, namun di dalam pikirannya sudah terbayang wajah hantu.
"gimana mau nakutin balik, liat foto hantu aja langsung nangis."
"he..he.. yaudah nanti aku minta Lena temenin."
"yaudah kalau gitu kamu habisin sarapannya, nanti kalau kamu perlu uang, ada mama simpen di laci."
"yaudah kalau gitu aku berangkat dulu ya ma." Lusy mencium pipi mamanya dan segera meninggalkan dapur.
"eh..kamu berangkat sama siapa."tanya bu Gita ketika Lusy belum jauh meninggalkan dapur.
"kayaknya sih sama Lena dan Ardi ma, emang kenapa."
"oh mama kira sendiri, yaudah kalau gitu kamu berangkat aja."
__ADS_1
"yaudah da...ma..."Lusy pun berangkat kesekolah lalu menunggu Ardi dan Lena di depan kompleks.
Setelah beberapa menit menunggu, Lusy pun melihat Ardi dan Lena yg sedang berjalan menujunya.
"eh kamu udah lama."Tanya Lena kepada Lusy setelah mereka tiba di depan kompleks.
"ga juga kok."
"kalau gitu kita langsung berangkat aja."ucap Ardi membuyarkan obrolan mereka.
"yahdah yok."balas mereka serentak.
Mereka bertiga pun berangkat ke sekolah bersama.
"emmm... gue bilang ga ya ke Lena tentang semalem, eh nanti ajadeh di perpus."batin Lusy bingung."eh Lena, gue mau nanya sama lo."ucap Lusy di tengah perjalanan.
"tiga hari kedepankan mama gue mau jenguk kakek gue yg sakit, jadi gue sendiri di rumah, lo mau ga nemenin gue."
"kalau siang sih bisa aja, tapi kalau malem gue ga bisa, soalnya ga di izinin."
"ga papa kok kalau cuma siang, kalau malem biar gue sendiri aja."
"emang berani, kamu kan penakut."
"shuttt diam."ucap Lusy agak malu."Len nanti ketemu di perpustakaan ya, gue mau ngomong."
"hemm yaudah, gue tunggu waktu istirahat." balas Lena.
__ADS_1
Mereka pun mengobrol sepanjang jalan hingga mereka tiba di sekolah, dan setelah beberapa menit bel sekolah berbunyi yg menandakan waktu belajar akan segera di mulai.
Di dalam kelas, Lusy mengikuti pelajaran seperti biasa namun dia tidak banyak bicara apalagi dengan Reyhan, karena dia masih di hantui oleh kekesalan semalam. Setelah mengikuti pelajaran pertama dan bel istirahat pun berbunyi, lalu Lusy segera menemui Lena di perpustakaan.
"hey Lena..."ucap Lusy lesu saat dia duduk di samping Lena yg sedang membaca buku.
"napa lo, habis kencan kok malah sedih."balas Lena sambil mengernyitkan dahinya.
"hah kencan, emang pantas di sebut kencan." ucap Lusy kesal.
"lah emang napa, lo semalemkan abis kencan."
"kencan apaan kayak gitu, gue ngasih saran aja dia malah balas terserah, ga ada romantis- romantisnya lagi, malahan mau gue tabok tu orang, untung ganteng."
"ya lo sabar aja, cepet atau lambat dia bakal berubah kok."
"ya semoga aja, gue juga berharap dia berubah karna gue udah ngasih kepercayaan gue sama dia, dan gue juga berharap supaya bisa ngebakar dia."gerutu Lusy sambil mengepalkan tangannya.
"lah kenapa lo malah mau ngebakar Reyhan, dia kan anak orang."ucap Lena heran.
"ya supaya es yg tertanam di tububnya itu bisa cair dan satu lagi, dia bukan anak orang, tapi dia tuh tercipta dari balok es."
"terserah lo dah mau dia dari es balok atau anak beruang kutub sekalipun, udah lah gue mau lanjut baca buku dulu."
Mereka pun menghabiskan waktu istirahat dengan membaca buku di perpustakaan.
Setelah melewati hari yg melelahkan bagi Lusy, dia segera pulang kerumah setelah waktu pulang tiba dan di sertai dengan dua temannya yaitu Ardi dan Lena.
__ADS_1