
Setelah sampai ruamah, Ardi memberitahukan kepada Lusy bahwa mereka akan kerumahnya jam 14.30
"ma...nanti jam setengah tiga temen aku mau ngerjain tugas di sini."ucap Lusy kepada mamanya sambil duduk dan menontin TV.
"Lena maksudnya."
"bukan,tapi temen aku yg cowok."
"oh pacar kamu."
"bukan,kan aku bilang temen,lagian kita juga mau ngerjain tugas."
"iya mama becanda kok,soalnya ga biasanya kamu bawa temen ke rumah,apalagi itu cowok."
"ini juga di suruh guru."
"ya udah kalau gitu kamu siapin cemilan buat mereka."
"ga usah ma biarin aja mereka kelaparan."
"mana ada orang nyambut tamu kek gitu."
"soalnya mereka nyebelin ma... taunya cuman nyontek doang."memasang wajah kesal.
"namanya juga cowok."
"iya mama belain aja terus,aku mau nyiapain cemilan dulu,sama minumannya."
Mamanya hanya tersenyum melihat anak semata wayangnya tersebut.Setelah menyiapkan cemilan dan jam juga sudah menunjukkan pukul 14.28."permisi...Lusy...." suara dari luar.
"iya sebentar."bu Gita berjalan dan membuka pintu."nyari siapa."
"Lusy nya ada tante."tanya Reyhan.
"oh ada,kamu kan yg waktu itu nganterin Lusy."
"i-iya tante.(aduh bisa salah paham nih mereka)."batin Reyhan.
"ekhm...ekhm...ada yg ga ngajak-ngajak nih." ucap Ardi.
"jangan salah paham nanti aku jelasin di dalam."balas Reyhan
"udah masuk dulu,Lusynya lagi di dapur nyiapin makanan."bu Gita mempersilahkan mereka masuk dan duduk di kursi.
Setelah mereka masuk,Reyhan pun menceritakan kejadian tersebut dari awal sampai akhir.
"oh jadi gitu."ucap Riski.
__ADS_1
"kalian udah dateng."Lusy menghampiri mereka sambil membawa cemilan dan minuman.
"wesss.... ada cemilan kek gini pasti betah nih."Risky mengoceh sendiri sambil mengambil cemilan.
"kalian tau ga kenapa waktu kalian nyaranin kerja kelompok di rumah gue, tapi gue ga mau."ucap Ardi lalu meneguk minumannya.
"kenapa emang."jawab Reyhan singkat.
"karena ini,gue males nyiapin cemilan kek gini, kan gue anak tunggal, terus mama gue selalu sibuk dengan kerjaanya di kantor." Ardi menjelaskan.
"kalau gue sih takut di marahin sama mama, soalnya kalau habis bikin makanan pasti berantakan,dan gue paling males beresinnya."
"kalau gue sih cuma mau makan geratis aja di rumah orang."sambung Risky sambil terus makan.
"kalian mau ngerjain tugas apa ngerumpi." ucap Lusy yg baru tiba dari kamarnya sambil membawa buku.
"kan kita nunggu kamu."jawab Ardi mencari alasan.
"lo kira gue ga denger apa yg kalian omongin barusan."
"udahlah ga usah di perpanjang,mending kerjain sekarang."ucap Reyhan.
"emang tugas kita apaan"tanya Risky.
"bikin teks laporan percobaan."jawab Lusy.
"ga boleh gitu dong,kalian harus ngerjainnya secara jujur."ucap bu Gita yg tiba dari dapur membawa potongan buah.
"e-eh tante,i-iya ga jadi kok."ucap Risky gugup.
"rasain lo."ledek Ardi.
"udah kita mulai aja."sambung Reyhan.
Setelah satu jam mengerjakan, Lusy terus mengamati ketiga cowok tersebut.Dia melihat bahwa Ardi cukup serius dalam mengerjakan tugas dan dia juga bisa memberikan pendapatnya saat bekerja.Sedangkan Reyhan hanya mendengarkan penerangan dari Ardi dan mencatatnya di buku. Lain halnya dengan Risky yg dari tadi tidak melakukan apa-apa yg bisanya hanya makan saja.
"eh kerjaan lo ngapain dari tadi."ucap Lusy karena merasa tidak adil.
"makan."jawab Risky santai.
"seenggaknya lo bantuin kita gitu."
"iya sini gue bantuin nulis."mengambil buku dan pulpen dari Reyhan.Risky pun menulis yg dibacakan Ardi.
"tunggu,berhenti.Lo mau nulis apa ngancurin tugas kita."Lusy merasa kesal karena ulah Risky yg tidak bisa melakukan apa-apa.
"kenapa."tanya Risky tidak mengerti.
__ADS_1
"lo masih tanya kenapa,tulisan lo kayak cakaran ayam gitu masih berani nanya kenapa."ucap Lusy dengan kekesalan hampir meledak.
"Lusy kesini sebentar,bantuin mama angkat bak air."panggil bu Gita yg meredakan kekesalan Lusy.
"iya ma... sebentar."jawab Lusy."awas aja lo, kalau mamaku ga manggil bakal abis lo. Udah Reyhan kamu aja yg lanjutin."
"i-iya."jawab Reyhan gugup,tidak percaya akan apa yg dilihatnya barusan.
"gue kira Lusy orangnya ramah lembut lo, ternyata.."ucap Risky tak percaya.
"ga usah heran,cewek emang gitu kalau lagi PMS."jawab Ardi tenang.
"lo tau dari mana."tanya Risky.
"sikapnya aja udah beda,bedain aja sama yg kemarin,walaupun kita bikin dia kesel,tapi ga segitunya juga dia marah."
"iya juga ya."
"mungkin nasib lo buruk hari ini Ris." sambung Reyhan.
"iya juga kali ya."
"gimana, mau dilanjutin debatnya."ucap Lusy tiba-tiba.
"kaga-kaga."Risky masih di hantui oleh kemarahan Lusy.
"udah ga usah di lanjutin,lagian tugasnya juga udah selesai."ucap Ardi sambil membereskan bukunya.
"udah mau pulang."ucap bu Gita datang dari arah dapur.
"iya tante."ucap mereka bersamaan.
"yaudah kapan-kapan main lagi ya."
"iya tante."jawab Ardi.
"kita pulang dulu tante."ucap Reyhan sambil berjalan menjauh bersama teman-temannya.
Saat mereka sudah tidak terlihat lagi Lusy segera masuk dan membereskan makanan dan buku-buku yg berserakan.Lalu menghampiri mamanya yg sedang menonton TV.
"kapan-kapan ajak lagi temen kamu main ke rumah,biar kamu ga sendirian terus." bu Gita menyarankan,karena dari dulu Lusy tidak pernah membawa temannya selain Lena.
"iya ma."jawab Lusy singkat karena merasa terlalu lelah,dan benar dugaan Ardi bahwa dia sedang PMS."aku kekamar dulu ya ma."
"iya."
Lusy masuk kekamarnya dan mengurung dirinya sendiri sambil menggaambar atau memainkan HP, dan itulah yg dia lakukan saat sedang bosan.
__ADS_1