
Pukul 14.27 Lusy pun terbangun dari tidur siangnya, dia beranjak dari kasur empuknya dan langsung ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah mencuci muka, dia segera turun ke bawah dan menuju dapur.
"eh mama lagi ngapain."tanya Lusy ketika dia sampai di dapur dan langsung menghampiri mamanya.
"ini mama lagi bikin kue pesanan orang. Oh iya Lusy kamu bisa bantu mama gak."
"bantu apa ma."
"tolong nanti kamu anterin donat itu ke bu Rina ya, soalnya mama masih punya banyak kerjaan."sambil menunjuk donat yang ada di atas meja makan.
"oh bu Rina yang langganan mama itu ya. Tapi kan biasanya dia yang bakal ngambil sendiri."
"iya, tapi sekarang dia gak bisa karna dia sibuk."
"oh yaudah deh ma, nanti mama kasih ke aku aja alamatnya. Terus aku nganternya jam berapa."
"nanti sekitar jam tiga sore."
"oh yaudah kalau gitu aku siap-siap dulu ya." berjalan meninggalkan dapur
Setelah bersiap-siap Lusy segera keluar dan menuju dapur untuk melaksanakan perintah mamanya.
"udah selesai."ucap bu Gita ketika melihat Lusy yang baru tiba.
"udah."balas Lusy yang berjalan menghampiri mamanya sambil mengenakan Sweater Hoody.
"kalau gitu ini alamatnya."sambil memberikan secarik kertas kepada Lusy.
"ga ada lagi yang mau di anterin selain ke alamat ini." menerima kertas tersebut.
"ga ada, kue yang lain belum selesai di bikin."
"yaudah kalau gitu Lusy berangkat dulu. Eh iya ma, nanti Lusy pulangnya agak telat ya, soalnya Lusy mau mampir ke toko buku dulu."
"oh iya gak papa, sama siapa."sambung bu Gita.
"kayaknya sendiri ma."
"kalau gitu hati-hati di jalan kalau ada apa-apa langsung kabarin mama."
__ADS_1
"iya, Lusy berangkat dulu ma."mencium pipi mamanya lalu pergi untuk mengantar kue tersebut.
Di perjalanan Lusy hanya mendengarkan musik favoritnya menggunakan headsed putih miliknya sambil mengenakan Hoody karena cuaca hari itu cukup terik. Lusy berjalan kaki menuju alamat tersebut karena tidak terlalu jauh baginya, tentu saja karena dia sudah terbiasa berjalan kaki setiap ke sekolah. Dia menyusuri pinggir jalan sambil sesekali melantunkan musik yang di dengarnya, hingga dia tiba di kompelks alamat yang dia tuju dan segera berbelok ke kompleks tersebut, sambil menoleh ke kiri kanan mencari alamat rumah bu Rina.
"apa bener ini alamatnya, kayaknya sih iya." ucap Lusy ketika menemukan sebuah rumah yang cukup besar dan memiliki alamat yang sama dengan yang mamanya berikan.
Lalu dia pun memanggil pemilik rumah tersebut,"permisi..."sambil memencet bel beberapa kali, hingga terlihat seorang pria yang mengenakan sebuah topi membuka pintu dan berjalan menuju pintu pagar tempat Lusy berdiri sekarang.
"ada yang bisa saya bantu."ucap pria tersebut namun tak jelas wajahnya.
"apa benar ini rumah bu Rin....Ardi."belum sempat Lusy melanjutkan ucapaannya dia sudah kaget karena pria tersebut adalah Ardi.
"Lusy."ucap Ardi yang juga kaget.
"kok lo bisa ada di sini."tanya Lusy heran.
"ya bisa lah kan ini rumah gue, seharusnya gue yang nanya ngapain lo bisa ada di sini."
"jadi bu Rina mama lo."masih dengan keheranannya.
"iya kenapa emang."
"oh yaudah masuk aja."mempersilahkan Lusy masuk.
"iya."mengikuti Ardi dari belakang.
"ma...ini kue pesanan mama udah dateng." panggil Ardi sambil teriak."
"iya bentar, dikit lagi juga selesai."balas bu Rina dari arah ruang kerjanya.
"lo silahkan duduk aja, mama gue emang gitu orangnya dia pasti ngerjain tugasnya sampai selesai baru dia ngerjain hal lain.
"pekerja keras banget dong." balas Lusy yang sudah duduk di sofa sambil menaruh kuenya di atas meja.
"iya, papa gue juga gitu orangnya, sama-sama pekerja keras."
"pasti orang tua lo sibuk banget."
"ya begitulah."
"eh bu Gita maaf lama."kata bu Rina yang tiba dari arah ruang kerja.
__ADS_1
"sore tante..."sapa Lusy sambil berdiri lalu menghampiri bu Rina dan bersalaman.
"eh ternyata Lusy, saya kira mamanya."
"mama ga bisa nganter tante, solanya dia lagi sibuk sama pesanan lain."
"oh iya ga papa, yaudah yuk duduk."
"iya, ini tante kuenya bisa di liat dulu."duduk kembali dan menyerahkan box kue tersebut.
"iya Lusy, eh ngomong-ngomong kalian kok keliatan akrab banget tadi."melirik Ardi.
"kita temen sekelas ma."jawab Ardi singkat.
"oh pantes."
Mereka pun mengobrol selama beberapa menit di ruang tamu tersebut.
"yaudah tante saya pamit dulu, soalnya masih ada urusan."ucap Lusy mempersingkat pembicaraan.
"oh yaudah kalau gitu biar tante antar ke depan."berdiri dari duduknya.
"makasih tante."
"kalau gitu aku sekalian mau izin ma."ucap Ardi yang juga ikut mengantar Lusy.
"loh kamu mau ke mana."tanya bu Rina.
"aku mau keluar bentar ma."
"hemmm yaudah sekalain kamu antar Lusy pulang ya."
"eh gak usah tante, saya langsung sekalian ke toko buku."bantah Lusy.
"gak papa kok, kebetulan aku juga mau ke toko buku."sambung Ardi.
"beneran."ucap Lusy.
"iya... yaudah yok, da..ma..kita berangkat dulu."berpamitan dan langsung menarik tangan Lusy.
Bu Rina hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anaknya, setelah itu dia pun masuk kembali ke dalam. Sedangkan Lusy masih di seret oleh ardi sampai ke luar dari pintu pagar.
__ADS_1