Cinta Labil

Cinta Labil
Dabel Date


__ADS_3

*tiba di restaurant


"kita mau pesan apa nih."ucap Lena sambil duduk di kursi samping Aslan


"fried chiken rasa keju."sahut Lena dan Reyhan bersamaan.


"ciee... yg seleranya samaan."ledek Lena menggoda Lusy dan Reyhan


"iya nih kayaknya cocok banget."sambung Aslan.


"apaan sih."sambil memalingkan wajah dari Lusy.


"kayaknya Reyhan salting deh."melirik Reyhan sambil membatin


"yaudah kita pesan fried chiken 4 porsi,soalnya kita juga mau makan ayam." ucap Lena sambil memanggil pelayan.


"eh ngomong-ngomong dabel date kek gini seru juga ya,kapan-kapan kita ajak yg lain juga yuk."ucap Aslan merusak keheningan


"iya juga,kita ajak cowok yg lain juga biar rame."timpal Lena


"yudah nanti aku ajak Ardi sama Risky."balas Reyhan


"iya bener banget."Aslan menyambungi


"kamu dari tadi kok diem aja."tanya Lena merasa heran dengan sikap Lusy


"ga ada juga yg mau gua omongin yah mending gua diem aja."jawab Lusy jutek

__ADS_1


"jutek amat jawabnya."balas Lena


"biarin."


"hey udah,makanannya udah dateng nih,cepet dimakan."ucap Aslan membubarkan cekcok mereka


"iya."jawab mereka serentak


pelayan menghampiri"silahkan di nikmati hidangannya."tersenyum manis


"iya mbak makasih."balas Lena sambil tersenyum kembali


mereka pun makan malam bersama layaknya Dabel Date.Aslan dan Lena sangat menikmati makan mereka sambil sesekali berbincang disela-sela makan,sedangkan Reyhan dan Lusy sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun dari bibir mereka.


"ampun dah kalian berdua nih,ngomong napa dari tadi diem mulu."ucap Lena menghapus keheningan di antara mereka berdua.


Lena pun mencari cara supaya Lusy dan Reyhan bisa lebih dekat.


"Rey,lu tau ga kalau sebenarnya Lusy tuh pengen nyari pacar kayak kamu,soalnya dia tuh mau nyari cowok dingin biar samaan kayak dia,dan aku pikir kamu cocok tuh ama dia."Lena menerangkan dan membuat Lusy dan Reyhan kaget.


"lu ngapain sih ngomong ke gitu,itu ga bener kok Rey."jawab Lusy sambil memelototi Lena.


"ya ga papa lah dari pada lu ngarep mulu. iya kan Rey."sambung Lena.


"iya."jawab Reyhan tanpa pikir panjang."e-eh ga gitu maksud gua,kalian jangan salah paham."jawab Reyhan panik atas ucapannya barusan.


"bener Rey ga papa,kalau gitu kalian jadian aja soalnya kalian beneran cocok."Lena kegirangan karena sahabatnya tidak akan jomblo lagi.

__ADS_1


"iya bener juga tuh apa kata Lena,gue bakal dukung lo kok Rey."sambung Aslan meyakinkan temannya tersebut.


"gua ga bisa nembak Lusy sekarang."gumam Reyhan pelan sambil tertunduk malu,namun ucapannya masih bisa di dengar oleh


teman-temannya.


"iya ga papa kok Rey kalau kamu ga nembak Lusy sekarang,tunggu kamu siap aja."timpal Lena dengan raut wajah yg sangat bahagia.


"apa-apaan sih Lena,pake nyuruh Reyhan nembak gue lagi,kan jadi tambah canggung kalau kek gini.tapi kalau Reyhan benar mau nembak gue,seharusnya gue seneng dong, yaudah tunggu aja nanti apa yg bakal Reyhan lakuin selanjutnya."batin Lusy sambil pipinya yg makin merah karena ulah temannya.


"udah pada selesai kan makannya,kalau gitu kita langsung pulang aja."ucap Reyhan.


"yaudah yuk."jawab Lusy sambil berdiri dari duduknya.


"tapi aku sama Aslan ga langsung pulang, soalnya kita masih ada urusan."ucap Lena yg membuat Lusy tak mengerti.


"jadi kalian pulang duluan aja,biar Reyhan yg antar Lusy pulang,iya kan Rey."ucap Aslan sambil memegang pundak Reyhan.


"i-iya udah kalu gitu biar aku yg antar Lusy." jawab Reyhan agak canggung.


"yaudah kita duluan ya."ucap Lena sambil memegang tangan Aslan dan berjalan keluar restauran.


Lusy pun pulang di antar oleh Reyhan dan saat di jalan pulang Lusy tertidur di dalam bus.Sesekali Lusy bersandar di pundak Reyhan namun di benarkan oleh Reyhan.


Karena terlalu sering membenarkan Lusy, Reyhan pun membiarkan Lusy bersandar di pundaknya.


"kalau di lihat-lihat,Lusy manis juga ternyata." Reyhan membatin sambil tersenyum.

__ADS_1


mereka pun tiba di halte dekat rumah Lusy, dan Reyhan membangunkan Lusy lalu mengantarnya pulang sebelum dia pulang kerumahnya.


__ADS_2