Cinta Labil

Cinta Labil
Gue Bakal Jagain Lo


__ADS_3

*di dalam kelas


Setelah Ardi melepaskan genggamannya, Lusy segera duduk di kursinya dan tak terasa air matanya menetes tanpa bisa ia bendung lagi.


Lusy memang anak yg terkenal dingin pada orang lain khususnya cowok. Namun hal itu hanya akan ia tunjukkan kepada orang yg tak akrab dengan dia. Ia akan menunjukkan sisi lemahnya jika sudah di tindas oleh orang lain.


"Lusy lo jangan nangis lagi, kita berbaris dulu." ucap Ardi karena bel sudah berbunyi.


Lusy pun menyeka air matanya, lalu beranjak dari kursi dan segera berbaris di luar.


Selama pelajaran berlangsung, Lusy tidak mendengarkan penjelasan secara fokus karena pikirannya masih penuh dengan ucapan Rika, dan dia takut kalau nanti Rika tidak hanya akan membully dia sekali, namun masih banyak bulling yg menunggu dia di lain waktu. Hingga pelajaran pertama berakhir dan tiba waktu istirahat.


"Ardi, lo mau ke kantin ga."panggil Risky.


"kayaknya sih ga, soalnya gue udah sarapan tadi."balas Ardi mencari alasan karena ia ingin menenami Lusy selama istirahat.


"yaudah kalau gitu kita ke kantin dulu ya." ucap Reyhan sambil mendahului Risky.

__ADS_1


"hemmm."balas Ardi.


Tak berapa lama setelah Risky dan Reyhan keluar dari kelas, Ardi segera menghampiri Lusy yg sedari tadi hanya terdiam, dan dia duduk di samping Lusy, tepatnya di kursi Reyhan.


"lo kenapa, cerita aja sama gue, gue akan berusaha jadi pendengar yg baik buat lo." Ardi membujuk Lusy dengan sangat lembut.


"gue ga papa kok."


"gue tau kalau lo lagi ga baik-baik aja, makanya gue temenin lo di sini."


"gue takut Ar...gue takut...."ucap Lusy sambil di sertai air mata yg mengalir jatuh di pipinya.


"lo takut kenapa, cerita aja sama gue."


"gue takut kalau seandainya Rika bakal ngelakuin hal konyol di saat gue ga bareng kalian."ucap Lusy sambil terisak."dan gue juga yakin kalau ini bukan bulling terakhir yg bakal dia lakuin, pasti dia akan ngerencanain bulling lainnya buat gue."


"lo tenang aja, gue bakal jagain lo."ucap Ardi sambil memasang wajah serius.

__ADS_1


deg*


Jantung Lusy tiba-tiba berdegup keras saat mendengar kata-kata yg keluar dari bibir Ardi barusan. Dia tak mengerti situasi sekarang, yg dia tau hanya sebuah rasa aneh yg berasal dari hatinya yg tidak bisa ia ekspresikan dengan kata-kata, dan hal itu baru ia rasakan sekarang saat bersama Ardi.


"ga ada yg bakalan ganggu lo, selagi gue tetep ada di deket lo, gue janji."ucap Ardi meyakinkan.


"tapi gue pengen denger kata-kata itu keluar dari mulut Reyhan, bukan dari lo Ar..tapi gue bersyukur karena masih ada orang yg care sama gue, walaupun orang itu bukan Reyhan."Lusy membatin."makasih ya udah ngasih semangat ke gue, dan makasih juga lo udah mau jaga gue."ucap Lusy sambil meneteskan air mata.


"udah lo jangan nangis lagi, kan ada gue yg bakal jagain lo nanti. Nih hapus dulu air matanya, atau lo mau gue yg bantu hapus nih."goda Ardi sambil menyodorkan tisyu ke Lusy.


"ga, biar gue sendiri aja."balas Lusy dan dengan perlahan ia mengambil tisyu tersebut.


"senyum dong, nanti hilang lagi cantiknya." ucap Ardi sambil melengkungkan senyumnya ke Lusy.


"haha bisa aja kamu."Lusy ikut tersenyum karena merasa terhibur oleh Ardi, meski yg ia inginkan sekarang adalah Reyhan.


Mereka masih terus mengobrol di dalam kelas yg hanya ada mereka berdua tersebut, hingga bel berbunyi menandakan pelajaran selanjutnya akan di mulai.

__ADS_1


__ADS_2